Link Indo Kuwaitis Blog :    Aji's Blog       Ananta's Blog       Azfa's Blog       Bayu's Blog       Daud's Blog       Didat's Blog       Pinot's Blog      Raida's Blog

Informasi Apa Yang Perlu Ditambahkan Dalam Blog Ini ?

Sabtu, 21 November 2009

Perlukah TOEFL Untuk Bekerja Di Luar Negeri

Lihat iklan disamping, perlukah TOEFL untuk bekerja ?
Kalau anda bertanya 'Perlukah TOEFL Untuk Bekerja Di Luar Negeri', maka dengan tegas akan saya jawab 'TIDAK PERLU'. Yang sangat diperlukan untuk memulai bekerja di luar negeri hanya kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris saja, berapapun score TOEFL anda tidak ada satupun perusahaan yang akan menanyakan pada saat anda interview baik lewat telpon ataupun tatap muka langsung.

TOEFL. SAT, IELTS atau semacamnya hanya diperlukan apabila anda ingin masuk sekolah/universitas kembali di Luar Negeri. Karena dengan adanya score tersebut akan memudahkan pihak Universitas untuk menyortir calon mahasiswa selain test masuk tentunya. Contoh lain adalah Canada, karena di negara ini banyak sekali imigrant yang datang tanpa sedikitpun menguasai bahasa Inggris maka sekarang mensyaratkan score IELTS tertentu untuk masuk, bukan TOEFL.

Sebagai contoh adalah saya sendiri, sampai saat ini saya tidak tahu berapa sebenarnya IQ, TOEFL, SAT atau IELTS saya. Seumur hidup hanya sekali saja saya ikut test TOEFL yaitu tahun 1991 pada saat saya baru sebulan sebagai pegawai baru Caltex Pacific Indonesia, itupun saya tidak tahu kalau sedang ditest TOEFL karena saya mengira test biasa pada saat penutupan kursus reguler bahasa Inggris. Oleh karena itu saya sangat maklum sekali kalau ada yang mengatakan bahwa saya beruntung saja bisa bekerja di perusahaan internasional di berbagai negara.

Lalu kenapa banyak sekali perusahaan perusahaan di Indonesia yang mewajibkan karyawannya untuk test TOEFL ?, jawabnya juga gampang karena untuk memudahkan memilih dan membatasi karyawan yang layak ditugaskan keluar negeri atau layak dinaikkan pangkat, ini menyangkut budget perusahaan. Disamping itu kurang ilmu, ngertinya cuma TOEFL, tidak tahu kalau negara/universitas tertentu hanya mengakui IELTS atau system lain. Banyak lho yang nilai TOEFLnya tinggi tapi gagap kalau berbicara dan banyak juga yang pandai bicara meskipun vocabularynya pas pasan (contohnya Sales yang sering datang ke kantor saya di Ahmadi he he).

Saya merasa beruntung sekali tidak tahu nilai TOEFL saya sehingga bisa ngomong bebas semaunya tanpa memikirkan vocabulary yang rumit rumit dengan logat Jawa yang medok sekali. Saya juga merasa ringan sekali presentasi didepan mahasiswa Kuwait University tanpa harus mengucapkan vocabulary yang tidak diketahui mereka, dan saya juga beruntung pula selalu dipercaya membimbing engineer baru Kuwait dengan logat medok Jawa saya. Dan karena Javish (Java English) saya maka saya ikut ramai ramai naik pangkat ke Grade 17 setelah 1 tahun 10 bulan bekerja di Perusahaan Minyak Cap Manuk.

Jadi, kesimpulannya jangan pernah pesimis dengan kemampuan bahasa Inggris kita apalagi hasil TOEFL/IELTS, selama anda bisa berkomunikasi dan membuat tulisan berbahasa Inggris sudah lebih dari cukup. Pronunciation kita sangat medok bahasa Jawa/Sunda juga bukan masalah. Tekadkan keberanian anda untuk berkiprah di Mancanegara dan mengharumkan nama Indonesia. Selamat berjuang kawan kawan, semoga sukses menyertai anda .....

Kamis, 05 November 2009

Antara Kontraktor Kuwait Dan Indonesia

Baik di Kuwait maupun di Indonesia rasanya sama saja. Kita juga banyak bergaul dengan kawan kawan dari perusahaan atau kontraktor pendukung perusahaan Minyak Cap Manuk tempat saya bekerja. Di Chevron Minas atau Duri, kita banyak mengenal kawan kawan dari kontraktor juga dan semuanya baik baik, nggak cuma di lingkungan kantor saja tapi juga diluar kantor. Saya masih ingat teman baik saya pak Emir Syahrir, kalau saya pulang terlambat dan ketinggalan IOT (Inter Office Taxi), dengan senang hati beliau memberi tumpangan pulang. Ada juga kawan lain yang terlalu banyak kalau disebut satu persatu jasanya.

