Senin, 23 Februari 2015

Church Street - Tanah Abangnya Kota London

Church Street Market
Banyak Tas Dengan Merk Terkenal Tapi KW 3
Murah Meriah

Lama tinggal di negara orang membuat saya kangen dengan suasana dan kehidupan sehari hari di tanah air. Rasanya pingin sekali saya mengunjungi kembali Pasar Menteng Pulo, Pasar Tebet atau Pasar Tanah Abang tempat saya dulu biasa berbelanja kebutuhan sehari hari. Harap maklum saja, saya ini wong ndeso yang sehari hari selalu lewat dan belanja di pasar pasar tradisional tersebut. Yang bikin saya rindu pasar di sekitar rumah saya di Jakarta tersebut apalagi kalau bukan karena kumel, becek, semrawut, amburadul, macet dan baunya itu lho yang ngangeni. Perpaduan antara bau anyir daging segar, buah buahan busuk dan sedikit semilir bau pesing. Untungnya di London buanyak sekali pasar kumel dan butut seperti di tanah air. 


Makin Siang Makin Ramai
Jam 5 Sore Sudah Tutup

Salah satu pasar kumel dan butut yang cukup ramai di kota London berada di Church Street. NW-8 City Of Westminster. Kalau anda naik Big Bus Tour, turun saja di Marble Arch. Ikuti saja Edgware Road (A5) kira kira 1,5 Km ke arah Maida Vale Road. Atau bisa juga naik Undeground Tube dan turun di Bakerloo Subway Station. Hanya sekitar 250 meter saja jalan kaki dari Bakerloo Station, pokoknya kalau tiba tiba anda merasa berada ditengah tengah pasar Tanah Abang berarti sudah nyampai ke pasar Church Street.  

Tinggal Pilih
Jangan Lupa Nawar Biar Dapat Harga Murah

Jangan naik mobil, jalannya penuh lapak pedagang kaki lima. Kalau sampai mobil anda nyenggol lapak, saya bisa pastikan anda akan dikeroyok preman pasar. Jangankan naik mobil, jalan kaki saja saya sering dicegat preman dan dimintain duit hanya karena penampilan seperti pengusaha  sukses. Saat itu saya bawa camera dan cuek jeprat jepret kesana kemari. Kalau anda ke Pasar Church Street ini saya sarankan pakai sandal jepit, jaket kumel dan wajah sebisa mungkin terlihat memelas atau bahkan sebisa mungkin terlihat sangar. InsyaAllah nggak ada preman yang berani mendekati anda.


Mau Beli Sabuk Merk Pierre Cardin, Hugo Boss
Semua Ada - Tapi Jelas KW3

Pasar ini tidak ada di brosur brosur pariwisata, jadi jarang turis yang kesasar di pasar Church Street ini. Ada perasaan emosional yang sama dengan di tanah air saat memasuki pasar ini. Saat belanja atau jalan melihat lihat dagangan, saya bisa mendekap tas dan dompet erat erat takut kecopetan. Saya juga bisa sedikit takut melebihi sensasi saat nonton film horror kalau ada preman yang ngikuti dan memaksa minta duit. Cara preman Inggris minta duit sama saja dengan di Jakarta, kadang ngikuti dibelakang dan kadang tiba tiba mendahului dan berhenti didepan saya dan berusaha menghalangi langkah saya. Pokoknya asyik, mirip suasana di Tanah Abang.


Lebih Parah Dari Jalanan Di Pasar Tanah Abang

Tapi preman Inggris kayaknya kalah nekat dibanding preman preman di Indonesia. Mereka semua tangan kosong tidak ada yang berani mengancam apalagi bawa senjata tajam. Mereka kayaknya takut terlihat orang banyak saat beraksi. Kalau sampai ketahuan polisi sedang malak pengunjung/pedagang atau ketahuan nodong pakai senjata tajam, pasti habis dan langsung bubar masa depannya.  Gimana ? Lain kan dengan preman kita yang gagah berani kemana mana bawa pisau, clurit dan badik ?. Saking nekatnya terkadang Polisipun kalau perlu dimintain rokok atau uang rokok.

