Rabu, 11 Februari 2015

Lagoan Isles, Negara Kepulauan Ditengah Kota

Kerajaan Lagoan Isles
Negara Kepulauan Terkecil Di Dunia


Anda tentu sudah mengenal Vatican, sebuah negara kecil yang terletak didalam kota Roma, Italia. Negara ini namanya Microstates, resmi diakui PBB dan dunia. Tapi banyak juga negara negara micro yang muncul karena joke, tidak puas dengan pemerintah lokal atau alasan lain. Negara negara seperti ini namanya Micronations dan jumlahnya cukup banyak, ada beberapa yang sah secara hukum dan diakui secara lokal saja (mungkin mirip Keraton Yogyakarta dengan skala yang lebih kecil). Anda bisa baca daftar lengkapnya melalui link :  List Of Micronations atau Micronations : The Lonely Planet Guide To Home Made Nations. Dari sekian banyak negara micro tersebut yang pernah saya kunjungi cuma Republic Of Kugelmugel di Vienna, Austria dan terakhir ini Grand Duchy Of The Lagoan Isles di Portsmouth, England.                            

Penduduk Lagoan Isles
Mengamati Negara Dari Wilayah Inggris


The Grand Duchy Of Lagoan Isles ini luasnya hanya 0.043 Km Persegi dan terdiri dari 3 pulau (Island) utama dan beberapa pulau kecil lain yang terkadang bisa muncul dan terkadang bisa tenggelam tergantung pasang surut permukaan air kolam. Jumlah warga ngakunya 30 orang (tahun 2006) tapi kenyataannya cuma bebek , angsa dan tupai. Jumlah 30 orang warga yang di claim ternyata jumlah anggota/warga lokal Portsmouth yang mendukung pembentukan negara merdeka, bebas dari pembayaran pajak dan segala macam tetek bengek dengan aturan pemerintah kota Portsmouth..

Baffin Pond Atau Kolam Baffin Di Taman Kota Portsmouth
Yang Bernama Baffin Park
Grand Duchy Of Lagoan Isles
  • Bentuk Negara       : Monarchy Constitutional
  • Grand Duke           : Louis Robert Harold Stephens
  • Prince Regent         : Michael Bates
  • Prime Minister        : Johannes Siegel Claimant
  • Merdeka                : 16 Agustus 2005
  • Luas Negara          : 0.043 Km Persegi
  • Semboyan Negara  : The Water Of Love Surrounds Us (As Ondas Do Amor Cercam Nos)
  • Lagu Kebangsaan   : God Save Our Islands Tree
Baca sendiri keluarga kerajaan melalui website resmi Grand Duchy Of Lagoan Isles ini.

Bendera Negara Berkibar Gagah Ditengah Pulau
Dengan Latar Belakang Ruko Penduduk
Di Wilayah Inggris


Keren kan 30 orang saja bisa mendirikan negara merdeka ?. Definisi Island di kerajaan ini sangat berbeda dengan definisi orang Indonesia. Kalau orang Indonesia mendefinisikan Island atau pulau sebagai daratan ditengah laut, tapi Kerajaan Lagoan Isles ini mengartikan island sebagai daratan ditengah kolam kota Baffin Pond. Ya benar, nama kolam ditengah taman kota ini Baffin Pond, luasnya kira kira sebesar lapangan sepak bola atau paling banter seperempat lapangan Monas. Pulau terbesarnya kira kira berdiameter 10 meter dan dua pulau kecil disampingnya sekitar 4 - 6 meter.

Tempat Duduk Di Wilayah Inggris
Untuk Mengamati Kerajaan Lagoan Isles


Sejarahnya cukup panjang dan bisa anda baca di website resmi milik kerajaan ini : Grand Duchy Lagoan Isles Official Website. Secara garis besar, wilayah kerajaan sudah ada sejak 1738 dan kepemilikan tanah sudah berpindah tangan berkali kali sebelum dikelola oleh pemerintah kota Portsmouth. Mulai awal abad 19 diubah menjadi taman kota oleh pemerintah dan tahun tahun berikutnya wilayah sekitar berubah menjadi perumahan. Karena kegigihan ahli waris, kecintaan penduduk lokal terhadap margasatwa di wilayah tersebut dan kekhawatiran akan rusaknya habitat tanaman dan satwa, maka sekitar tahun 2005 mereka melihat 'celah hukum' dan claim bahwa pulau di tengah kolam Baffin tidak ada yang memiliki karena tidak ada satu catatanpun yang secara tegas mengatakan milik pemerintah Inggris maupun pemerintah kota Portsmouth. Sedangkan ahli waris punya bukti authentic dan catatan sejarah bahwa seluruh wilayah Portsmouth pernah jadi milik leluhurnya.

