Minggu, 17 Januari 2010

Pidato Terakhir

Sebelum Berangkat Ke Kuwait
Selamat Tinggal Sahabat Sahabatku Di ASITA
Keluarga Bagiku Adalah Segalanya
Akan Kusambut Hari Depanku Di Kuwait Bersama Keluarga


'Susy, apa yang kamu cari di Kuwait ?', inilah pertanyaan yang pernah disampaikan kawan kawan seperguruan di IWAPI dan ASITA menjelang saya berangkat ke Kuwait dua tahun lalu. Pada saat itu, saya benar benar susah sekali menjawab pertanyaan sederhana tadi, disatu pihak saya sudah bertahun tahun punya ikatan emosional dengan dua organisasi yang ikut membesarkan saya. Belum lagi ikatan emosional dengan beberapa LSM yang pernah saya rintis keberadaannya di Indonesia. Bukan dengan organisasi/institusinya saya merasa rindu, tetapi dengan kebersamaan dan kekeluargaan seluruh anggotanya.


Sekarang saya sudah bisa tegar menjawab, hanya satu jawaban saya 'Keluarga'. Meskipun terkadang suami begitu menyebalkan, meskipun terkadang anak anakku Ayu dan Dinda begitu menjengkelkan, aku benar benar cinta mereka. Usaha usaha yang pernah saya rintis dari kecil biarlah berjalan apa adanya tanpa saya harus menungguinya. Saya percaya benar dengan profesionalism anda semua, saya yakin dan percaya bahwa rejeki tak perlu dicari, kalau memang milik kita akan datang dengan sendirinya. Dan atas bantuan tehnis dan moral yang teman teman berikan, saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas pencapaian dan kerjasama yang telah kita lakukan selama ini.


Dan pidato terakhir saya ini bukan untuk memutus tali silaturahmi kita, saya masih ingin datang kembali pada tutup buku tahun - tahun mendatang. Harapan saya masih pada anda semua.

Sabtu, 16 Januari 2010

Hari Ini 16 Tahun Yang Lalu

Alkisah pada jaman dulu kala ketika Blackberry belum ditemukan dan Facebook belum ada, tinggallah seorang perempuan muda dengan suaminya yang tampan disebuah desa terpencil bernama Minas, Kabupaten Bengkalis, Propinsi  Riau. Desa ini terletak ditengah tengah hutan yang lebat dan jauh dari mana mana. Pada saat itu keluarga ini tampak manis dan bersahaja dan sekali kali tersirat wajah bahagia menanti kelahiran anak pertamanya. Pada saat suami bekerja mencari minyak di hutan, si istri dengan setia menunggu suami tercinta pulang bekerja.

Hari berganti, saatnya perut mules mules pertanda si jabang bayi ingin segera lahir. Di desa terpencil tadi hanya ada sebuah klinik kecil saja dan saat itu hanya ditunggui perawat piket saja yang menyarankan untuk dibawa ke Rumbai Hospital karena semua dokter adanya di Rumbai. Karena tidak ada pilihan lain, maka si ibu yang mau melahirkan tadi bersedia untuk melakukan perjalanan selama satu jam menuju desa lain Rumbai. Perjalanan terasa sangat lama sekali karena jalan Minas Rumbai terkenal sangat licin sekali terutama kalau hujan. Jalan raya Minas Rumbai ini masih berupa tanah yang disiram minyak mentah.

Pada saat saat kelahiran anak pertama, pasangan suami istri tadi benar benar jauh dari sanak dan saudaranya sehingga semua persiapan harus dilakukan berdua saja. Hampir 2 malam di Rumbai si Jabang Bayi belum mau lahir juga, sehingga disamping menunggu, si suami juga mondar mandir Minas Rumbai melalui jalan minyak yang licin tadi hanya untuk mengambil barang barang yang tertinggal atau diperlukan saja.