Di Kuwait, saya juga kenal baik dengan seorang expatriate. Dia bekerja di Al Abraj, sebuah kontraktor pendukung Perusahaan Minyak Cap Manuk. Saking baiknya, dengan sukarela saya dipinjami truk box dengan bensin penuh tinggal pakai. Saya memang perlu truk box untuk pindahan rumah dari Mangaf ke Egaila. Truknya sih gratis tetapi saya juga harus mencari tukang angkutnya juga karena barang yang harus saya pindahkan ke rumah baru sangat banyak. Akhirnya dapat juga tenaga bantuan untuk angkut angkut barang, semuanya Bangladeshi. Badannya kecil kecil, tetapi tenaganya sangat kuat, mereka sehari hari adalah tenaga cleaning service dan janitor dari kontraktor yang bekerja di Main Office dan ada juga yang dari Al Abraj.

Jumlah tenaga angkut angkut ada 6 orang plus seorang sopir. Biaya gratis, tapi jelas nggak sampai hati kalau tidak memberi tips sama sekali, lha wong mereka mondar mandir Mangaf ke rumah baru di Egaila sampai 3 kali mulai ngangkut barang naik keatas truk, menurunkan kembali dan menata semua perabot di rumah baru. Makan siang sengaja saya siapkan makanan favorit Bangladeshi, yaitu Mutton Biryani dan Papad, kerupuk tipis dan renyah khas India.

Pindahan dari rumah lama di Mangaf ke rumah baru di Egaila akhirnya bisa terlaksana dengan sukses pada hari Jum'at, 30 October 09 mulai jam 7:30 pagi sampai jam 14:00 siang dengan istirahat sekitar satu jam untuk sholat jumat dan makan siang dengan Mutton Biryani. Pindahnya sih cepet, yang lama adalah menata kembali semua perabot dan hiasan rumah yang berantakan seperti kapal pecah.

Tidak seperti di Chevron Pacific Indonesia dimana rumah perusahaan tersedia dengan jumlah cukup banyak, di Perusahaan Minyak Cap Manuk Kuwait rumah perusahaan sangat terbatas dan kita harus ngantri dulu untuk bisa menempati rumah perusahaan. Dan antrian saya sampai saat ini sudah di urutan 191, setiap bulan urutannya maju 2 lalu mundur 11 jadi nggak pernah dapat dapat rumah perusahaan.

Sebagai orang Indonesia untuk pindahan rumah tentu tidak lupa acara slametan, dan slametan ini diadakan hari Sabtu, 31 October 09 dengan mengundang seluruh engineer Perusahaan Minyak Cap Manuk yang tinggal di apartment Haiza, apartment Noora dan sekitarnya. Nasi tumpeng sebagai menu utama dan pengobat rasa rindu tanah air Indonesia tercinta.

Dari pengalaman beberpa kali keluar masuk perumahan dan apartment di Kuwait, saya bisa mengatakan bahwa harga sewa rumah/villa atau apartment di Kuwait jauh lebih mahal dibanding dengan di Indonesia. Dibawah ini adalah harga sewa bulanan rata rata villa/rumah dan apartment di Kuwait dari hasil pengamatan yang saya lakukan selama bulan September dan October 2009. Semuanya lengkap dengan Ruang Keluarga, Dapur dan Kamar mandi dengan luas yang sesuai dengan harganya.
  • Furnished 4/5 bedroom house/villa in good area KWD 650/month
  • Unfurnished 4/5 bedroom house/villa in good area KWD 500/month
  • Furnished 5 Luxury bedroom apartment sea view KWD 900/month
  • Furnished 2 bedroom house in good area KWD 500/month
  • Unfurnished 2 bedroom house in good area KWD 350/month
  • Furnished 2 bedroom apartment in good area KWD 300/month
  • Unfurnished 2 bedroom apartment in good area KWD 230/month
  • Room in shared apartment in good area KWD 115.00/month 

Sabtu, 31 Oktober 2009

Ihwal TKW Bermasalah

Dikutip Dari Kompas, 31 Oktober 2009 - Halaman 7
Ditulis Oleh : Faisal Ismail Dubes RI di Kuwait

Setiap tahun Kedutaan Besar RI Kuwait menampung sekitar 2.000 tenaga kerja wanita bermasalah yang kabur dari rumah majikan. Mengapa?

