Selasa, 05 November 2013

Belanja Pagi Di Pasar Arnhem, Belanda

Lapak Penjual Keju


Berangkat Ke Pasar
Saya terbiasa bangun pagi, sholat subuh, nyiapin sarapan, ngantar anak ke sekolah lalu belanja ke pasar. Sejak saya tinggal di Arnhem, Belanda, kebiasaan sehari hari saya tersebut berubah total. Saya ikutan kebiasaan orang Belanda terutama yg muslim, bangun pagi, sholat subuh, tidur lagi. Disini pasar bukanya terlalu siang, rata rata antara jam 09:00 - 10:00 dan tutup kembali jam 17:00. Malam hari nyaris seperti kota mati kecuali pub, cafe dan tempat hiburan malam. Pertokoan dan restaurant sama saja, tutup jam 18:00 dan dikota besar seperti Amsterdam dan Rotterdam saja ada yang tutup jam 20:00.

Ada Yang Jual Susu Sapi Segar


Baru Buka
Dari rumah saya keluar sekitar jam 10:00, sudah tentu bawa tas belanja sendiri karena disini kebanyakan penjual tidak akan memberi tas kresek meskipun barang yang kita beli cukup banyak. Disamping itu terlalu mahal juga kalau setiap belanja harus membeli tas plastik untuk barang belanjaan yang kita beli. Pasar yang saya tuju pagi ini (baca :'Siang Ini') adala Pasar Arnhem, di Market Square, Arnhem Centrum, dekat Esebius Church. Sebuah pasar terbuka kalau di Indonesia sering disebut Pasar Kaget, Pasar Tradisional, Pasar Pedagang Kaki Lima atau entah apa lagi nama nama lain yang rasanya kurang keren. Di Belanda, namanya cukup keren, expats disini sering menyebut "Arnhem Open Air Market", "Arnhem Flea Market", "Arnhem Centrum Market" dan nama lain sesukanya buat ngeles karena memang sebenarnya nggak tahu nama aslinya dalam bahasa Belanda.

Lapak Penjual Sayur Sayuran Segar


Menata Lapak Sesukanya
Ada Trantib Harus Mundur
Kalau saya sih nyebutnya Pasar Krempyeng karena memang ruwet dan nggak ada bedanya dengan pasar pasar di Indonesia. Pasar ini buka hanya hari Rabu dan Sabtu saja, ditata secara kilat dan pindah ke kota lain juga secara kilat. Itulah sebabnya cukup seru karena berantakannya bener bener mirip dengan pasar di tanah air. Saya jadi teringat tanah air, rupanya di Jakarta ada Pasar Senen, Pasar Rebo, Pasar Jumat dan Pasar Minggu sebenarnya adalah jejak peninggalan Belanda. Di Belanda sendiri pasar pasar kagetan seperti ini masih cukup lestari meskipun sama amburadulnya dengan di tanah air.



Lapak Penjual CD Bajakan

Penjual Binatang Masih Anak Anak

Sama Amburadulnya Dengan Pasar Tanah Abang


Transaksi Mau Beli Ayam
Bisa Nyembelihin Nggak ?

Kios Makanan Jadi
Mbok, Pecel Dan Nasi Rames Masih Ada Nggak ?

Hampir Tutup
Sudah Jam 15:00

Baca Juga :

3 komentar:

  1. wee…ada CD bajakan juga..

    BalasHapus
  2. tukang kantong kresek dstu ada ga?

    BalasHapus
  3. waduhhhh lengkap bangetttt jualannya Mbak …
    itu CD bajakannya ada lagu-lagu Indo ya.. he he he…

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.