Akhirnya, si suami kelelahan dan tertidur di Minas sedangkan si istri masih berjuang melahirkan di Rumbai. Tepat hari ini 16 tahun lalu jam 17:30, lahirlah bayi mungil perempuan dengan berat 3.65 kg pada saat si bapak masih tertidur pulas di Minas. Bayi kecil ini sekarang sudah tumbuh menjadi gadis remaja dan bernama  Ayu Putri Pertiwi, dia pun sudah malu kalau jalan jalan dengan orang tuanya maunya dengan teman teman sebayanya, sudah bisa menolak apa yang dikatakan orang tuanya.

Selamat ulang tahun nak, aku mencintaimu.
Semoga tetap menjadi anak yang sholehah,  selalu sehat dan panjang umur.
Semoga kesuksesan menyertaimu. nak.............amin

Ayah Ardi dan Bunda Susy
Egaila - Kuwait, 16 January 2010

Baca Juga :

Jumat, 15 Januari 2010

Pikun International di Kuwait

Pikun, lupa, pura pura lupa atau sengaja nggak mau mengingat ingat bukan sesuatu yang negatif dimanapun juga, termasuk di Kuwait. Jenis 'penyakit' seperti ini belum ada obatnya dan nggak usah berpikiran negatif bahwa penyakit semacam ini hanya ada di Indonesia saja. Penyakit ini juga terjadi di Kuwait dan menimpa hampir semua orang, baik penduduk asli Kuwait sendiri maupun warga negara Canada, Amerika, Mesir, Lebanon dan lain lain yang tinggal di Kuwait. Perkiraan saya jumlah penderitanya jauh melebihi penderita Flu Babi dan Flu Burung.

Penyakit Pikun International ini umumnya terjadi pada saat bayar sekolah. Di Kuwait, biaya sekolah tahunan bisa diangsur 2 sampai 3 kali. Angsuran pertama biasanya tidak ada masalah, tetapi pada saat angsuran kedua atau ketiga jatuh tempo, pihak orang tua serentak pikun semua lupa saatnya bayar sekolah, sehingga pihak sekolah sibuk membagi bagi kertas kesemua murid yang berisi tagihan biaya sekolah. Baik yang dari Canada, Amerika,Mesir, India (dan Indonesia juga he he) tiba tiba kompak semua jadi pelupa dan pikun. Tetapi penyakit ini tidak lama, biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah tagihan kedua diterima murid murid.

Suasana pada saat pembayaran bagi orang orang pikun di sekolah juga sangat meriah sekali, sampai harus duduk ngantri. Semua bercanda tawa mentertawakan dirinya sendiri sendiri. Jadi, jangan pernah minder jadi Indonesia dilingkungan asing, siapapun baik warga negara dari Kuwait, Amerika, Canada atau yang lainnya akan jadi pikun tiba tiba dan lupa atau sengaja lupa kalau urusan bayar membayar semacam ini.

Selasa, 05 Januari 2010

Indonesia Kecil Di Terminal 3 Dubai Airport

Ruang Tunggu Terminal 3 Dubai Airport
Banyak Artis Cadel
Di Terminal 3
Setiap kali saya pulang ke Jakarta, setiap kali itu pula saya memilih penerbangan yang transit dulu ke Dubai. Pasalnya kalau langsung Kuwait-Jakarta tanpa transit aduh capeknya bukan main....10 Jam harus duduk di pesawat. Ada rasa bangga saat kita bisa bertemu dengan banyak sekali orang Indonesia di luar negeri, terutama dengan mbak mbak yang sukses mencari devisa buat Indonesia. Hampir seluruhnya wanita, jadi bisa ditebak betapa gaduhnya Gate Keberangkatan menuju Jakarta di Dubai Airport. Philipine juga banyak mengirim tenaga kerja ke Timur Tengah tetapi perbandingan antara wanita dan pria cukup seimbang. Sedangkan negeri kita Indonesia, tenaga kerja yang ngganteng ngganteng paling banter hanya yang terpampang diphoto photo dibawah/samping ini saja. Perhatikan ekspresinya, sumringah ditengah mbak Sri, mbak Ningsih dan mbak Nur  yang cantik jelita.