Princes Of Lagoan Isles
Baru Kali Ini Ada Royal Family Bertugas Sebagai
Tour Guide


Ya iyalah, pasti menang dalam persidangan, Dimanapun juga yang tertulis sebagai milik pemerintah kota pasti taman, kolam, air mancur, pagar dan fasilitas lainnya didalam taman. Tidak akan tertulis detail 'gundukan tanah ditengah kolam' dan 'satwa' sebagai milik pemerintah kota. Susah membuktikan bahwa gundukan tanah ditengah air kolam sebagai tanah yang dimiliki pemkot. Penggugat punya bukti kuat seluruh kota Portsmouth adalah milik leluhurnya dan tidak ada catatan sama sekali bahwa gundukan tanah ditengah kolam tersebut termasuk yang diserahkan ke pemkot. 


Penduduk Lokal Kerajaan Lagoan Isles
Sedan Pacaran
Dan akhirnya tanggal 16 Agustus 2005, bertepatan dengan hari kemenangan sidang, maka dengan resmi diproklamasikan hari kemerdekaan Kerajaan Lagoan Isles. Dengan catatan Kerajaan Baru ini harus bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan pulau dan margasatwanya. Lumayan, sekarang bisa benar benar merdeka, pemerintah kota Portsmouth tidak bisa lagi seenaknya menebang pohon atau membersihkan semak semak di daratan ditengah taman kota tersebut.

Pulau Terbesar Kerajaan Kepulauan Lagoan Isles
Dilihat Dari United Kingdom
Bebek
Penduduk Asli Warga Negara Kerajaan Lagoan Isles

Baca Juga :

Sabtu, 07 Februari 2015

Portsmouth, Kota Atau Kuburan

Albert Road Portsmouth
Mirip Ruko Ruko Di Tegal, Pematang Siantar Atau Klaten

Sudah beberapa minggu ini saya terdampar di Portsmouth dan sebisa mungkin harus betah dan bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Barangkali anda akan berdecak kagum, 'Portsmouth boo, kereen, hebaaaat'. Tunggu, jangan komentar apa apa dulu. Sebelum berangkat dan tiba di kota ini, bayangan saya seperti anda. Portsmouth adalah sebuah kota yang ramai, maju dan penuh dengan gedung gedung tinggi yang modern. Ternyata saya keliru, Portsmouth adalah kota kecil semacam kota bahari. Jangan membayangkan seperti Surabaya yang penuh dengan gedung pencakar langit. Di Portsmouth gedung tinggi bisa dihitung dengan jari tangan kiri, nggak perlu anda mengacungkan tangan kanan apalagi jari kaki anda, terlalu banyak kalau dihitung dengan semua jari tangan dan kaki. Katakan saja kota ini setara dengan kota bahari Tegal.

Albert Road
Bisa Nyeberang Sambil Koprol Di Jalan


Kalau anda buka wikipedia, anda akan tahu juga bahwa penduduk Portsmouth cuma 205.400 orang (Source : Portsmouth - Wikipedia) atau hanya seperempat penduduk Klaten yang jumlahnya sekitar 1.129.862 orang (Source : Klaten Regency - Wikipedia). Artinya, untuk mengatur kota dengan penduduk sekecil itu dan membuat kota bersih dan maju, cukup datangkan saja Lurah dari Indonesia. Nggak perlu orang sekualitas Walikota atau Gubernur. Indonesia punya jutaan Lurah yang berpengalaman ngurusi penduduk dengan jumlah segitu.