Berantakan Dan Bau Pasar Yang Khas
Bikin Rindu Kampung Halaman


Koper Koper Murah Berdampingan
Dengan Penjual Buah


Gaun Model Ashanti, Luna Maya
Juga Ada


Barang Kulakkan Baru Diturunkan
Barang Dionggokkan Begitu Saja Dipinggir Jalan
Kalau Hujan Turun Tinggal Ditutupi Plastik


Berantakan
Ada Kardus Kosong, Botol Plastik Dan Kulit Buah


Baju Anak Anak Model Cinderella
Awas, Anak Anak Bisa Merengek Nggak Mau Pergi
Kalau Nggak Dibelikan


Ada Yang Jual Baju, Kaos Dan Rok
Beli Tiga Gratis Satu


Gerobak Dorongnya Asal
Disurukkan Dipinggir Jalan


Baca Juga :

11 komentar:

  1. barang2 nya banyak, tapi koq nggak kelihatan ada yg beli ya bu?
    photo preman nya juga nggak ada :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan dibandingkan dengan Indonesia. Pasar dan pembeli terbesar itu jelas adanya di Indonesia, India, China dll.
      Semua pasar dimanapun di Eropa nggak ada yang seramai Tanah Abang.
      Di tempat tempat wisata di pusat kota London saja yang terlihat ramai. Kalau di daerah sekitar pemukiman sepi kayak kuburan. Apalagi sepanjang musim dingin.

      Photo photo preman, gelandangan, prostitusi, bencong, maling, copet harap tunggu tulisan tulisan saya berikutnya, Jangan kuatir, akan saya laporkan semua.

      Hapus
    2. Sip mbak … tak tunggu laporan berikutnya.
      BTW sdh hijrah lagi ya? rasanya dulu di Belanda, sekarang ke Enggres …

      Hapus
  2. Yang ditulis cuman tempat tempat kumuh. Tulis juga yang bagu bagus dong. Malu maluin kita yang sekolah dan tinggal di UK dan Europe,biarin aja orang Indonesia ditanah air menganggap UK bersih, indah dan menarik ngapain sih. Syirik amat....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hooh....jadi tahu semua ya. Emak, bapak, teteh, neneng di kampung halaman ngertinya kita yang di UK hidupnya enak jalan jalan ke tempat wisata terus. Kwa ka ka.

      Hapus
    2. yang saya suka dari tulisan ibuk itu ibuk jujur berdasarkan fakta yg di lapangan bukan kayak di blog lain yang isinya inggris bersih rapi gombal blablabla semua biar org kita itu sadar kalo sebenarnya yg nama nya tempat kumuh itu ya dimana2 juga ada gk bersih2 aja terus kyk dibrosur paket tour

      Hapus
    3. Nanda ketahuan banget mental inlader pemuja bule akut wkwkwk gk terima kalo negara bule di kritik dikit aja heran negara sendiri malah di hina ckckckck

      Hapus
  3. Ya udh buk besok kalo ibuk dipalakin lagi suruh aja premannya ke indonesia modal tiket bisa jadi artis masuk tv lebih halal lgi rejeki nya hihi

    BalasHapus
  4. Saya 12 tahun di UK nggak pernah lihat tuh pasar kayak gitu. Cari sensasi aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ente mah TKI Pembantu Rumah Tangga kagak pernah keluar rumah, tiap hari dikekep majikan. Mana tahu tempat tempat pasar begituan....

      Hapus
  5. Semodern kota manapun didunia pasti ada pasar kumuh, barang bekas.
    Beberapa teman kerja saya org UK jg bilang begitu, hampir sama dgn Indonesia, preman, gelandangan ( homeless ), pengemis ada juga. Bedanya di TV atau media di Inggris nyaris tidak pernah di expose, kalau di kita ada potret kemiskinan di ibukota yg di expose terus, berbagai tv swasta sering meliput. Pengalaman Bung Ardi ini peliput sejati atas dasar nurani, bukan cari sensasi, positif thinking aja.

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.