Rabu, 05 Februari 2014

Lorong Cinta Di Monumen Yahudi Berlin

Ruang Bawah Tanah
Suasana Didalam Terasa Mencekam


Bagian Atas
Hanya Berisi Tembok Beton
Serasa Berada Di Kuburan
Bentuknya cuma kota kotak seperti peti mati yang berserakan. Ada yang tinggi dan juga ada yang rendah. Luasnya kira kira sebesar lapangan bola dan terletak ditengah kota Berlin, Jerman. Tepatnya sekitar 100 - 200 meter dari Brandenburg Gate. Bangunan mirip peti mati ini adalah Monumen untuk memperingati orang orang Yahudi yang dibantai oleh Hitler dan Nazi pada saat Perang Dunia II yang lalu. Nama resmi dalam bahasa Inggrisnya adalah Memorial To The Murdered Jews Of Europe dan sering disebut juga Holocaust Memorial. Arsiteknya Peter Aisenman dan engineernya Buro Hapold.

Belajar Sejarah
Anak Anak Sekolah

Bisa Untuk Loncat Loncat
Kebelet Pipis Bisa Juga Kencing Disini
Cari Saja Yang Paling Pojok

Bangunan unik ini otomatis membuat semua orang yang datang merasa trenyuh, mbrebes mili dan menangis tanpa harus diperintah. Kenapa bisa begitu ? Ya karena bentuknya seperti peti mati yang berserakan tadi. Kalau kita jalan lewat di lorong lorongnya, terasa sekali suasana yang beda, miris dan sedikit mencekam apalagi kalau pengunjungnya pernah baca cerita cerita pembantaian orang orang Yahudi di camp camp konsentrasi seperti Auscwitz - Birkenau (Polandia), Bergen - Belsen (Jerman), Dachau (Jerman) dan lain lain yang jumlahnya cukup banyak diseluruh Eropa, yaitu sekitar 70an.

Lorong Lorongnya
Banyak Orang Ngumpet Ciuman

Sungguh aneh bin ajaib kalau anda berada di monumen batu ini. Turis turis yang baru turun dari bus rata rata kalau ngomong jadi pelan sekali dan nyaris berbisik bisik dan kalau nggak perlu sekali malah nggak mau njawab kalau diajak ngomong. Saya nggak tahu kenapa semua turis dari berbagai macam negara didunia dan rata rata tidak tahu sama sekali penderitaan Yahudi saat itu bisa begitu melankolis, berbisik dan sedikit bergetar suaranya menahan tangis saat bicara dengan sesama turis satu busnya.


Masuk Lorong Diantara Batu Peti Mati Ini
Bisa Pipis Juga Di Pojok

Bagian bawahnya lebih mencekam lagi karena gelap seperti masuk kedalam lubang kubur. Isinya remang remang dan hanya berupa nama nama korban yang mati dibantai dan jumlahnya nggak bisa dihitung. Siapa mau menghitung nama nama orang mati. Kalau saya disuruh menghitung dan dibayar berapapun nggak akan mau, Syereeem. Saya nggak betah lama masuk didalam, nggak ada musik, gelap, mencekam dan kalau ketemu turis didalam juga nggak bersuara. Bahkan lebih banyak melihat turis turis yang terisak isak nangis. Padahal mereka nggak ada sangkut pautnya dengan orang orang yang mati tersebut, mereka dari Ghana, Lesotho, Mozambiq atau entah dari negara mana, yang jelas negara Afrika karena warna kulitnya hitam.


Nyandar Saja Ya Mas
Jangan Niru Niru Bule Ciuman Di Lorong

Mending diatas saja, jalan jalan di lorong melihat anak anak main petak umpet. Kalau nasib baik bisa melihat juga  bule ciuman dilorong lorongnya. Agak mojok sedikit ditempat paling ujung juga bisa melihat orang cari tempat sepi karena kebelet pipis. Terserah anda mau ngapain ditempat ini. Nggak ada yang jaga dan tempat ini dekat tempat parkir atau tempat berhenti bus turis. Jadi begitu turun dari mobil atau bus turis, bisa singgah masuk lorong sebentar, pipis kemudian jalan kembali menuju obyek wisata utama Brandenburg Gate, Rheistag dan lain lain yang jaraknya tidak lebih dari 100 - 300 meter saja dari monumen Yahudi ini. Gimana, mau pipis di pojok lorong atau mau niru bule ngumpet ciuman ?