Waverley Road
Mau Salto Dan Jungkir Balik Di Jalan Juga Bisa


Jadi bisa kebayang kan perbandingan kesibukan antara Lurah di Indonesia Vs City Major di Inggris. Saya katakan semua kota di Inggris, bukan Portsmouth saja. Hampir semuanya nggak ada penduduknya kecuali London dan Manchester saja. Kebayang nggak betapa enaknya jadi Walikota di kota kota di Inggris. Ngatur kota bisa tenang nggak banyak di demo warganya. Lalu lintas sangat sepi kalau dibanding kota kota di Indonesia. Nggak perlu mengerahkan ribuan polisi untuk jaga diperempatan jalan. Nggak perlu terlalu repot ngurusi kemauan berbagai macam ormas atau suku seperti Betawi, Batak, Madura, Jawa, Sunda, Ambon dll. Coba kalau sebaliknya, City Major Portsmouth disuruh ngurus Klaten misalnya, bisa klenger dia menghadapi permasalahan warga yang begitu kompleks.

Toko Dan Restaurant Di Albert Road
Umumnya Restaurant  Delivery Atau Take Away
Jarang Yang Bisa Makan Di Tempat


Silahkan melihat photo photo pada gambar diatas dan simpulkan sendiri. Ini kota atau kuburan ?, kalau kota kemana penduduknya. Kalau kuburan kenapa besar sekali ?. Saya bukan lurah dan tidak punya pengalaman jadi Lurah sama sekali. Meskipun saat ini hanya seorang ibu rumah tangga, saya merasa 'cincai' ngurus kota sepi seperti ini. Jangan meremehkan saya, meskipun pengalaman saya cuma Arisan dan Shopping, saya merasa sanggup ngatur kota dengan penduduk hantu seperti ini.

Sepanjang Hari Jam Berapapun
Pemandangan Ya Seperti Ini. 
Tapi, bagaimanapun juga .... meskipun sepi saya harus betah tinggal di kota ini. Kemana mana transportasi bus banyak dan tidak susah sama sekali. Mau pulang jam sepuluh malampun masih ada bus lewat dan nggak perlu khawatir sama sekali meskipun penumpang bus hanya beberapa gelintir orang. Tunggu saja cerita cerita lain tentang kota Portsmouth dan kota kota lain di Inggris. Saya masih akan lama tinggal di Portsmouth dan keluar masuk negara Inggris ini. Salam.

Photo Ini Diambil Jam 2 Siang
Toko Buka Jam 10 Dan Tutup Jam 5 Sore


Coba Tebak, Ini Kota Mana ?
Klaten, Pematang Siantar Atau Padang Sidempuan


Albert Road Adalah Malioboronya
Kota Portsmouth


Ruko Ruko Kuno Semua
Apa Bisa Untung Ya Dagang Di Portsmouth


Seperti Kota Mati
Tapi Sebenarnya Semua Toko Buka
Karyawannya Paling Cuma Dua Orang


Saya Mau Pamer Photo Di Pertokoan Albert Road
Tapi Kok Seperti Di Glodok Ya


Mobil Yang Parkir Banyak
Jangan Jangan Sopirnya Hantu Nggak Pernah Kelihatan
Baca Juga :

Rabu, 04 Februari 2015

Pasar Krempyeng Di City Center Portsmouth

Harus Pinter Tawar Menawar
Pasar Ini Lokasinya Di City Center - Commercial Road
Hanya Buka Hari Kamis Jumat Dan Sabtu Saja

Mari saya ajak anda jalan jalan ke City Center Portsmouth, tepatnya di jalan Commercial Road. Letaknya benar benar ditengah kota, kalau di Jakarta kira kira sama dengan Pasar Tanah Abang. Benar benar mirip karena letaknya juga tidak begitu jauh dari stasiun kereta api. Hampir semua bus kota melalui daerah ini, bedanya hanya jumlah penduduk saja. Penduduk Indonesia sangat banyak sekali sehingga Pasar Tanah Abang terasa sesak dan macet sedangkan penduduk Inggris sangat sedikit sehingga pasar kaki lima seperti ini hanya buka hari Kamis, Jumat dan Sabtu saja. Itupun kalah jauh ramainya dengan pasar pasar semacam itu ditanah air.

Ada Juga Penjual CD Bekas Dan Bajakan
Cara Jual Beli Sama Saja, Beli 10 Gratis 1
Kalau di Indonesia, pasar krempyeng semacam ini seringkali dianggap bikin kotor kota, diusir dan dipalak preman. Di Inggris, semua orang saat ini sedang didorong untuk berwira usaha semacam ini. Cukup minta ijin ke City Council saja dan bayar pajaknya. Pokoknya berumur lebih dari 17 tahun bisa buat lapak selama bisa memenuhi syarat syaratnya. Tertarik ? Daftarkan saja lapak anda melalui  Link Ini.