Ramai - Semua Penumpang
Indonesia
Di Terminal 3 Dubai Airport, terutama disekitar gate keberangkatan pesawat apapun dengan penerbangan ke Indonesia, kita bisa mendengarkan kisah kisah sukses mereka. Kadang kadang terdengar juga beberapa kisah kisah menyedihkan tetapi seringkali kalah meriah dengan keceriaan cerita sukses dinegeri orang. Terminal 3 Dubai Airport benar benar menjadi milik Indonesia, bagaikan Indonesia kecil tempat mereka bertemu kawan lama dan mencurahkan seluruh isi hati. Yang sukses, kalau bicara entah sengaja atau tidak sengaja dimirip miripkan dengan aktris sinetron Cynthia Laura. Setiap mengucapkan satu kalimat selalu disisipkan satu atau dua kata bahasa Inggris dan lidahnya dibuat sedikit cedal. Kadang kadang lupa,  muncul logat Jawa,Sunda,Madura atau Batak yang sangat medok sekali.


Sang Pahlawan Devisa
Saya senang sekali melihat dan mendengar kisah sukses mereka,  wanita wanita perkasa dan sukses ini memang sangat energik dan gesit mondar mandir di Terminal 3 dan berbicara lebih keras dibanding penumpang pesawat dengan tujuan lain. Kalimat kalimat yang diucapkan cukup mengagumkan saya, 'London', 'Heathrow','Lafayette','Frankfurt' dan lain lain. Rupanya mereka pernah diajak keliling dunia oleh 'majikan'nya.
Saya tidak tahu kenapa kata 'Majikan' begitu populer dan banyak dipakai di Gate Kebarangkatan Terminal 3 Bandara Dubai. Secara pribadi saya kurang senang mendengar istilah 'Majikan' dipakai untuk mengutarakan tuan rumah tempat mereka bekerja. Tetapi, yah seperti itulah mereka dibekali 'kosakata' dari Indonesia.


Mudik
Kisah sukses atau belum berhasil memang dengan mudah bisa kita dengar dan saksikan di Terminal 3 Bandara Dubai. Mereka pulang ke Indonesia dengan membawa barang bawaan dan uang yang tidak sedikit. Bahkan, seringkali membawa barang atau uang titipan dari kawan kawannya yang tidak bisa pulang ke Indonesia saat itu. Satu orang bisa membawa tas kopor atau kardus dengan jumlah yang banyak sekali. Mereka bisa bayar biaya overweight yang mahal. Mereka berjuang di luar negeri untuk dirinya dan keluarganya di Indonesia, dan masih harus berjuang lagi begitu mendarat dan menjejakkan kaki di Bandara Soekarno Hatta – Cengkareng. Calo calo banyak sekali di Bandara International Soekarno Hatta Cengkareng dan tahu benar bahwa para pejuang devisa ini banyak membawa uang tunai ke Indonesia.


Pengumuman Yang
Melecehkan
Keceriaan dan kesuksesan mbak Sri, mbak Ningsih, mbak Nur diatas belum tentu berlanjut dengan cerita menyenangkan begitu tiba di Indonesia. Calo calo dan 'oknum' bandara sudah siap menerkam kalau tampak lugu dan bingung di Cengkareng. Saya lebih senang mengatakan 'Oknum' karena orang orang ini bisa masuk masuk sampai kedalam bandara dan benar benar menunggu ditempat strategis didalam bandara sebelum counter imigrasi, terutama didepan escalator (tangga berjalan) menuju ke counter proses imigrasi. Mungkin juga ‘oknum’ bandara yang nyambi menguruskan proses stamp passport karena yang diteriakkan adalah ‘Passport …. Passport ….Antri-antri.....’. Yang lugu dan tidak tahu proses imigrasi menyerahkan passportnya ke calo atau ‘oknum’ ini. 


