Senin, 30 Maret 2015

Kursi Taman Di Portsmouth Inggris

Kursi Disepanjang Clarence Esplanade
Bikin Sedih Baca Tulisan Kenangan Warga

Ada yang berbeda antara warga Indonesia di tanah air dengan warga Portsmouth di UK. Di Indonesia, sebagian orang rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk berebut 'Kursi' agar bisa jadi anggota DPR. Tapi di Portsmouth, warga tidak berebut tapi malah sebaliknya harus rela ngantri untuk bisa menyumbangkan Kursi ke pemerintah daerah (City Council). 

Emblem Tulisan
Kebanyakan Didedikasikan Untuk Keluarga,
Sahabat Yang Telah Meninggal

Benar benar sangat berbeda kalau ditinjau dari cara pengadaan Kursinya. Di Indonesia pengadaan Kursi, khususnya Kursi Taman selalu diproyekkan dengan anggaran yang sangat tinggi sekali sedangkan di Portsmouth pemerintah setempat tidak perlu menganggarkan yang berlebihan, tetapi hanya mengkoordinir donatur saja, menyodorkan design kursi, menghitung jumlah kebutuhan dan menentukan rencana lokasi kursi saja ke masyarakat. Praktis anggaran yang keluar nyaris tidak ada, paling banter biaya kertas dan cetak undangan yang disebar ke seluruh warga untuk berpartisipasi dan melihat design kursi baru. City Council dapat membeli dan merawat kursi taman dan donatur dapat mencantumkan kata kata indah untuk keluarga yang dicintai pada kursi kursi taman tersebut. Semua kata kata indah digravir dalam lempengan logam keemasan.


Kursi Kursi Ini Mau Diganti Baru
Cukup Diumumkan Ke Warga Dan Warga
Akan Memesan Tulisan Tulisan Indah

Di Clarence Esplanade Portsmouth banyak sekali kursi kursi tempat untuk melamun memandang laut. Sebagian tulisan yang digravir dan tertempel di Kursi sudah ada yang kusam dan nyaris tak terbaca karena berkarat. Dari brosur yang saya terima di rumah, saya bisa mengetahui bahwa kursi kursi taman tersebut akan diperbarui secara berkala, kalau nggak salah setiap 2 tahun sekali. Prioritas sumbangan akan diberikan ke penyumbang lama terlebih dahulu. Kalau tidak datang memperbarui, baru haknya hilang dan akan diberikan ke penyumbang baru.


Terkadang Ikut Sedih Baca
Tulisan Tulisan Di Kursi


Kalau belum selesai masa kontraknya 2 tahun tapi kursinya rusak bagaimana ?. Nah ini dia, City Council akan mengganti dengan cuma cuma sampai kontrak 2 tahun selesai. Dengan catatan kata kata yang tertulis dalam emblem tidak diubah. Kalau diubah dianggap 'sumbangan baru' dan harus bayar lagi. Mirip pasang iklan keluarga. Katanya, banyak donatur yang bayar lebih dari  2 tahun sekaligus. Dari hal ini saya bisa tahu bahwa City Council punya database yang bagus untuk mencatat nama nama donatur dan tulisan indah yang tersimpan/dikehendaki dan kapan kontrak sumbangannya berakhir. Enak kan jadi pemerintah daerah di Portsmouth, kerjaannya hanya ngawasin kursi, kalau rusak tinggal diperbaiki sampai bagus kembali.



Cinta Anak Kepada Kedua Orang Tua
Sedih Deh.....

Bisa nggak kursi kursi taman tersebut digeser geser atau dicolong maling dijadikan pagar misalnya. Ternyata cukup susah juga. Sudah saya coba untuk menggeser dan menggerakkannya tapi tidak berhasil karena kaki kaki kursi ditancapkan ke tanah/lantai dengan sangat kuat. Jadi kalau ada pembaca blog ini yang berminat untuk membawa pulang logam/kayu kursi kursi taman di Portsmouth ini, harap diurungkan saja. Banyak CCTV juga dimana mana.