Sebagian dari mereka tidak betah bekerja karena beda tradisi dan kultur. Mereka mengalami gegar budaya. Sebagian lagi mengaku, upah mereka tidak dibayar majikan atau diperlakukan tidak wajar. Penyebab paling serius, mereka mengalami kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, dan pemerkosaan. Untuk menangani kasus-kasus berat, KBRI menyerahkan masalah ini kepada pengacara yang disewa.

Selingkuh dan kematian
Persoalan lain yang harus dihadapi KBRI adalah perselingkuhan antara sebagian TKW dan lelaki berkebangsaan lain. Diduga perselingkuhan terjadi saat mereka lari dari rumah majikan, lalu menjalin hubungan intim. Ketika hendak melahirkan, mereka datang ke penampungan di KBRI. Petugas KBRI membawanya ke rumah sakit. Kini, ada delapan bayi di penampungan, tanpa diketahui siapa ayah mereka. Bayi-bayi ini tidak dapat dibawa pulang ke Tanah Air bersama ibu mereka karena tidak memiliki akta nikah yang sah. Rumah sakit juga tidak mau memberi surat keterangan lahir. Akta nikah dan surat keterangan lahir diperlukan sebagai dasar memproses dokumen keimigrasian yang memungkinkan para bayi itu pulang ke Tanah Air bersama ibunya. KBRI sedang berkonsultasi dengan penasihat hukum untuk menyelesaikan kasus ini secepat mungkin.

Tidak mudah bagi pekerja wanita—sudah menikah atau belum—bekerja di negara asing.

Dalam tiga tahun terakhir ini, jumlah TKW yang meninggal agak meningkat, rata-rata 20-25 orang per tahun. Keterangan dari rumah sakit menyebutkan, mereka meninggal karena tekanan darah tinggi, darah rendah, jantung, asma, paru-paru, dan lainnya. Melalui Deplu, Depnakertrans, dan BNP2TKI, KBRI selalu mengirim pemberitahuan kasus kematian TKW kepada keluarga, apakah akan dimakamkan di Kuwait atau Tanah Air. Kebanyakan keluarga meminta agar jenazah dimakamkan di Tanah Air. Untuk itu, sistem cek kesehatan di Tanah Air perlu dibenahi sekaligus diperketat guna menghindari banyaknya kematian yang menimpa TKW. Diharapkan, TKW yang dikirim adalah benar-benar sehat, cakap, sudah mendapat pembekalan sekaligus pelatihan keterampilan kerja, serta orientasi tentang tradisi dan kultur masyarakat di negara tujuan.

606 TKW di penampungan
Hingga pertengahan Oktober 2009, KBRI menampung 606 TKW dengan segala kompleksitas masalah. Secara bertahap KBRI telah memulangkan mereka ke Tanah Air. Namun, karena yang datang lebih banyak (sehari rata-rata 10 orang), KBRI merasa kewalahan mengurus mereka. Akibatnya, terjadi penumpukan TKW bermasalah di penampungan. Permasalahan kian ruwet karena daya tampung terbatas, fasilitas kamar mandi dan WC minim. Gedung berlantai dua tempat menampung TKW dikhawatirkan runtuh karena harus menampung banyak manusia dan barangnya. Mereka tidur sekenanya dan amat tidak nyaman. Ketidaknyamanan fisik dan psikis ini bisa mengganggu kesehatan sehingga mereka mudah terkena tekanan mental dan stres. Mereka juga jenuh karena lama tinggal di penampungan.

Kini KBRI sedang bekerja sama dengan kepolisian untuk mempercepat proses sidik jari. Mereka yang tidak mempunyai kasus kriminal segera dipulangkan. Deplu dan instansi terkait sudah menyediakan dana bagi pembelian sekitar 600 tiket.

Kerja sama
Kerja sama perusahaan pengiriman tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) dan agen untuk menangani kasus dan masalah TKW harus sinergis. Butir-butir ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan dan kesepahaman antara PPTKIS dan agen harus dilaksanakan secara benar, adil, serta penuh tanggung jawab. Misalnya, dana Rp 2 miliar per tahun untuk biaya makan TKW bermasalah di penampungan seharusnya menjadi tanggung jawab agen, bukan dari anggaran Depnakertrans (negara).