Warung Makan Emplek Emplek Ini Kalau
Di Jakarta Setara Dengan Warung Soto, Bakso
Atau Pecel Lele
Tidak sembarang tempat boleh digunakan untuk berjualan. Jualan asongan di pompa bensin atau perempatan jalan jelas tidak boleh. Tapi ngamen dan ngemis rasanya tidak ada larangan. Saya kurang begitu jelas dengan peraturan ijin atau larangan ngamen dan ngemis ini karena masih baru dua minggu tinggal di Portsmouth. Kalau ada larangan ngamen dan ngemis, kenapa banyak juga pengamen dan pengemis di tempat tempat keramaian semacam ini. Pengamen dan pengemis ini asli orang Inggris, sama halnya seperti pemain Bass Guitar 'Jono' yang telah sukses dan sering muncul di TV  tanah air.

Penjual Buah Buahan Import
Ada Apel Washington, Apel Australia Dan Pisang Brazil


Pagi Hari Masih Terlihat Rapi
Agak Siang Dikit Lapaknya Bisa Maju Juga
Seperti Di Pasar Tanah Abang


Bedanya Dengan Di Indonesia, Kalau Di Inggris
City Council Mendorong Warganya Untuk Jadi PKL
Di Indonesia PKL Dianggap Ngotori Kota


Kelihatannya Bagus Dan Rapi
Tapi Sebenarya Sama Saja Dengan PKL Di Jakarta


Kaos Kaki Dengan Harga
Bantingan Sekali Pakai Langsung Melar Juga Ada
Siapa Bilang Buatan Inggris Berkualitas Bagus


Lapak Lapak Mulai Bergeser Menutupi Jalan
Begitu Matahari Mulai Tegak Diatas
Dimanapun Kelakuan PKL Sama Saja


Sangat Komplit, Mau Cari Sayur Mayur Sampai
Sepeda Colongan Juga Ada


Tas Sekolah Anak Anak Bergambar Hello Kitty
Sampai Doraemon Juga Ada. Mana Mungkin
Bayar License Ke Jepang. Semua Kwalitas PKL.


Bisa Sedekah Ke Pengemis Inggris
Pengemis Indonesia Lebih Kaya Karena Banyak
Yang Sosial Memberi Sedekah
Bisa Melihat Orang Inggris Ngamen
Buanyak Pengamen Inggris
Hanya 'Jono' Yang Sukses Di Jakarta
Baca Juga :

Selasa, 27 Januari 2015

Inggris 'Kemproh' Dan Jorok

Kotak Sampah Ini Tertata Rapi Dan Kelihatan Bagus
Kalau Dilihat Dari Belakang Sama Saja
Banyak Sampah Dibuang Tidak Pada Tempatnya

Saya baru beberapa hari yang lalu tinggal di Portsmouth, Inggris. Kali ini bukan datang sebagai turis dan sudah tentu saya tidak tinggal di Hotel yang bersih dan mewah, tapi tinggal di rumah sendiri dan berinteraksi dengan penduduk asli setempat. Rumah saya bukan di kawasan kumuh tapi cukup lumayan ditengah kota dan tidak terlalu jauh dari pusat pertokoan tempat turis biasanya shopping. Sebelum saya menulis ini, saya juga sudah menyaksikan daerah perumahan di kota Southampton dan juga London karena kota ini sering saya lewati dan tidak terlalu jauh dari Portsmouth. Paling lama 45 menit ke Southampton dan 1 1/2 jam ke London dengan mobil.

Sampah Ini Ngumpet Dibelakang Pagar
Nggak Bakalan Kelihatan Dari Jalan

Dari rumah yang saya sewa di Portsmouth ini, pelan pelan saya mulai mengenal tetangga dan tahu kebiasaan dan tingkah laku tetangga tetangga saya. Tulisan ini barangkali terbalik 360 derajat dari bayangan sebagian besar orang Indonesia di tanah air yang seringkali dapat informasi dari baca majalah majalah pariwisata atau sering mendengar cerita cerita dari saudara atau kawan yang baru saja pulang dari kunjungan wisatanya di Inggris.