Tidak Semua Kursi Diganti Baru
Ada Juga Yang Hanya Di Cat Saja
Ada nggak taman taman atau kursi taman yang diberi warna, tulisan atau nama sesuai produk perusahaan pemasang iklan seperti di Indonesia ? Misal diberi nama Taman Indosat, dipasangi iklan Teh Botol, diberi warna warni meriah Flexi atau semacamnya. Secara umum nggak ada iklan komersial di taman taman kota. Semua taman relatif bersih dari iklan dagang/perusahaan. Tetapi untuk yang perlu investasi besar, ada juga iklan komersial. Contohnya Emirates Air Line - kereta gantung kabel yang menghubungkan Greenwich dan Dockland di London, Emirates Stadium - stadionnya Arsenal di London, Emirates Roundabouts - bundaran di Hethrow Airport Terminal 3.

Kursi Logam Ini Kalau Di Jakarta
Sudah Berpindah Ke Pasar Loak


Maintenance Dilakukan Pemerintah Daerah
Warga Cukup Bayar Iklan Keluarga


Kursi Taman Begini Di Indonesia
Dipakai Untuk Iklan Perusahaan


Kursi Di City Center


Sumbangannya Paling Mahal
Nggak Ada Iklan Perusahaan Di Sarana Umum


Kalau Di Indonesia Sudah Ditempeli
Iklan Telkomsel, Indosat. Flexi


Duduk Duduk Di Kursi Memandang
Kuburan - Yang Mati Dikubur Yang Ditinggal
Mengenang Dengan Membuatkan Kursi

Baca Juga :

Blogger Tricks

Selasa, 24 Maret 2015

Roti Kuda Nil Di Southsea Shopping Area

Lihat Tuh Roti Raksasa Makanan Kuda Nil Ini
Orang Inggris Bisa Makan Dua Sekaligus

Secara umum orang Belanda memiliki postur tubuh tinggi dan besar, sangat cocok dijadikan Satpam. Tetapi orang Inggris relatif kecil, kira kira sama dengan orang Indonesia. Tapi soal makan, sepertinya orang Inggris perutnya bisa memuat lebih banyak dibanding orang Belanda, apalagi orang Indonesia.  Saya selalu memperhatikan saat mengunjungi Food Market di Southsea Shopping Area, Hampshire, Portsmouth. Roti yang dijual diarea pasar ini buesar buesar dan bisa habis dimakan sendiri. Terkadang pesan dua buah dan disajikan dalam piring besar. Perkiraan saya Kuda Nil saja nggak akan sanggup menghabiskan, tapi ternyata habis ludes tak tersisa sedikitpun dimakan orang Inggris.


Roti Kuda Nil Ini Harus Dibagi 4
Kalau Yang Makan Orang Indonesia
Food Market ini tidak buka setiap hari, tapi hanya hari Sabtu dan Minggu Saja. Pedagangnya tidak begitu banyak, perkiraan saya sekitar 20 lapak saja. Yang dijual relatif sama saja, hanya roti seperti yang sering kita lihat di toko toko roti di tanah air. Bedanya, hampir semua roti yang dijual disini seukuran Kuda Nil. Mau dibawa pulang bisa, dimakan ditempat juga bisa karena disediakan meja dan kursi untuk duduk dan menyantap hidangan raksasa yang tidak saya temukan ditempat lain.


Cukup Digelar Dan Ditumpuk Di Meja Tanpa
Ditutupi - Untung Nggak Ada Lalat

Rasanya gimana ? karena dijajakan diudara terbuka dan tidak ditutupi sama sekali, maka roti roti raksasa tersebut terasa agak keras dimulut, tidak lembut seperti umumnya roti. Tapi nggak apa apa, itung itung saya pernah merasakan roti Kuda Nil yang cukup terkenal diseantero Southsea, Hampshire - Portsmouth. Jangan lupa, kalau anda ke Inggris, silahkan mampir dan mencoba.


Yang Ini Kelihatan Kecil Tapi Bagi Saya Sangat
Besar Sekali Karena Cuma Permen Coklat Home Made

Di Indonesia Namanya Asinan


Penjual Sauce
Kalau Di Indonesia Barangkali Sama Dengan Sambal


Penjual Permen
Tinggal Pilih Mau Rasa Apa

Baca Juga :



Sabtu, 14 Maret 2015

Klenger Bayar Listrik, Air Dan Polisi Di UK

Tidak semua Rumah Di Inggris Punya Halaman
Dan Garasi Sendiri - Mobil Cukup Diparkir
Di Pinggir Jalan

Memang Uenak Tenan jadi warga negara Indonesia dan hidup di negeri sendiri. Sudah banyak sekali negara pernah saya kunjungi dan bandingkan, tapi hanya di Indonesia saja kita bisa hidup serba enak. Saya sendiri sempat terheran heran. Kenapa sampai saat ini banyak sekali orang orang  ditanah air yang bermimpi bisa tinggal dan menetap di Eropa. Gimana tidak enak dan nyaman tinggal di Indonesia ?, bayar air dan listrik luar biasa murah dibanding Inggris. Bisa buang air sesukanya tanpa harus bayar biaya pengolahan limbah. Kena Tilang bisa bayar denda sangat sangat murah. Mau ngasih tips juga terserah nggak ada aturan apapun. 