Trotoar Menuju Brandenburg Gate
Paling Cuma 300 Meter Saja

Bisa Baca Sejarah Di Lantai
Sambil Jongkok

Ogah Ah Kalau Niru Niru
Bule Ciuman Di Tempat Kayak Beginian

Bagian Bawah Tanah
Yang Sedikit Lebih Terang
Tempat Bus Berhenti Menaik Turunkan
Turis - Dekat Dengan Brandenburg Gate

Lorong Diantara Peti Mati
Bisa Main Petak Umpet

Baca Juga :

Jumat, 31 Januari 2014

Gendarmenmarkt Ternyata Bukan Pasar

German Cathedral

Udara dingin di kota Berlin dan sudah beberapa hari ini jalan jalan basah karena seringkali hujan rintik rintik turun. Seperti biasa, saya dan anak anak lebih senang tidur di hotel daripada jalan jalan cuma melihat gedung gedung tua atau masuk museum. 'Sleeping Beauty' memang kerjaannya tidur melulu.

French Cathedral

Tapi, pagi ini saya dan anak anak langsung tersentak bangun karena suami mau mengajak jalan jalan ke Pasar. Dengar kata 'Pasar' langsung cling mata ngantuk bisa terbuka lebar. Memang, tidak ada tempat terindah dimanapun didunia ini selain masuk Pasar.
"Bangun.. bangun... Sleeping Beaty tidur mulu aja, sekarang jalan jalan ke Gendarmenmarkt"
"Apa itu ?"
"Markt ... Pasar...Gendarmenmarkt artinya Pasar Gendarmen"


Jalan Gendarmenmarkt

Denger nama Markt, langsung tuing...bayangan saya seperti Albert Cuyp Markt di Amsterdam. Ternyata salah besar. Gendarmenmarkt di Berlin Jerman ini cuma alun alun dengan 3 buah bangunan kuno berdampingan. Yang ditengah namanya Konzerthaus, mudah ditebak gedung tersebut adalah gedung pertunjukan musik atau konser, opera, drama atau yang lain karena di sekitarnya banyak sekali poster poster iklannya.


Konzerthaus

Sebelah kirinya German Cathedral (Deutscher Dom) dan sebelah kanan French Cathedral (Franzosischer Dom). French Cathedral ini dibangun tahun 1701 - 1705 oleh Huguenot Community. Designnya dibuat oleh Carl Von Gontard. Sedangkan German Cathedral dibangun tahun 1708, designernya Martin Grunberg dan tukang bangunannya Giovanni Simmonetti. 


Ini German Atau French
Cathedral - Sama Kan Bentuknya

Kenapa dua bangunan Cathedral tersebut bentuknya nyaris sama ?. Apa jaman dulu juga ada jiplak menjiplak design arsitektur ?. Ternyata, pada tahun 1785 German Cathedral mendapat sentuhan Carl Von Gonthard, designer French Cathedral sehingga bentuk kubahnya nyaris sama dengan French Cathedral.


Sama Saja Bentuknya
French Atau German Cathedral ?

Pada saat perang dunia II tahun 1945an, German Cathedral ini hancur lebur dan dibangun kembali setelah Jerman Barat dan Timur bergabung. Selesai tahun 1993 dan dibuka kembali tahun 1996, sehingga bentuk terakhir yang bisa saya lihat hari ini nyaris tidak ada beda sama sekali dengan French Cathedral didepannya.


Dilihat Dari Jalan Gendarmenmarkt

Lalu kenapa nama alun alun tempat ketiga bangunan tersebut pakai embel embel Markt ?. Saya juga nggak tahu, saya kelilingi jalan jalan disekitarnya nggak ketemu sama sekali sisa sisa pasar sama sekali. Yang ada cuma pertokoan, rumah makan dan segala macam toko souvenir kebutuhan turis. Mungkin saja awal abad 17 saat ketiga bangunan tersebut dibangun pertama kali, daerah ini berupa pasar tradisional. Saat ini sudah tidak terlihat lagi sisa sisanya.

Toko Pernak Pernik
Kerajinan Wanita

Sebagai tanda kecewa, saya berhasil juga menemukan toko penjual bahan bahan kerajinan wanita seperti kruistik, menjahit, cuilting dll. Toko inilah yang membuat saya betah di Gendarmenmarkt sampai berjam jam. Karena toko inilah anak anak dan suami cemberut dan pulang duluan ke Hotel.

Sepanjang Jalan Gendarmenmarkt Ini
Mungkin Dulunya Pasar

Restaurant Modern
Pasarnya Sebelah Mana Ya ?