Amat diharapkan, sistem perekrutan TKW oleh PPTKIS diperketat dan selektif. Mereka yang dikirim harus benar-benar berkualitas, bermotivasi tinggi, dan siap mental untuk bekerja di lingkungan yang bertradisi dan berkultur berbeda. Jangan sampai ada kesan, TKW bak komoditas dagang yang diekspor. TKW adalah manusia yang berperasaan, memiliki harga diri dan hak asasi yang harus dihormati.

FAISAL ISMAIL
Dubes RI di Kuwait

Selasa, 27 Oktober 2009

Awas Benda jatuh ....

Bertetangga dengan masyarakat dari berbagai Negara memang cukup mengasyikkan. Keramahan pada saat kita berjumpa sangat beragam sekali. Ada yang santun sekali pada saat kita berpapasan, ada yang cerewet suka ngajak ngobrol, ada juga yang juteknya minta ampun. Pokoknya komplit bak negeri kita sendiri Indonesia Raya. Yang jelas, nggak ada bedanya dengan di Indonesia, sifat manusia semua sama saja, ada yang baik, ada yang cemberut dan ada yang selalu gembira.

Di Mangaf, saya menyewa rumah yang cukup besar dimana Ground Floor saya tempati sendiri, 1st Floor disewa oleh orang Amerika dan 3rd Floor disewa oleh seorang Mesir. Yang Amerika ini ramahnya bukan main setiap berpapasan selalu ngajak omong tetapi yang dari Mesir ini luar biasa bandel. Selalu saja dia meletakkan barang yang menurut kita kalau kesenggol akan jatuh menimpa orang yang lewat dibawahnya. Pernah suatu hari dia meletakkan berderet deret pot bunga kecil didepan jendela lantai atas. Dan benar apa yang sudah kita perkirakan, salah satu pot bunga nya jatuh tapi untungnya tidak menimpa orang lewat. Si Amerika ini sangat concern sekali dengan masalah safety sehingga minta agar si Mesir tidak meletakkan pot bunga diatas jendelanya, kalau ada orang kejatuhan bisa terluka dan menderita katanya.

Apa yang terjadi, ternyata 2 hari setelah dinasehati si Amerika masalah safety, pot bunga kecil diatas berubah menjadi pot bunga raksasa. Kira kira kalau ada orang lewat kejatuhan tidak akan tersiksa dan menderita lagi tapi langsung mati, begitu kira kira pikirannya. Dan yang parah lagi, sekarang kalau njemur kasur cukup dari jendela saja. Hemat tenaga dan nggak perlu ngotong ngotong kasur kebawah

Jumat, 16 Oktober 2009

Halo , Saya Udah Nyampai Kuwait

Saat ini bulan Oktober 09, temperatur udara Kuwait sudah terasa enak, kira kira 30 Deg C, sama dengan temperatur udara sehari hari di Indonesia. Artinya aktifitas outdoor sudah bisa dimulain lagi. Udara nyaman seperti ini tidak akan lama, hanya dua - tiga bulan saja, setelah itu masuk bulan December akan dingin sekali serasa sampai menusuk tulang. Pada bulan December biasanya tempertatur udah bisa diskitar -5 - 10 derajat celcius. Terutama didaerah terbuka, wuih dinginnya sangat tidak enak, kering dan menusuk tulang.

Tanggal 16 October 09 ini seperti ritual tahun lalu kita semua yang tergabung dalam keluarga besar IATMI Kuwait mengadakan acara volley di pantai Fahaheel. Acara semacam ini selalu diadakan pada hari Jumat pagi sekitar jam 6:30 sampai 09:30 dan hanya pada saat pergantian musim panas ke dingin atau dingin ke panas saja. Acara menjadi agak lain karena kedatangan teman baru lulusan Chevron Geothermal bernama Jose yang baru menginjakkan kaki di bumi Kuwait sekitar 4 hari lalu.

Daripada bengong di Guest House KOC, daripada stress kaget dengan birokrasi yang mbulet, ybs mendapat kehormatan khusus dijemput menuju pantai Fahaheel untuk didaulat menjadi photografer blog sekaligus memperkenalkan diri kesemua keluarga besar IATMI Kuwait yang hadir. 'Halo ma, saya udah nyampai Kuwait, 3 bulan lagi saya jemput ya", "Vio dan Niska jangan berantem ya". Celetuk Yose.

