Jumat, 13 Februari 2015

Old Portsmouth Walking Tour 1

The Still & West Country House
Tembok Kanan Adalah Pagar Bath Park
Sebelah kiri The Spice Island Inn (Tidak Terlihat)

Sudah lebih dari 30 negara pernah saya kunjungi dan saya bisa menilai betapa besar, kaya dan hebat negeri kita Indonesia, obyek wisatanya buanyak. Negara negara kecil seperti Singapore dan negara negara Europe saya akui memang lebih cerdik dan pintar dalam hal menjual pariwisatanya. Semua titik, semua tempat, semua lokasi, got, parit dan apapun diberi nama yang bagus bagus, dituliskan sejarahnya dan dijual. Di Indonesia, kayaknya kurang PD kalau memberi nama suatu tempat tapi lokasinya berdekatan. Contohnya : Tugu Monas, Lapangan Monas, Air Mancur Monas. Semua memakai nama 'Monas' yang sama sehingga turis asing langsung bisa menebak lokasinya sama. 


The Spice Island Inn
Semua Bangunan, Rumah, Taman Di Daerah Ini
Berada di Spice Island Padahal Bukan Pulau Sama Sekali

Di negara negara Europe cukup populer istilah Walking Tour. Ada yang 2 jam, 3 jam atau 4 jam dan sudah tentu semakin lama semakin mahal ongkosnya. Brosur brosur pariwisata dan juga applikasi smartphone mudah didapat atau download juga. Bagi turis yang belum pernah ke tempat wisata tersebut biasanya membayangkan lokasinya sangat berjauhan dan melelahkan karena nama nama lokasi tidak sedikitpun ada kesamaan sama sekali seperti nama nama di Tugu Monas diatas.

Ada Dua Papan Keterangan
Portsmouth Point Dan Spinnaker Tower
Lokasi :  Bath Park - The Spice Island
Nah, sebagai contoh photo photo disamping ini saya ambil di Portsmouth. Biar lebih menjual, maka namanya dibuat menarik menjadi Old Portsmouth. Sebenarnya nggak perlu walking juga bisa, cukup merangkak karena semua obyek radiusnya cuma sekitar 30-40 meter saja. Untuk Walking Tour di Old Portsmouth ini turis akan dibawa ke :


The Spice Island
Tour guide akan menjelaskan pada jaman dulu perdagangan rempah rempah masuk melalui tempat ini. Sangat ramai sekali dan prostitusi marak di pelabuhan ini. Rumah rumah disekitar sini dulu adalah 'brothel', rumah bordil yang terkenal sebagai tempat menghambur hamburkan uang para saudagar rempah. Sekarang yang masih tersisa dan masih sama seperti jaman dulu hanya The Spice Island Inn. Setelah itu seluruh turis diminta photo dengan latar belakang The Spice Island Inn. Kalau ada yang kritis dan tanya dimana 'Island'nya maka cukup dijawab 'No, No island. It's only the name. The island of paradise where the rich men meet with the hooker'

Point
Sejarah Digambarkan Secara Visual Mulai Tahun
1700an Sampai Sekarang

The Bath Park
Sebagai orang Indonesia yang negaranya sangat besar dan luas, bayangan saya Park itu seluas Taman Monas. Ternyata cuma sebesar rumah RSS type 36 saja. Untuk menuju tempat ini cukup jalan 10 meter saja. Mau lebih cepat loncat saja pagar tembok. Konon katanya rempah rempah dari Maluku diturunkan ditempat ini. Sekarang isinya cuma tempat duduk batu mengelilingi meja batu besar. Kayaknya sih cocok untuk ngelamun memandang laut kalau lagi patah hati.

Spinnaker Tower
Sejarah Mulai Dibangun, Alasan Dan Dana Pembangunan
Turis Kere Nggak Perlu Bayar Tour Guide

Spinnaker Tower
Lokasi nggak pindah masih di Bath Park, hanya bergeser sekitar 5 meter saja. Kalau sebelumnya duduk di kursi batu sambil mendengarkan tour guide ngoceh, sekarang berdiri didepan papan keterangan berwarna biru sambil baca sendiri sejarah berdirinya Spinnaker Tower. Sudah tentu si tour guide nggak perlu cerita terlalu banyak karena semua turis sibuk jeprat jepret photo dengan latar belakang Spinnaker Tower, nggak usah saya tulis disini sejarahnya, menara ini anggap saja 'Monas'nya Portsmouth. Lokasi menara jauh dibelakang tapi untuk photo photoan memang bagus sekali dari The Bath Park ini. Mau mendekat, bayar lagi paket 4 jam.


Bath Park
Nggak Ada Tanaman, Batu Doang Untuk Duduk Duduk

The Point
Kereeen namanya. Untuk menuju tempat ini cukup geser kekanan dua langkah saja. Baca saja sejarahnya melalui papan keterangan biru didepan anda. Perhatikan juga photo kuno tahun 1700an, 1800an, 1900an dan saat ini. Kalau nggak tahu tanya saja tour guidenya. Ternyata, ini adalah titik dimana kita bisa memandang Spinnaker Tower. Pada jaman dulu digunakan juga sebagai titik pandang bagi para WTS kalau ada kapal saudagar rempah mau berlabuh. Ceileeee ....abang datang.

Semua Titik Diberi Nama Dan Punya Sejarah
Cukup Dengan Photo Photo Kuno
Orang Bisa Melihat Perjalanan Sejarah Toilet Juga

The Still & West Country House
Nah, terakhir setelah perjelanan yang 'melelahkan' (baca : tidak lelah sama sekali), semua turis digiring ke The Still & West Country House. Saya kira tempat apa, ternyata rumah makan kuno sudah ada sejak tahun 1700an. Semua mencoba 'makan' makanan yang terhidang ala kadarnya. Konon menu dan resep makanan tidak berubah  sejak jaman baheula dan diturunkan turun temurun. Kalau mau makannan yang lain bayar sendiri. Susah nolaknya lagipula, malu maluin bangsa Indonesia kalau sampai nggak ikutan makan. Jarak dari The Bath hanya 5 meter saja nyeberang jalan.


Gimana pendapat anda, pinter sekali kan cara pemasarannya ?.  Benar nggak istilah 'Walking Tour' tsb ?. bagi saya 'walking di radius 30 meter itu bukan 'walking' namanya. Saya sudah terbiasa 'walking' di area Borobudur yang luas sekali. Bisa bayangkan tidak berapa uang masuk kalau wisata dibuat kecil kecil seperti ini. Tunggu cerita berikutnya tentang paket Walking Tour yang lebih lama, 3 jam. Di Indonesia mah kalau cuma 3 jam baru nyampai tujuan sudah habis waktunya.


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.