Calo Bandara Sedang Beraksi
Beberapa kali saya pulang ke Indonesia, beberapa kali pula saya mengalami sendiri betapa tidak menyenangkannya ulah calo atau ‘oknum’ bandara Soekarno Hatta. Yang pernah saya lihat, ada puluhan orang yang dengan lugu menyerahkan passportnya dan menunjukkan selembar kertas. Ada yang ngeyel dan sempat saya tangkap pembicaraannya sepertinya mereka diminta surat ijin cuti dari 'majikan'nya dan surat lapor diri. Apa pula ini ? Entah...enggak ngerti lah kita ...... Pernah juga saya jalan sendiri tanpa anak-anak, eh..tiba-tiba ditanya .......entah ngomong apa dia, enggak saya perhatikan.


Tampaknya si calo atau oknum bandara tadi ngerti, ketika permintaan ditolak dengan cepat minta maaf dan mempersilahkan jalan terus. Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya ikut dihentikan pada saat menuju ke counter imigrasi. Dugaan saya, mungkin mas Ardi dikira Kuli Bangunan atau Sopir yang kerja di Dubai atau mungkin wajah saya yang syahdu dan melankolis ini dianggap salah satu mbak mbak yang kurang sukses di Timur Tengah. Siapa tahu kan …….

Minggu, 20 Desember 2009

Duh, Susahnya Belajar Lagi ?


Tempat kursus di Kuwait  ternyata banyak dan tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Ada yang resmi menempati gedung yang bagus tetapi banyak juga yang tidak resmi atau setengah resmi di apartment apartment. Yang tidak resmi ini cara mencari murid cukup memasang iklan di tembok tembok atau di halte pemberhentian bus. Yang sering saya baca adalah Kursus Primavera, software computer tentag project management kebanggaan India. Ada juga iklan kursus belajar bahasa Inggris berdampingan dengan iklan mencari teman sharing apartment agar bisa menekan biaya sewa apartment. Biasnya yang mempunyai tempat  cukup memadai selalu mengeluarkan brosur yang cukup menarik.




Untuk mencari tempat kursus yang bagus dan bonafide boleh dikatakan susah susah gampang. Ternyata tempat-tempat belajar banyak sekali. Dan tergantung tujuan kita kursus. Untuk mengisi waktu luang, agar bisa cas-cis-cus ngomong bahasa Inggris dan Perancis atau untuk mempersiapkan ujian agar lancar melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi semuanya ada dan tersedia di Kuwait, baik untuk tingkatan sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi maupun sekedar kursus hobby dan pengisi waktu luang.



Ada beberapa tempat  yang saya rasa cukup representatif dan baik :
  • Untuk kursus seni yang bagus bisa di The British Academy Of International Arts. Letak tempat kursusnya di Salwa Street 1, persis dibelakang British School Of Kuwait (BSK).
  • Top Class, semacam bimbingan belajar untuk anak anak sekolah tertutama dalam mempersiapkan ujian akhir IGCSE.  Baik Top Class, The Sunshine School Of Kuwait (TSK), BSK (British School Of Kuwait) maupun The British Academy Of International Arts adalah bagian dari British International. Keduanya menempati gedung yang sama di Salwa Street 1.
  • Kalabhavan, kursus musik yang terletak didalam apartment di Salmiya. Ada kursus Tabla kalau ingin belajar musik India.
  • Ada juga British Council, yang lebih fokus pada pelajaran bahasa Inggris saja terutama persiapan IELTS untuk masuk ke perguruan tinggi di UK, Canada atau Australia. Waktu belajarnya sore sampai malam hari. Note : Saya belum menemukan kursus TOEFL di Kuwait, tampaknya hanya populer di Indonesia saja. Umumnya lulusan high school Kuwait banyak  yang melanjutkan ke perguruan tinggi di UK dan Canada.
  • Coba lihat juga The American University of Kuwait (AUK) yang terletak di Salmiya. Meskipun university, AUK juga banyak mengeluarkan paket-paket untuk belajar bahasa Inggris program singkat untuk msyarakat umum. Yang ini American, tetapi nggak ada program TOEFL, yang ada IELTS juga.
  • Pitman Training Institute yang terletak di Qatar Street sebelahnya Ritz Hotel dan dekat dengan City Center Salmiya.
  • BITE ( The British Institute of Training and Education) di Shaab.
  • Amideast di salmiya .
  • Ada lagi Kuwait Bureau for Educational Service (KBES) yang juga terletak di Salmiya.   
  • High Studies Institute ( HSI ) bisa diintip di http://www.highstudies.com/
  • Dan masih banyak lagi. Silahkan saja memilih dan disesuaikan dengan tujuan , keinginan dan kantong masing-masing.


