Sabtu, 07 Februari 2015

Portsmouth, Kota Atau Kuburan

Albert Road Portsmouth
Mirip Ruko Ruko Di Tegal, Pematang Siantar Atau Klaten

Sudah beberapa minggu ini saya terdampar di Portsmouth dan sebisa mungkin harus betah dan bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Barangkali anda akan berdecak kagum, 'Portsmouth boo, kereen, hebaaaat'. Tunggu, jangan komentar apa apa dulu. Sebelum berangkat dan tiba di kota ini, bayangan saya seperti anda. Portsmouth adalah sebuah kota yang ramai, maju dan penuh dengan gedung gedung tinggi yang modern. Ternyata saya keliru, Portsmouth adalah kota kecil semacam kota bahari. Jangan membayangkan seperti Surabaya yang penuh dengan gedung pencakar langit. Di Portsmouth gedung tinggi bisa dihitung dengan jari tangan kiri, nggak perlu anda mengacungkan tangan kanan apalagi jari kaki anda, terlalu banyak kalau dihitung dengan semua jari tangan dan kaki. Katakan saja kota ini setara dengan kota bahari Tegal.

Albert Road
Bisa Nyeberang Sambil Koprol Di Jalan


Kalau anda buka wikipedia, anda akan tahu juga bahwa penduduk Portsmouth cuma 205.400 orang (Source : Portsmouth - Wikipedia) atau hanya seperempat penduduk Klaten yang jumlahnya sekitar 1.129.862 orang (Source : Klaten Regency - Wikipedia). Artinya, untuk mengatur kota dengan penduduk sekecil itu dan membuat kota bersih dan maju, cukup datangkan saja Lurah dari Indonesia. Nggak perlu orang sekualitas Walikota atau Gubernur. Indonesia punya jutaan Lurah yang berpengalaman ngurusi penduduk dengan jumlah segitu.

Waverley Road
Mau Salto Dan Jungkir Balik Di Jalan Juga Bisa


Jadi bisa kebayang kan perbandingan kesibukan antara Lurah di Indonesia Vs City Major di Inggris. Saya katakan semua kota di Inggris, bukan Portsmouth saja. Hampir semuanya nggak ada penduduknya kecuali London dan Manchester saja. Kebayang nggak betapa enaknya jadi Walikota di kota kota di Inggris. Ngatur kota bisa tenang nggak banyak di demo warganya. Lalu lintas sangat sepi kalau dibanding kota kota di Indonesia. Nggak perlu mengerahkan ribuan polisi untuk jaga diperempatan jalan. Nggak perlu terlalu repot ngurusi kemauan berbagai macam ormas atau suku seperti Betawi, Batak, Madura, Jawa, Sunda, Ambon dll. Coba kalau sebaliknya, City Major Portsmouth disuruh ngurus Klaten misalnya, bisa klenger dia menghadapi permasalahan warga yang begitu kompleks.

Toko Dan Restaurant Di Albert Road
Umumnya Restaurant  Delivery Atau Take Away
Jarang Yang Bisa Makan Di Tempat


Silahkan melihat photo photo pada gambar diatas dan simpulkan sendiri. Ini kota atau kuburan ?, kalau kota kemana penduduknya. Kalau kuburan kenapa besar sekali ?. Saya bukan lurah dan tidak punya pengalaman jadi Lurah sama sekali. Meskipun saat ini hanya seorang ibu rumah tangga, saya merasa 'cincai' ngurus kota sepi seperti ini. Jangan meremehkan saya, meskipun pengalaman saya cuma Arisan dan Shopping, saya merasa sanggup ngatur kota dengan penduduk hantu seperti ini.

Sepanjang Hari Jam Berapapun
Pemandangan Ya Seperti Ini. 
Tapi, bagaimanapun juga .... meskipun sepi saya harus betah tinggal di kota ini. Kemana mana transportasi bus banyak dan tidak susah sama sekali. Mau pulang jam sepuluh malampun masih ada bus lewat dan nggak perlu khawatir sama sekali meskipun penumpang bus hanya beberapa gelintir orang. Tunggu saja cerita cerita lain tentang kota Portsmouth dan kota kota lain di Inggris. Saya masih akan lama tinggal di Portsmouth dan keluar masuk negara Inggris ini. Salam.

Photo Ini Diambil Jam 2 Siang
Toko Buka Jam 10 Dan Tutup Jam 5 Sore


Coba Tebak, Ini Kota Mana ?
Klaten, Pematang Siantar Atau Padang Sidempuan


Albert Road Adalah Malioboronya
Kota Portsmouth


Ruko Ruko Kuno Semua
Apa Bisa Untung Ya Dagang Di Portsmouth


Seperti Kota Mati
Tapi Sebenarnya Semua Toko Buka
Karyawannya Paling Cuma Dua Orang


Saya Mau Pamer Photo Di Pertokoan Albert Road
Tapi Kok Seperti Di Glodok Ya


Mobil Yang Parkir Banyak
Jangan Jangan Sopirnya Hantu Nggak Pernah Kelihatan
Baca Juga :

4 komentar:

  1. Mbak susi aku seneng banget bisa baca baca blog nya mbak susi..walaupun aku ga pernah keliling dunia,,tpi dgn aku bisa baca blog ini,,aku serasa udh keliling dunia...seneng deh...

    BalasHapus
  2. Jlnnya kecil n jelek.. Gak punya duit buat bkn jln yg bgs Kali ya?

    BalasHapus
  3. Oh alah Portsmouth iku sepi koyok bonk (kuburan Cino)

    BalasHapus
  4. Hahaha... Bahasa penulisannya menarik dan lucu. Seneng deh nemu blog ini... Thanks for sharing :D

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.