Seperti biasanya, dalam acara olahraga dipantai Fahaheel ini juga disediakan sarapan pagi oleh ibu ibu berupa Nasi Uduk lengkap. Ada yang datang bergabung ada juga yang meninggalkan Kuwait, kali ini giliran pak Hani yang kita ucapkan selamat jalan untuk bertugas ditempat baru. Selamat datang Jose dan selamat jalan pak Hani, semoga anda semua sukses ditempat baru.

Selasa, 13 Oktober 2009

Pedagang Kaki Lima Di Kuwait

Untuk soal pedagang kaki lima, Kuwait boleh dikatakan masih Taman Kanak Kanak (istilah Gus Dur). Kenapa, ya karena baru ada sekitar pertengahan tahun 2008. Ketika pertama kali kita menginjakkan kaki di Kuwait, sama sekali saya tidak melihat adanya pedagang kaki lima. Sampai sekarangpun pedagang kaki lima yang ada cuma jualan air mineral, minuman kotak dan es krim saja. Semua bentuk gerobak sepedanya sama, artinya pengusahanya masih satu orang saja. Perhatikan gambar gerobak sepeda disamping, penjualnya jelas diimport dari luar negeri, entah dari India, Bangladesh, Mesir atau negara lain.

Pedagang kaki lima di Kuwait cara menjajakan dagangannya tidak berkeliling tetapi pasif menunggu pembeli ditempat tempat tertentu seperti di pantai yang banyak orangnya atau ditrotoar pinggir jalan. Karena jumlahnya masih sedikit sekali maka boleh dikatakan tidak mengganggu ketertiban umum tetapi malah sangat bermanfaat bagi umum yang memerlukan minuman pada saat kehausan sehabis berolahraga. Jelas sekali tampak lesu dan tidak bersemangat.

Bandingkan dengan pedagang kaki lima dari negara lain seperti gambar disamping ini. Meskipun jenis dagangannya sama air mineral, minuman kotak dan es krim tetapi penjualnya tampak aktif sekali dan bergairah. Mereka sudah lama mengenal cara berdagang kaki lima dan lebih ulet. Cara menarik konsumen pun sangat profesional dengan gerobak yang lebih berwarna warni dan pedagangnya juga mondar mandir kesana kemari menjajakan dagangannya. Tidak lesu seperti pedagang kaki lima di Kuwait.

Saat ini memang baru ada satu jenis pedagang kaki lima, yaitu penjual air minum saja, tetapi suatu saat nanti pasti akan lebih bervariasi lagi. Saya benar benar mengharapkan suatu saat nanti negeri ini akan lebih banyak warna paling tidak akan sama dengan negara lain disekitarnya dimana dengan mudah kita bisa mencari jajanan dari para pedagang kaki lima yang lezat dan tetap terjaga kebersihannya. InsyaAlllah ....

http://ardisfamily.blogspot.com/

Rabu, 07 Oktober 2009

Adakah Telepon Umum Di Kuwait ?

Salah satu kegemaran mas Ardi yang lain adalah photography. Tetapi obyek yang diambil seringkali asal jepret dan hasilnya benar benar tidak layak kalau dikatakan sebagai hasil jepretan seorang photographer. Yang membingungkan saya, kadang kadang ngajak pergi kemana mana hanya untuk mencari obyek photo yang menurut saya nyeleneh dan tidak layak untuk diphoto. Salah satu obyek photo yang selalu dikejar adalah "Bilik Telephone Umum". Dari jaman masih kuliah dulu sampai sekarang yang dibanggakan adalah photo photo "Bilik Telephone Umum".

Hampir semua telpon umum diseluruh kampung, kota dan negara yang pernah dikunjungi dijepret. Kalau cerita telpon umum, langsung semangatnya menyala nyala, "Kalau Telpon Umum Indonesia warnanya selalu biru tetapi saya nemu juga yang warna kuning, Di Inggris selalu merah tapi ada juga satu buah yang hijau, Di Russia selalu putih dst dst dst .....". Istri dan anak anaknya sampai sebel kalau disuruh jadi photo model didepan bilik telephone umum, akibatnya hampir semua photo telephone umum selalu saja photo modelnya membelakangi kamera.

Beberapa bulan terakhir ini kita bertiga 'Trio Kwek Kwek' sangat sibuk luar biasa keliling kota Kuwait sampai ke pasar pasar dan kantor Ministry of Telecommunication. Kita bertiga dapat tugas yang mustahil yaitu mencari "Bilik Telephone Umum" diseluruh Kuwait sampai ketemu. Kalau bisa menemukan "Bilik Telephone Umum" di Kuwait nanti mas Ardi akan datang khusus untuk jeprat jepret seperti biasanya. Sampai detik ini kita bertiga belum pernah menjumpai "Bilik Telephone Umum" di Kuwait. Tampaknya, telephone umum sangat tidak diperlukan di Kuwait karena keyakinan tinggi dari pemerintah bahwa orang Kuwait telah memiliki telpon selular sendiri sendiri. Buat apa dibuatkan 'Bilik Telephone Umum' mahal mahal, paling yang pakai expatriate India dan Bangladesh.