Ini Halaman Belakang Rumah Orang Inggris
Lebih Jorok Dari Bantar Gebang

Majalah wisata atau cerita saudara/teman teman di tanah air memang seringkali 'nggedabrus' karena memang wartawannya menulis seperti layaknya seorang turis yang selalu melalui jalur jalur wisata saja. Sudah tentu semua jalur wisata akan selalu dijaga kebersihannya. Sejak tinggal di daerah perumahan, lewat halaman depan dan ngintip belakang rumah tetangga bisa saya lakukan setiap saat. Ternyata orang dimana saja 'sami mawon'. Kelakuannya juga sama saja, kadang buang sampah cukup dengan cara melemparkan sampah dari dalam rumah. Kadang buang sampah ke kotak sampah tanpa mau mendekat dan menempatkan sampah seenaknya. Baru beberapa hari saja saya sudah hapal. Kalau dengar suara Glodakkkk, artinya tetangga sebelah sedang buang sampah.


Kelakuan Orang Inggris
Naruh Sampah Di Pagar Tetangga
Malas Membuang Ke Tempat Sampah

Yang jahil juga ada, sampahnya dilemparkan ke halaman rumah orang karena males membawa ke kotak sampah yang jaraknya sebenarnya hanya sekitar 50 meter saja dari rumahnya. Bedanya dengan orang Indonesia sangat tipis sekali, orang Inggris lebih rajin memasukkan sampah kedalam plastik sampah sedangkan orang Indonesia umumnya sampahnya berantakan disekitar kotak sampah karena nggak dibungkus plastik sampah.. Tetapi kelakuannya sama saja, bungkusan sampah tidak dimasukkan kedalam kotak sampah tapi diletakkan di sekitar kotak sampah dan terkadang dilempar begitu saja dibelakang kotak sampah biar nggak kelihatan dari jalan.


Sampah Ditumpuk Dan Dionggokkan Di
Sudut Garasi Rumah
Ada pelajaran berharga yang saya dapat dari orang Inggris hari ini. Kali ini saya jadi rajin mengamati rumah rumah yang tidak ada CCTVnya. Siapa tahu, suatu saat nanti saya males bawa bungkusan sampah ke kotak sampah dan perlu saya titipkan ke halaman depan rumah tetangga. Cukup tengak tengok kanan kiri sebentar, lalu wuuzzz, saya lempar saja seperti penduduk lokal.

Orang Inggris Pinter Pinter
Menyembunyikan Sampah Dibalik Pagar


Tempat Sampah Ini Kosong Karena
Rumahnya Juga Kosong, Pantas Paling
Bersih Sendiri Dibanding Tetangga Yang Lain


Orang Indonesia Sering Bilang Inggris Itu Bersih
Dan Kinclong Dan Patut Ditiru Oleh Rakyat Indonesia
Nyatanya ? Sami Mawon


Seenaknya Saja Meletakkan Sampah Di Taman Kota
Kalau Gini Mah, Nggak Perlu Ditiru


Namanya Saja Tempat Sampah
Meskipun Warna Warni Tetap Saja Nggak Bagus
Kalau Penduduknya Malas Dan Meletakkan Sampah
Sembarangan Di Sekitarnya


Turis Kalau Lewat Naik Bus Pariwisata
Nggak Ada Yang Bisa Melihat Sampah Ini


Pagarnya Kurang Tinggi Sehingga
Sampah Kelihatan Dari Jalan. Pindahin Ya


Bagus Bagus, Kotak Sampahnya Besar
Jadi Kelihatan Bersih


Ini Ngawur Pol,
Lubang Sampah Terlalu Kecil, Jadi Diletakkan
Diatasnya Saja
Baca Juga :

Minggu, 25 Januari 2015

Sewa Rumah Tanpa Hantu Di UK, Di Jaman Internet

Rumah Sewa Yang Sudah Di Book Online
Akan Tertulis 'Sold' Tapi Papan Namanya
Tidak Dilepas
Tanggal 21 Januari 2015 yang lalu saya 'boyongan' pindah rumah ke United Kingdom. Prosesnya ternyata tidak serumit seperti yang saya bayangkan. Sekitar sebulan sebelum saya berangkat ke UK, saya mulai browsing mbah Google dengan keyword "House Rent In Aberdeen", "House Rent In Manchester" atau terserah tulis saja nama kota yang anda inginkan. Saya juga coba searching mbah google dengan keyword 'Property for Rent in nama kota', berhasil nemu banyak sekali pilihan rumah. Setelah saya sampai di UK, saya baru tahu bahwa istilah 'Rumah Sewa' itu bukan 'To Rent' tapi 'To Let'. Kalau di Belanda lain lagi, istilahnya 'Te Huur'. 