Di Ujung Jalan Gendarmenmarkt

Baca Juga :

Jumat, 24 Januari 2014

Arab Nglencer Ke Indonesia

Pemandangan Dari Hotel
Villa Bintang 5 Dengan Private Swimming Pool
Sauna Dan Jacussi - Kapan Lagi

Dua minggu saya menemani anak anak remaja Arab, UK dan US ke Jakarta dan Bali. Tentu sebisa mungkin saya arahkan untuk berkunjung ke obyek obyek wisata yang menarik dan paling aman.  Apalagi, rombongan Arab yang saya bawa ini bukan termasuk golongan 'Turis Kere', 'Turis Pas Pasan' atau 'Backpackers'. 


Arab Sedang Ngantri
Flying Fish Di Tanjung Benoa

Bayangan saya, pasti semua turis Arab ini punya selera tinggi, kalaupun masuk tempat shopping pasti mintanya Mall Mewah. Oleh karena itu selama di Bali saya pilihkan hotel dan obyek wisata yang paling exclusive dan high class. Kalau bisa semuanya sudah tersedia di Hotel karena sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka. Ternyata meleset semua, selama di Indonesia seleranya Kere.

Diving Di Tanjung Benoa

Kode Artinya  Nggak Mau Mentas

PHOTO MODEL


Mam... Acting Please..
Arabpun Senang Kuliner Kaki Lima

Baik di Jakarta maupun di Bali, rombongan Arab ini maunya selalu jalan kaki, naik angkot, bajaj atau transjakarta. Mereka saya ikuti terus karena saya tidak menginginkan mereka dapat musibah dipalak atau dijambret orang selama di Indonesia. Tetapi, jalan kaki dengan jarak 100 meter saja bisa ditempuh dalam waktu lebih dari satu jam. Mulai dari Bajaj, Kios Ponsel, Warung Makan kakilima, gerobak sampah dan apapun yang disaksikan sepanjang jalan semuanya diphoto. 

Saya Ajak Ke Pasar Dibelakang Rumah
See The Camera Mam !!!

Berhenti 3 menit, photo lagi. Apesnya, saya yang dijadikan model photonya. 'Mam... acting please...'. Dan sekarang wajah saya bertebaran dan terpampang di Instagram, Tweeter dan Facebook anak anak remaja Kuwait. Lihat saja gambar selebritis atau photo model 'Khusus Gerobak Sampah, Kios dan Warung PKL'  hasil jepretan mereka disamping.

Tukang Ojekpun Diphoto
Pingin Coba Naik Ojek Tapi Saya Larang

SARIMIN DANCE

Kursi Sofa Ini Disingkirkan
Untuk Sarimin Dance

Rombongan Arab ini saya ajak ke Uluwatu untuk menyaksikan Tari Kecak sambil melihat Sunset yang sangat terkenal diseluruh dunia. Bayangan saya, kalau nggak lihat Tari Kecak atau Barong Dance tentu bukan ke Bali namanya. Tetapi ternyata nggak ada yang suka dan semuanya rewel minta segera balik ke hotel. Ternyata, di hotel mereka bikin acara sendiri malam itu juga, yaitu Joget Arab

Sarimin Dance Kayak Gini
Yang Ditiru Arab

Karena sehari sebelumnya mereka melihat atraksi Topeng Monyet didepan Mall Ambassador Jakarta, maka gerakan tari mereka lebih banyak menirukan gerakan Sarimin. Kira kira perpaduan antara gerakan tari Sarimin dan Hanoman seperti yang mereka lihat di Kecak Dance sore harinya. Sebagai bangsa Indonesia yang punya banyak sekali budaya dan tari tarian, saya ajarkan juga cara Salto dan Koprol biar lebih ancur Joget Arabnya.

Menunggu Sunset Di Uluwatu


ISTIGHOSAH


Di Kolam Renang Ini
Arab Ngumpul Istighosah

Di Tanjung Benoa, dua hari nonstop rombongan Arab ini mengikuti semua paket Water Sport, mulai dari Banana Boat, Diving, Sea Walk dan Fly Fish semua tidak dilewatkan. Kembali ke hotel, masih nyemplung lagi ke kolam renang. Tentu anda bertanya seperti apa suasana kolam renang kalau isinya Arab semua, iya kan ? 

Mau Istighosah Di Dalam Air ?