Mobil  Ditempel Stiker Ini Bukan Berarti Gratis
Tetap Bayar Tapi Bulanan Dan Lebih Murah
Karena saya orang Indonesia Asli dan tinggal diluar, kelakuan saya tidak berubah sama sekali dan cenderung sama persis dengan umumnya orang Indonesia di tanah air. Kalau ada tagihan air, listrik, BBM, denda tilang  atau apapun yang terasa mahal sekali, maka langsung menjerit kaget. Karena hanya itulah yang bisa saya lakukan di Inggris. Jauh lebih enak di tanah air, begitu ada kabar kenaikan air, listrik, BBM maka dengan spontan langsung menggalang demo turun kejalan dan menghujat pemerintah. Padahal harga tarif listrik, air dan BBM di Indonesia jauh lebih murah dibanding Inggris. Di Inggris, saya nggak bisa macam macam, apa yang tertulis di surat tagihan mau nggak mau harus segera saya bayar. 

Per Hari Harus Bayar GBP 12 Kalau Nggak
Punya Stiker Resident Berlangganan
Perhatikan tagihan tagihan dibawah ini dan bandingkan dengan tagihan di tanah air. Mana lebih nikmat hidup di Indonesia atau di Inggris (Eropa).
  • City Council Tax (Misal : Kebersihan Dan Prasarana Kota) : GBP 781.02 (Rp 15.240.630)
  • Fire And Rescue : GBP 40.92 (Rp 798.502)
  • Police & CC (Misal : Keamanan dan Lalu Lintas) : GBP 102.84 (Rp 2.006.794)
Total GBP 924.78 (Rp 18 Jutaan) untuk 3 bulan saja atau Rp 6 Jutaan per bulan. Di Indonesia mana ada pajak untuk bayari perawatan kota, pemadam kebakaran dan polisi. Taman kota butut, Pemadam kebakaran dan polisi telat datang cukup nulis di surat pembaca. Polisi kelihatan nggak bener di jalanan langsung koar koar di Facebook dan tweeter. Uenak tenan jadi orang Indonesia. Nggak pernah bayar City Tax, Fire & Rescue Tax dan Police & CC Tax bisa ngaku ngaku yang mbayari perawatan kota, pemadam kebakaran dan polisi dari uang rakyat.

Pajak di Indonesia sangat rendah hanya 12 % dari GDP salah satu sebab karena nggak ada pajak seperti diatas, di UK mencapai 39 % dari GDP.
BacaList Of Countries By Tax Revenues As Percentage Of GDP.  

Berdasarkan data IMF, Worldbank dan UN tahun 2013, GDP Indonesia berada diurutan 16 (USD 868,346 Million) sedangkan UK nangkring di urutan 6 dunia (USD 2,678,455 Million). Hitung sendiri betapa kecilnya pendapatan pajak di Indonesia.
Baca : List Of Countries By GDP Nominal

Harus Bayar Pajak Kebersihan Kota, Pajak
Pemadam Kebakaran Dan Pajak Untuk Polisi
Ada lagi reaksi saudara saudara saya yang cukup unik di tanah air tentang rencana kebijakan pemerintah melakukan penyesuaian tarif air dan listrik. Bandingkan dengan tagihan dibawah ini :
  • Tagihan Air : GBP 46.18 (Rp 901.000)
  • Tagihan Pengolahan Limbah : GBP 68.94 (Rp 1.350.000)
  • Tagihan Listrik : GBP 219.4 (Rp 4.300.000)
Total GBP 334.52 (Rp 6.527.740) per bulan untuk rumah setara dengan Type 36/45. 