Tolong ya  informasinya kalau ada yang tahu tempat 'Bilik Telephone Umum' di Kuwait. Berhadiah, jadi photo model untuk blog ini.

Senin, 05 Oktober 2009

Keamanan, Cerita Tentang Sofa Dan Kereta Belanja

Satu hal lagi yang benar benar sangat berbeda dengan di Indonesia, yaitu soal keamanan. Dari koran lokal Kuwait yang sering kita baca seperti Arab Times dan Kuwait Times, jarang sekali ada pemberitaan tentang kasus pencurian atau pencopetan ditempat umum. Kasus kasus kriminal semacam ini selalu kalah dengan berita kecelakaan mobil yang hampir memenuhi setengah halaman sendiri.

Pemilik bakala (toko kecil kebutuhan sehari hari) dengan tenang bisa meletakkan barang barangnya diluar toko pada saat tokonya tutup tanpa khawatir barang dagangannya diambil orang. Pagi hari saya sering datang ke bakala ini untuk beli koran atau roti tawar, tetapi seringkali pemiliknya belum datang alias masih tutup. Tentu saya pulang lagi tanpa bawa apa apa. Tetapi lama lama saya mengetahui juga caranya setelah melihat dan diberitahu beberapa orang yang sering belanja pada saat bakala tersebut tutup, cukup ambil koran atau roti tawarnya dan tinggalkan uang seharga koran atau roti tawar tersebut di tempat yang telah disediakan. Si pemilik bakala dengan senang hati mempersilahkan kita ninggalkan uang ditempat terbuka yang telah disediakan tanpa khawatir sedikitpun uang tersebut diambil orang yang lewat.


Rumah kita kira kira berjarak 500 meter dari Sultan Center Whole Sale Center, semacam Makro, Hypermart, Giant atau Careffour kalau di Indonesia. Setiap hari disekitar rumah saya selalu saja saya jumpai kereta belanja yang ditinggal begitu saja di jalan. Kadang jumlahnya mencapai puluhan kereta belanja. Lama lama saya tahu juga, ternyata kereta tersebut yang membawa keluar area Sultan Center adalah customer yang jalan kaki tetapi belanjaannya cukup banyak. Naik taksi terlalu dekat dan sering nolak kalau dekat sekali. Petugas Sultan Center juga percaya bener nggak ada gunanya nyolong kereta belanja, sehingga silahkan saja kalau mau didorong sampai kerumah. ‘Tinggal saja dipinggir jalan, nanti kita yang ambil kembali’ katanya mantap.

Lain cerita lagi, rumah saya berada dilingkungan Kuwaitis. Tampaknya mereka cepat sekali bosan dengan barang yang telah dibeli dan segan untuk menjual barang yang menurutnya sudah tidal layak pakai. Beberapa saat lalu, sofa (tempat duduk) yang menurut saya masih cukup empuk dan baik dibuang dan diletakkan disamping tempat sampah didepan rumah kita. Bantalnya dibungkus plastik dan diletakkan disamping kotak sampah. Berhari hari sofa dan bantalnya tersebut nggak ada yang nyentuh atau mengambil, rupanya si pemilik lupa memberitahu bahwa sofa tersebut sebenarnya dibuang bukan dijemur. Setelah si pemilik mempersilahkan 'si Fulan' untuk mengambil sofa tersebut, si sofa juga tetap berhari hari teronggok ditempat itu, tetapi semua orang sudah tahu bahwa sofa tersebut sudah menjadi hak 'si Fulan'. Akhirnya 'si Fulan' punya waktu untuk membawa pulang sofa tersebut setelah 2 minggu dibiarkan dipinggir jalan kepanasan.
Langsung deh terbayang negeri tercinta Indonesia, kapaaan saya bisa menjemur/meletakkan barang dipinggir jalan tanpa ada yang ngambil, kapan saya bisa mendorong barang belanjaan kerumah tanpa dicurigai satpam dan kapan Indonesia bisa aman bebas maling, copet dan tukang palak ??.

Ardi's Facebook

Susy's Facebook

Pembaca Setia