Ternyata cukup seru sekali dan diluar dugaan saya. Pada saat mulai nyemplung, keluarlah bahasa aslinya atau bahasa ibu, yaitu bahasa Arab. Suasana kolam renang yang semula sepi tiba tiba berubah seperti sedang ada acara Istighosah, Tahlilan atau Pembacaan Sholawat Tidak bisa dibedakan apakah mereka sedang bicara, bersenda gurau atau sedang baca doa. Inilah untuk pertama kali saya mendengar dan melihat dengan mata dan kepala sendiri suasana Istighosah / Sholawat atau Tahlilan di kolam renang.


Baca Juga :

Jumat, 17 Januari 2014

Gara Gara Hidung Pesek

Tour Guide Exclusive

Hidung saya pesek, semua orang juga tahu. Memang rata rata orang Indonesia hidungnya pesek semua. Saya sadar punya hidung pesek sejak tinggal di Kuwait 6 tahun lalu. Dibanding hidung tetangga tetangga saya memang terasa sekali hidung ane nggak ada apa apanya.


Baru Lihat Lihat Cara Buat Batik
Saya Masih Dicuekin

Tapi di Kuwait saya nggak pernah dapat masalah apapun dengan hidung saya ini, malah seringkali hidung 'hemat oksigen' ini menjadi kebanggaan saya satu satunya. Bagaimana nggak bangga, baru ketemu tetangga Arab Kuwait saja langsung disapa dengan ramah "Indonesie.... Are You Indonesie ?". "Come...come...".


Tahu Cara Buatnya
Langsung Mborong Tenun

Di Indonesia lain lagi ceritanya. Beberapa minggu lalu saya membawa rombongan remaja Kuwait, UK dan US ke Indonesia. Jelas hidung ane terlalu ambles kalau dibanding mereka. Saat ngantri passport di Soekarno Hatta, hidung saya yang dilihat petugas imigrasi pertama kali. Rombongan Arab yang saya bawa dipersilahkan ngantri di jalur khusus 'Other Nationalities' dan selesai dalam waktu 3 menit saja. Sedangkan saya diusir ke jalur antrian 'Indonesia' yang panjangnya bukan main hanya gara gara hidung saya beda dengan mereka. 

Di Ruang Sopir
Nggak Boleh Nambah


Berbagai cara pernah saya lakukan untuk memperbaiki penampilan dan nasib kalau saya pulang ke tanah air. Pakai perhiasan warna emas, kiri kanan nenteng tas Louis Vuitton, kaca mata hitam dinaikin ke jidat, rambut disemir pirang biar dikira bule, sewa mobil Toyota Alphard mewah biar dibukain pintu saat turun di Mall/Hotel dan lain lain. Tapi tetap saja selalu gagal meyakinkan bangsa sendiri dan tetap saja hidung saya dulu yang diperhatikan.

Sebelum Diusir Ke Ruang Makan
Khusus Sopir Dan Tour Guide


Apalagi seperti saat ini saat saya mengajak Arab yang hidungnya lebih mancung dari saya. Ada saja kejadian kejadian aneh yang bersumber dari hidung. Celakanya, suami saya sendiri mengatakan "Dik, kamu lama lama kok kayak Londo Celup ?" saat saya tunjukin warna pirang rambut baru saya. Artinya, suami sendiri memperhatikan korelasi warna rambut pirang dengan hidung saya.


Arab Sukanya Grill
Kali Ini Biar Ngrasain Kecap

Di Bali, saya mengajak makan rombongan Arab, UK dan US ini untuk makan siang di sebuah restaurant di Kintamani. Karena tamu tamu saya ini tidak tahu sama sekali menu makanan Indonesia maka saya bantu untuk mondar mandir memesan makanan dan minuman. Begitu semua makanan dihidangkan diatas meja, si pelayan restaurant melihat hidung saya sekilas, mencolek dan berbisik ke saya :

"Mbak, makanan untuk mbak sudah siap juga diruang bawah"

Karena tidak tahu maka saya ikuti saja pelayan tersebut. Ternyata saya harus makan di ruang makan khusus untuk Sopir dan Tour Guide.


Gue Paksa Arab Makan
Durian Ternyata Mau Juga

Di sebuah toko kerajinan di Ubud, rombongan Arab yang saya bawa memborong batik dan berbagai souvenir khas Bali. Tentu saya juga ikut menjelaskan semua pernak pernik Bali yang ditanyakan. Setelah rombongan Arab membayar di Kasir dan satu persatu masuk kedalam mobil, tiba tiba saya dipanggil oleh seorang wanita berseragam yang ternyata karyawan toko tersebut.