Akhirnya saya bisa memutuskan dan mencoba salah satu tempat kursus yang cukup representatif yaitu pilihan jatuh pada  HSI (High Studies Institute) di Mirqab. Bagi saya tempat kursus ini sangat ideal dan strategis sekali bagi ibu rumah tangga seperti saya karena terletak dikanan - kiri pasar. Kalau jam pulang atau pas lampu mati, kita bisa shopping beli kebutuhan rumah tangga. Kalau bosan kita bisa minta ijin keluar sebentar untuk lihat lihat perhiasan dan pakaian yang didagangkan di toko toko disebelahnya. Entah kenapa kalau lihat barang dagangan apapun mata saya bisa melek kembali dan hilang segala rasa bosan dan ngantuk. Coba suruh belajar...duh....ampun.




Materi kursus di HSI diatas boleh dikatakan sangat banyak sekali, mulai dari kursus bahasa Inggris, Komputer segala macam software dan hardware, kursus montir, kursus elektronik, kursus bisnis, kursus Arabic dan ada yang make-up. Mungkin minta diadakan kursus masakpun akan disanggupi kalau bisa ngumpulkan murid dengan jumlah tertentu. ha..ha. Yang beda dengan tempat tempat kursus di Indonesia, di HSI baik brosur maupun photo photo yang terpampang semua memakai Toga. Inilah sebabnya kenapa saya tertarik ndaftar ditempat kursus ini, bayarnya nggak terlalu mahal tetapi kalau lulus diwisuda dan pakai toga ha ha ha. Kalau pulang Indonesia bisa pamer lulusan Institute, siapa yang tahu kalau cuma tempat kursus.




Saya ikut salah satu kursus ditempat itu, bukan karena ingin pandai tetapi lebih cocok kalau dikatakan hanya tertarik lokasinya yang strategis ditengah pasar. Terus terang kalau ijin suami ke pasar tadi pasti dilarang jadi harus pandai cari alasan agar bisa selalu ke pasar tadi. Celakanya, ternyata kursus di Kuwait sama saja dengan sekolah, setiap hari PRnya banyaknya bukan main, kalau nggak ngerjakan PR bisa bisa malu dengan murid dari negara lain. Akibatnya setiap hari di rumah mau nggak mau harus belajar dan ngerjakan PR juga.




Sudah berbulan-bulan saya ikut kursus di HSI dan sudah sering   juga saya belajar dan ngerjakan PR di rumah, tetapi rasanya ada yang salah dengan diri saya. Setiap saya membuka buku, rasanya dari dulu kok cuma halaman 1, 2 dan 3 saja. Padahal halaman halaman yang lain juga ada kalau nggak salah sampai halaman 120. Saya baru ngeh setelah suami menunjukkan photo seperti photo di blog ini. Ternyata saya selalu tertidur kalau belajar ......




Baca Juga :