Bayar Air GBP 46.18 Per Bulan Dan Bisa Lebih Besar Lagi
Kalau Rumah Lebih Besar. Cara menghitung Berdasarkan
Luas Rumah, Jumlah Kamar Dan Jumlah Penghuni

Kalau rumah lebih besar lagi tentu akan lebih mahal lagi.
Note : Pemakaian air tidak menggunakan meteran tetapi berdasarkan table luas bangunan, jumlah kamar dan jumlah penghuni. Demikian juga dengan biaya pengolahan limbah. Hanya listrik saja yang pakai meteran. Kalau musim dingin berarti heater pemanas ruang akan menyala penuh dan bayar listrik akan semakin mahal.


Bayar Juga Biaya Limbah GBP 68.94

Di Indonesia belum ada tagihan untuk pengolahan limbah. Air tinggal buang ke selokan, lalu seterusnya buang ke laut. Uenak tenan memang hidup di Indonesia. Kalau sampai air sungai tercemar, tinggal teriak teriak dan memaki maki lurah, camat, bupati, walikota, gubernur dan presiden. 'Huh, nggak becus ngatur kota/negara, polusi dimana mana. Minta duit mulu bayar pajak. Kemana saja tuh duit pajak paling dikorupsi' dan berbagai macam sumpah serapah lainnya. Uenak tenan jadi orang Indonesia, nggak pernah bayar Pajak Limbah tapi bisa nuduh korupsi pemerintah.


Petunjuk Kalau Mau Complain
Boleh Ngeyel Kalau Merasa Tiba Tiba Naik

Belum lagi kalau kita punya mobil. Rumah rumah kecil di Inggris umumnya tidak punya halaman dan garasi. Biasanya mobil diparkir dipinggir jalan dan jarak dari rumah bisa 100 m sampai  200 m. Rasanya nyesel sekali punya mobil tapi harus jalan kaki 100-200 meter setiap hari untuk menuju ke parkiran mobil. Karena saya asli orang Indonesia, maka kelakuan saya juga masih sangat Indonesia sekali. Mobil saya parkir didepan rumah dengan tehnik Burung Onta. Bagian kepala berhasil masuk ke halaman rumah tapi bagian ekor masih tetap di luar halaman rumah. Alhasil, bagian ekor mobil  diatas trotoar dan kayaknya ada pejalan  kaki Inggris brengsek melaporkan ke polisi.

Bayar Listrik GBP 219.40 -Mahal Amat ?,
Ngeyel Kemahalan Boleh, Tapi Jawabnya Sak Enake Dewe
Musim Dingin Melonjak Karena Heater Menyala Terus
Pagi hari, kaca depan mobil sudah ditempeli surat cinta berwarna kuning. Dan saya terpaksa harus bayar GBP 40 (Rp 780.550). Kalau tidak segera saya bayar saat itu juga maka denda naik menjadi GBP 70 (Rp 1.365.962). Memang enak sekali hidup di Indonesia. Nggak ada orang iseng lapor ke polisi kalau jalannya terganggu mobil parkir. Kalaupun ada yang lapor polisi paling nggak ditanggapi polisi juga. Nggak pernah bayar Police Tax kok minta dilayani.  Uenak tenan memang jadi orang Indonesia, trotoar didepan rumah sudah seperti milik sendiri. Mobil bisa bebas parkir didepan rumah dengan roda nangkring diatas trotoar.

Kena Tilang - Tahu Tahu Kaca Mobil Ditempeli
Surat Cinta Hanya Karena Parkir Didepan Rumah Sendiri
Mobil Bagian Depan Masuk Halaman -  Ekor Di Trotoar
Masih banyak yang bisa saya ceritakan tentang Inggris dan Eropa, seperti harga BBM yang muahal sekali, parkir di pusat kota yang juga muahal, pajak restaurant yang dibebankan ke konsumen, Bayar tips/gratuity saat makan di restaurant dan lain lain. Indonesia sedang berubah, warung Padang dan warung gudeg kena pajak seperti di Inggris dan negara negara lain. Pelan tapi pasti, suatu saat nanti City Tax, Fire & Rescue Tax dan Police Tax pasti akan diimplementasikan juga di Indonesia. Jangan sampai iuran sampah, iuran Kamling, iuran Fasum dan kutipan PKL selamanya dikutip oleh RT, Building Management, Pengembang Perumahan, Preman dan swasta. Jangan sampai juga negeri kita jadi sorga bagi pelarian bule yang kabur menghindari pajak dinegerinya.