Sempat Kaget Dengar Istilah To Let
Mikir Sebentar Akhirnya Tahu Juga Maksudnya
To Rent

Bukan 'To Rent' Kalau Di UK
Tapi 'To Let'. Di Belanda 'Te Huur'

Terserahlah dengan istilah istilah yang terasa aneh ditelinga saya ini. Yang jelas, website property yang saya temukan melalui mbah google sangat bisa dipercaya. Saya juga baru tahu setelah saya mengunjungi kantornya. Sebuah kantor kecil seukuran ruko ternyata mengelola banyak sekali website untuk pemasarannya. Istilah kerennya masih satu group pemasaran. Pantas saja rumah yang sama ada kemungkinan bisa ditemukan di website yang lain. Kalau kita datangi langsung rumah yang dimaksud, kita baru tahu siapa broker yang sebenarnya karena di papan iklan depan rumah tertulis jelas nama website si broker yang asli.


Ini Rumah Baruku Di England
4 Tahun Saya Akan Tinggal Di Rumah Antik Ini
Untuk sewa rumah di UK taripnya mingguan, tapi kontraknya per 6 bulan atau lebih. Nggak mau kalau disewa cuma seminggu saja. Entah broker yang lain, mungkin ada yang mau. Untuk 6 bulan pertama harus dibayar penuh biaya sewa selama 6 bulan, setelah itu kontrak sewa akan diperpanjang otomatis bulanan. Artinya setelah 6 bulan pertama cara bayar sewanya bulanan. Selain bayar 6 bulan langsung, penyewa juga harus bayar deposit yang lumayan mahal, kira kira sebesar 2 sampai tiga kali biaya sewa per bulan.

Ternyata Kantornya Berada Dalam Ruko Kecil
Satu Kantor Kecil Ini Mengelola Banyak Sekali Website
Deposit ini sebagai jaminan untuk 'Landlord' atau si pemilik rumah kalau ada barang barang yang hilang, rusak atau dijual si penyewa. Di UK banyak juga lho penyewa yang bandel, barang barang isi rumah sewa dijual di pasar loak. Tunggu saja cerita berikutnya.

Sangat Profesional, Semua Dijelaskan Dengan Detail
Mulai Hak Dan Tanggung Jawab, Cara Menyampaikan
Keluhan Dan Inventory Barang
Pada saat booking rumah online dari Kuwait, pihak pemasaran yang punya website cuma minta bayaran sebesar satu bulan saja sebagai tanda jadi. Kwitansi bukti pembayaran tanda jadi cukup discan dan dikirim ke penyewa melalui e-mail. Tanya jawab juga dilakukan melalui email atau whatsapp sampai konsumen puas dengan pilihan rumahnya. Memang ada kekhawatiran saat itu, jangan jangan photo photo yang terpampang di websitenya tidak sesuai dengan kenyataan.

Berbagai Macam Brosur Disediakan Di Kantor
Mulai Prosedur Pelaporan Maintenance
Dan Juga Asuransi Kebakaran
Ternyata tidak, photo diambil pada hari yang sama sejak mulai ditayangkan di website. Cuma yang agak surprise, ternyata rumah rumah di UK semuanya kuno kuno meskipun interiornya baru dan modern. Jangan jangan ada hantunya ?. Sempat kaget juga saat bertemu dengan staff pemasaran, orang UK ternyata nyaris sama dengan orang Indonesia. Mereka percaya hantu hantu gentayangan dan takhayul. Begitu saya pancing cerita hantu, langsung dikeluarkan berbagai macam brosur tentang Ghost Tour di segala penjuru UK.

Tanda Tangan Kontrak Sewa Rumah
Dan Serah Terima Kunci
Udah udah jangan cerita hantu. Saya batalkan sewa rumah ini meskipun kontrak sudah ditanda tangani.
'Please write and sign here, No Ghost Guarantee !!!'
'Once again, NO GHOST GUARANTEE !!!, please sign...'

Siap Pindah Rumah
Rumahnya Kuno Kuno Semua
Ada Hantunya Nggak Ya ??? Hiiiiii !!!!

Baca Juga :