Jumat, 10 Oktober 2008

Ciluk Ba, Wonder Woman Ala Jordan

Nerawang Gini
Pakainya Dimana Ya
Pakaian pakaian wanita yang dijual di Jordan menurut saya sangat mahal sekali. Sangat tidak setara dengan bahan yang digunakan. Kalau mahal tetapi bahannya tebal, terbuat dari bulu wool dan penuh rimpel rimpel mungkin wajar wajar saja. Di Jordan sangat mahal sekali tetapi bahannya dari beberapa helai benang saja seperti gambar disamping. Dari sekian banyak pakaian wanita yang dipajang di toko, yang paling mahal adalah Bra wanita. Bahannya terbuat dari rajutan benang emas atau perak dan dipadukan dengan rok warna warni dengan pernak pernik mengkilat keemasan. Warna warna sangat meriah seperti hijau, orange, merah jambu dan sebagainya. Bahasa sekarang adalah Funky Colour. Cara memakai Bra tersebut cukup unik karena terbalik. Rok dipakai dulu setelah itu baru Bra dipakai diluar, mirip cara berpakaian tokoh komik 'Wonder Woman'. Sangat mahal sekali untuk sekedar Bra wanita, belum lagi ditambah ongkos ditangkap polisi seandainya dipakai di Kuwait atau Indonesia. Nggak bisa ngebayangin bagaimana 'semriwing'nya hembusan angin seandainya saya pakai mejeng di Kuwait atau bergaya 'Wonder Woman' di bundaran HI Jakarta.


Pakaian Trio Macan
Untuk Bude, Simbah Dan Tetangga
Sedang asik asiknya mengamati pakaian seksi ala Jordan ini, tiba tiba suami saya datang dan langsung ngobrol dengan pegawai toko. Masalah besar langsung muncul karena tanpa ba bi bu suami saya mau memborong semua pakaian aneh dan lebih cocok dipakai di luar angkasa tersebut. Buat oleh oleh ke Indonesia, nanti Eyang Putri, bude Titik, mamanya Tian, bude Tutik dan semua keluarga diberi satu satu. Bisa dipakai untuk jalan jalan sore di kampung. Bagus untuk karnaval 17 Agustusan. Biar eyang putri dan Bude seperti TRIO MACAN katanya. Suami saya juga memilihkan pakaian khusus untuk saya dan saya diminta memakainya di Kuwait atau Indonesia nanti. Dipakai dirumah saja juga nggak apa apa, bisa Ciluk Baa ala Jordan katanya. Untung saja cepet saya tarik keluar dari toko. Kalau nggak segera saya tarik, bisa jadi tujuh hari tujuh malam saya masuk angin memakai pakaian 'Wonder Woman' tersebut di Kuwait. (By : Susy H Ardianto)

Catatan :
Apakah benar pakaian sexy TRIO MACAN berasal dari Jordan ?

Baca Juga :

Senin, 06 Oktober 2008

Belanja Pernak Pernik Jordan

Tawar Menawar
Bisa Bahasa Indonesia Dikit
Tiada hari tanpa belanja. Mulai hari pertama sampai hari terakhir di Jordan kalau tidak diselingi dengan acara 'shopping' pasti kurang seru, maklum serumah perempuan semua. Lagipula di Jordan yang dilihat cuma batu dan gurun doang. Hari pertama setelah mengunjungi Citadel dan Ampitheater Roman, sopir kami dari Palestine sangat mengerti sekali apa yang disukai wanita. Kita diajak mengunjungi toko-toko souvenir khas Jordan, dan tidak kalah seru dibanding belanja di Tanah Abang Jakarta.



Toko Souvenir
Tidak Terlalu Mahal
'' Lets go, we'll go to company'' nah bingunglah kita mau diajak ke 'company', bayangan kita mau diajak ke perusahaan rental mobil atau tour travelnya untuk menyelesaikan pembayaran yang memang pada saat itu belum kita bayar. Belum selesai deg degan karena duit di dompet pas pasan dan belum nemu ATM sama sekali, Ee....ternyata mobil berhenti didepan toko besar dan yang namanya 'company' adalah toko toko yang menjual souvenir untuk turis. Disebut 'company' karena toko tersebut juga sekaligus sebagai pembuat souvenir.