Pegel Saya Nungguin Arab
Belanja Di Toko Ini
Nggak Ada Yang Ngasih Tip Pula

Dia mengucapkan terima kasih telah mengunjungi tokonya, terima kasih juga tourist yang saya bawa telah berbelanja cukup banyak dan sebuah amplop diselipkan ke tangan saya. Ketika saya buka di mobil ternyata isinya uang Rp 50.000. Lumayan, kali ini hidung pesek saya membawa berkah.


Baca Juga :

Kamis, 16 Januari 2014

Nonton Liga Indonesia Dan Bayern Muenchen Di Arab

Photo Dulu Sebelum Sarapan

Spanduk Liga Sepak Bola
Indonesia Di Kuwait
Nonton sepak bola di Kuwait memang sangat seru. Saat musim dingin seperti sekarang ini memang aktifitas luar ruangan semakin semarak. Contohnya  acara tahunan Liga Sepak Bola Indonesia di Kuwait. Saat belum ada satupun pemain bola yang datang, penonton sudah penuh sesak ngantri makan. Ajang Liga Sepak Bola Indonesia memang sangat menarik dan lain daripada yang lain karena anda bisa beli dan makan lontong sayur, gudeg dan berbagai masakan khas Indonesia dipinggir lapangan. Banyak ibu ibu yang memanfaatkan untuk berdagang saat ada acara semacam ini. Di Liga Sepak Bola inilah kita bisa  menonton pemain sepak bola yang kekenyangan.

Nonton Bola Atau Cari Sarapan ?
Yang Penting Ngantri Sarapan

Bawa Karpet Dan Tikar Buat Lesehan
Berapa Score ? Lho Kok Udah Bubar ?

Penonton Kuwait SC
Lawan Bayern Muenchen
Nonton bersama sepakbola di dalam ruangan juga tidak kalah menariknya. Sulit sekali membedakan apakah kita sedang nonton bola atau sedang pengajian. Silahkan baca : Nonton Bersama Sepak Bola Di Kuwait. Kalau ada pertandingan Piala Dunia atau Piala Eropa juga nggak kalah sibuknya mempersiapkan segala sesuatunya, mulai cari pinjaman TV besar sampai pembagian tugas siapa yang harus pesen lemper. Baca : Nonton Bersama World Cup



Stadion Kaifan - Dekat KBRI


Score Board Dimatikan
Mulai Score 0 - 2
Di stadion Kaifan juga sedang ada pertandingan akbar antara Kuwait SC dan Bayern Muenchen. Saya beli tiket Kelas Kambing, yang termurah seharga KD 5 dan dapat tempat duduk di tribune belakang gawang. Begitu duduk, langsung terdengar suara gemuruh stadion yang lain daripada yang lain, yaitu suara rebana yang ditabuh supporter Kuwait. Bukan suara genderang atau drum seperti yang sering kita dengar, tapi rasanya sedang menyaksikan konser musik irama Gambus atau kalau di Gresik namanya kesenian Hadrah. Tentu dengan teriakan teriakan penyemangat dalam bahasa Arab yang menurut saya nggak ada bedanya dengan orang yang sedang Shalawat atau dzikir.

Score Board Hidup Lagi Satu Menit
Saat Score 5 - 0

Bonek Pendukung Bayern Muenchen

BONEK
Babak pertama cukup seimbang karena pemain inti Bayern Muenchen belum turun.Tetapi begitu satu persatu pemain inti turun ke lapangan, permainan jadi seperempat lapangan saja. Saat kedudukan 0 - 2 untuk Bayern Muenchen, mendadak Score Board TV langsung dimatikan. Semakin banyak kebobolan, score board semakin nggak hidup hidup. Sempat hidup sebentar, tapi terlambat kedudukan sudah 0 - 5 untuk Bayern Muenchen setelah itu dimatikan kembali. Sampai bubaran, score board tetap saja mati dan kedudukan berakhir dengan 0 - 8 untuk Bayern Muenchen. Nggak ada berita besar di koran, cukup seuplik saja disudut bawah halaman olah raga. Tidak ada juga siaran ulang di TV, padahal acara olah raga besar seperti ini biasanya selalu disiarkan TV. Hilang sudah kesempatan  tertangkap camera dan masuk TV Kuwait seperti tahun tahun lalu. Ini hanya gara gara kesebelasan Kuwait kalah telak 0 - 8.

Pulang Nonton Bola
Brrr, Dingin Sekali - 8 C Jam 21:00

Baca Juga :