Catatan :
Di UK pajak pendapatan, pertambahan nilai dan pajak pajak lain relatif sama dengan di Indonesia. Dan pendapatan dari pajak jauh lebih besar dibanding negara sebesar Indonesia. Baca saja Taxation in UK, List Of Tax By Countries, Income Tax In European Countries

Denda GBP 70 Karena Ekor Mobil
Nutupin Trotoar Untuk Pejalan Kaki

Ekor Mobil Nyentuh Garis Kuning - Trotoar Terhalang
Huh, Jalan Muter Dikit Aja Kenapa Sih Nggak Mau
Malah Lapor Polisi

Makan Di Restaurant
Udah Bayar Pajak Bayar Gratuity Juga


Baca Juga :

Sabtu, 07 Maret 2015

Anjing Jadi Jadian Covent Garden London

Namanya Street Performer - Istilah Canggih Dan Berkelas
Diterjemahkan Dengan Google Translate
Artinya Ternyata Cuma Pengamen Jalanan

Coba anda buka Google Translate lalu terjemahkan apa yang dimaksud dengan 'Street Performer'. Istilah canggih dan keren ini banyak terdapat di brosur/majalah pariwisata di London untuk menjelaskan atraksi atraksi yang ada di Covent Garden dan tempat wisata lain dikota London. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) juga tidak ada kosa kata ini meskipun berbagai koran dan majalah pariwisata di Indonesia ikut ikutan latah menggunakannya secara utuh tanpa diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Umumnya wartawan/penulis di Indonesia sudah menganggap Street Performer sebagai kosakata bahasa Indonesia sehingga merasa tidak perlu diterjemahkan lagi.

Ini Namanya Limbo - Kalau Di Indonesia Setara Dengan
Jaran Kepang Atau Kuda Lumping
Ada Yang Keliling Bawa Kaleng Minta Sumbangan

Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menggunakan Google Translate, artinya ndeso sekali, yaitu Pengamen Jalanan - sangat tidak bergengsi dan tidak menjual sama sekali kalau digunakan dalam naskah  majalah majalah pariwisata di Indonesia.  Kalau anda telusuri lebih dalam lagi apa arti Pengamen menggunakan KBBI, maka artinya adalah 'penari, penyanyi, atau pemain musik yang tidak tetap tempat pertunjukannya, biasanya mengadakan pertunjukan di tempat umum dengan berpindah-pindah' .


3 Orang Tak Sadar Dan Tak Bisa Bergerak Sedikitpun
Di Indonesia Jauh Lebih Hebat
Dalam Keadaan Tidak Sadar Masih Bisa Makan Beling

Artinya, yang bukan termasuk golongan 'penari, penyanyi dan pemain musik' adalah Bukan Pengamen atau Bukan Street Performer. Lalu apa namanya ? Menurut saya, mereka tidak lain adalah Pengemis, Peminta Minta atau semacamnya. Dan jumlah pengemis bule di kota London ternyata buanyak sekali, khususnya di Covent Garden, Trafalgar Square dan berbagai lokasi kunjungan wisata lain diseluruh penjuru London. Cuma, kemasan luar mereka dibikin agak bagus dan warna warni sehingga tidak terlihat terlalu kumuh saat ngemis. Nanti akan saya ulas lagi lebih detail yang di Trafalgar Square. Tunggu saja catatan perjalanan berikutnya.

Sepeda Roda Satu Disandarkan Dulu Nunggu Orang
Ngumpul - Di Indonesia Sepeda Roda Satu Sudah Punah
Terakhir Yang Makai Sarimin Dan Grup Topeng Monyetnya

Diantara 'Non Street Performer' yang saya jumpai di Covent Garden - London, ada satu yang membuat saya terkejut, istilah kerennya 'surprise'. Sangat terkejut dan surprise tapi hikmahnya saya jadi bangga karena tidak ada satupun orang Indonesia yang melakukan 'pertunjukan' seperti orang Inggris ini. Apakah itu ....?. Pertunjukan Naik Sepeda Roda Satu ???, oh jelas bukan meskipun di Indonesia pertunjukan ini sudah punah belum bisa membuat saya terkejut. Terakhir saya melihat pertunjukan Naik Sepeda Roda Satu ini sekitar awal tahun 2014 yang dilakukan oleh 'Sarimin' dan group Topeng Monyetnya didepan Mall Ambassador. Sayang sekarang Topeng Monyet sudah dilarang oleh Jokowi/Ahok.

Sulapan - Masih Lestari Di Inggris
Di Indonesia Tukang Sulap Mainnya Sudah Di TV
Atau Mall Semua - Nyaris Nggak Ada Yang Di Jalanan

Pertunjukan Sulap ?. Juga Bukan, Di Indonesia pertunjukan ini masih bisa dilihat di TV, tidak di jalanan lagi seperti di Covent Garden London. Hipnotis ? nggak mungkin lah yauw saya bisa 'surprise' hanya menyaksikan orang tertidur diam saja dan tidak sadar. Di Indonesia saya masih sering melihat orang tertidur tidak sadar tapi masih bisa makan beling pecahan kaca dalam pertunjukan Kuda Lumping. Lalu pertunjukan apa dong yang membuat  terkejut dan 'surprise' ? 


Ini Baru Street Performer
Nyanyi - Tanpa Diiringi Instrument Musik
Di Indonesia Minimal Diiringi Kecrek Tutup Botol
Atau Gitar Kalau Ngamen Di Jalanan

Nah ini dia. Di Covent Garden, saya menemukan Anjing Jadi Jadian. Bule Inggris sedang menggonggong saat diberi coin pound. Semiskin miskinnya orang Indonesia belum pernah saya melihat ada yang mau jadi Anjing. Sekere-kerenya orang India tidak ada yang mau menggonggong bagaikan seekor anjing saat diberi coin receh. Terdesak masalah keuangan seperti apapun, saya juga tidak pernah menyaksikan orang dari negara miskin Bangladesh, Uganda, atau negara lain berdandan seperti itu hanya untuk mengumpulkan coin beberapa pennies atau pound saja. Di Covent Garden, London, saya menyaksikannya sendiri Bule Inggris dikelilingi anak anak kecil dan menggonggong keras keras kalau recehan coin pound atau pennies dimasukkan ke tempat makan anjing didekatnya. Silahkan menyaksikan Anjing Jadi Jadian Bule Inggris dibawah ini.


Di Indonesia Namanya Manusia Batu
Banyak Di Kota Tua Jakarta



Manusia Batu Ini Melayang Tak Bergerak
Masukkan Coin Di Kardus Maka Akan
Berganti Posisi



Luar Biasa - Bule  Inggris Ngemis Jadi Anjing
Orang Indonesia Yang Paling Miskinpun Belum
Pernah Ada Yang Mau Jadi Anjing



Sangat Sangat Luar Biasa Dan Nggak Terpikirkan
Seumur Hidup Baru Kali Ini Saya Menyaksikan
Anjing Jadi Jadian Di London



Rombongan Turis
Siap Kembali Ke Bus Setelah Nonton
Anjing Jadi Jadian Inggris

Baca Juga :

Jumat, 27 Februari 2015

Kemana Lapak PKL Covent Garden ?




Covent Garden
PKLnya Ada Ada Yang Jual Lukisan
Covent Garden adalah sebuah district di kota London, UK yang berjarak sekitar 6 menit jalan kaki dari Soho District (Baca : Soho - Pasar Gini Di Kampung Ane Juga Ada). Meskipun namanya Covent Garden, tetapi sebenarnya sekarang di lokasi ini nggak ada tamannya sama sekali. Yang ada cuma pasar, toko toko segala macam barang dan jasa dan juga rumah makan. Saat ini wilayah ini menjadi obyek wisata utama kota London, terutama pasarnya. Kalau anda menyebut Covent Garden pasti penduduk setempat akan membawa anda ke pasar, bukan ke tempat lain.

Block Ini Namanya Apple Market, Dulu Covent Garden
Adalah Pasar Buah Dan Tempat Prostitusi
Tapi Sekarang Tempat Segala Macam Pedagang Kaki Lima
Sebelum jadi tempat kunjungan turis terkenal seperti sekarang ini, sebenarnya jaman dulu sekitar awal abad 16 merupakan tempat perdagangan orang Inggris Jadul dan pasar buah buahan. Setelah itu dengan berjalannya waktu maka berangsur angsur berubah menjadi Kawasan Lampu Merah atau Red Light District dengan berbagai macam tempat hiburan yang sangat tersohor dan bersaing kuat dengan kawasan lampu merah tetangganya terdekat, Soho. Sama halnya dengan Soho, mulai tahun 1980an kawasan ini disulap menjadi pasar retail kembali dan bisa mendatangkan jutaan turis untuk berkunjung sampai saat ini. Agak mirip ceritanya dengan Gang Dolly Surabaya yang ditutup oleh walikota, ibu Risma menjadi kawasan yang lebih baik dan bermartabat.

Restaurant Terbuka Ini Kalau Pasar Tutup
Meja Dan Kursinya Menghilang
Seperti apa pasar Covent Garden ini kok sekarang bisa mendatangkan banyak sekali turis ?. Nah, ini dia anehnya dan membuat saya terheran heran. Nggak pakai dukun dan juga nggak pakai magic semua turis  berduyun duyun datang ke pasar ini. Saya sangat heran sekali karena harganya biasa biasa saja dan isinya relatif sama dengan pasar pasar kaki lima di tanah air. Ada lapak PKL yang jualan kerajinan tangan dan lukisan, ada lapak penjual baju, ada lapak jual makanan, lapak jual casing handphone dan segala macam pernak pernik dagangan yang sebenarnya sama saja dengan apa yang dijual PKL di Indonesia. 

Meja Lapak Pedagang Kaki Lima Ini
Tampak Manis Dengan Taplak Meja Warna Warni

Berhari hari saya mengamati pasar para pedagang kaki lima Bule ini, terutama lapak lapak kecil yang digelar disegala penjuru pasar. Kalau pasarnya tutup, dalam waktu singkat semua lapak menghilang dan bersih tak terlihat sama sekali. Pagi hari tiba tiba muncul kembali dan dalam hitungan menit semua dagangan sudah terpajang dengan rapi. Sempat saya kira semua barang dagangan dibawa pulang kerumah, ternyata tidak. Saya kira rumah para pedagang kaki lima tersebut didalam pasar atau tidak jauh dari pasar. Ternyata saya salah juga.

Lapak Penjual Pigura Ini Juga Bersih
Kalau Malam Hari - Disimpan Dimana Lapak Ini ?

PKL Inggris ternyata sama saja dengan PKL Indonesia. Kalau pasar tutup, gerobak dorongnya ternyata disuruk surukkan di tempat tempat tertentu yang tersembunyi tidak jauh dari pasar. PKL Inggris ternyata juga sama saja dengan PKL manapun. Mereka berteman baik dengan pemilik toko terdekat yang mau dititipin gerobak, meja dan kursi. Entah bayar atau enggak saya kurang tahu. Kalau bayar berapa ongkos sewanya per hari, tapi kalau gratis kok rasanya nggak mungkin.


Dagangan Dan Lapak Ini Juga Menghilang
Ditipkan Dimana ?

Ada juga orang Inggris yang kreatif, tanah kosong miliknya ditempatkan beberapa container yang berfungsi sebagai tempat untuk menitipkan barang dagangan. Tidak ada penjaga keamanan khusus. Saya perhatikan satu container dipakai bareng bareng beberapa pedagang untuk tempat dagangannya dan akan dikeluarkan kembali keesokan harinya. Boleh juga caranya, seandainya saja disekitar pasar pasar di Indonesia diletakkan container untuk disewakan ke PKL, tentu pasar akan lebih mudah dibersihkan dan akan kelihatan bersih dan rapi. Lihat saja photo photo dibawah ini.

Pagi Hari Sekitar Jam 09:00
Semua Lapak Dan Dagangan Dengan Cepat Muncul
Berarti Tempat Penitipan Tidak Jauh


Meskipun Pasar Sudah Mau Tutup
Tapi Kalau Pengunjung Sedang Banyak Ternyata
Pedagang Inggris Ngeyel Juga Nggak Mau Tutup

Lapak Kaki Lima Sudah Agak Menghilang
Meja, Kursi Sampai Gerobak Dorong Kemana Ya ?


Ternyata PKL Inggris Sama Saja Dengan Indonesia
Gerobak Dorongnya Disuruk Surukkan
Di Pekarangan Orang



Meja Lapak Juga Dionggokkan Di Gang Gang
Yang Tidak Terlihat Umum


Yang Punya Duit Gerobak Dorongnya
Di Titipkan Ke Dalam Toko, Bayar Sewa Tempat Dong


Ugh.... Gerobaknya Nyangkut Pintu
Entah Berapa Biaya Sewa Nitip Gerobak
Baca Juga :