Ada dua tempat yang kita kunjungi di Hari Pertama di Jordan.yang pertama adalah Holy Land Ceramic & Glass. dan yang Kedua toko Black Irish. Ternyata setelah dibandingkan antara kedua toko tersebut, masih lebih murah toko Holy Land. Semua barang barang yang akan dibeli bisa ditawar sesuka kita. Jangan sampai tertipu,label harga yang tertulis sengaja dibuat mahal sekali dan membuat kita kaget, tetapi kalau kita pandai menawar bisa jadi dapat murah juga. Nggak diberikan ya cuek saja, malah kalau diberikan kita yang jadi pusing jangan jangan nanti overload bagasi pesawat kalau pulang ke Kuwait.

Jordanian Sweet
Memang Enak
Tidak lupa juga, berkunjung ke suatu negara yang masih asing bagi kita jangan lupa mencicipi makanan tradisionalnya juga. Nah yang ini sangat luar biasa, sopir kami manggut manggut mengatakan enak makanan Jordan, kami berempat dengan susah payah menelan sambil sesekali mendorong makanan di mulut dengan air putih agar cepat tertelan. Setelah turun dan menjauh dari si sopir, baru kami berempat bercerita tentang susah payahnya menelan makanan Jordan. (Susy/ Foto:Ard )


Baca Juga :

Minggu, 05 Oktober 2008

Obyek Wisata Di Jordan (Hari Ke 1)

Iklim di Jordan jauh lebih bersahabat dibanding Kuwait, temperaturnya pada saat musim panas kira kira sama dengan di Indonesia sekitar 30 derajad celcius, tetapi kalau musim dingin sekita bulan december, seluruh kota Amman berwarna putih tertutup salju. Tanahnya gersang tetapi berbukit tinggi dan terjal. Beberapa tempat saja agak hijau. Keadaan kota sangat mirip dengan di Indonesia yaitu dimana mana penuh dengan Ruko, pedagang kaki lima dan tukang tambal ban dipinggir jalan juga banyak. Saat pertama kali datang, kami merasa sedang di daerah Puncak atau Bukit Tinggi dan tidak merasa sedang di Jordan, karena suhu 17 derajas celcius, cuma bedanya di Jordan kering kerontang. Keramahan penduduk relatif sama dengan Indonesia, bedanya mereka pakai bahasa Arab saja.

Hari Pertama
City Tour Amman
Jam 2 siang, matahari sangat menyilaukan mata tetapi udara terasa dingin dan sejuk. Tujuan kami kedaerah Downtown atau Old City. Disini kami bisa mengunjungi peninggalan sejarah yang sangat terkenal di dunia, Citadel, orang setempat menamakan Jabal Al Qal'aa karena letaknya diatas bukit (jabal). Tiket masuk JD 2 / orang. Citadel ini adalah komplek situs yang terdiri dari :
  • Temple Of Hercules.
    Temple Of Hercules
    Bangunan ini sudah runtuh dan tinggal puing puingnya saja. Dari bentukarsitekturnya terlihat jelas dibangun pada saat dikuasai oleh Romawi (162 - 166 AD), jauh lebih besar dari yang ada di Roma. Dari struktur bangunan yang tersisa, nampaknya bangunan ini belum sempurna jadi sudah keburu runtuh dan ditinggalkan. Model lengkap arsitektur bangunan terdapat di museum ACOR dan sangat jelas ditampilkan di buku buku tourist guide yang banyak dijual didepan pintu masuk Citadel.


  • Gereja Byzanthium.
    Puing Gereja Byzantium
    Kalau nggak diberitahu guide, kita nggak bakalan tahu kalau sedang duduk di bekas gereja/basilica Byzantyne. Gereja ini didirikan sekitar abad ke 5 atau ke 6 AD. Tinggal pilar pilar besar bergaya Romawi, tetapi kalau kita perhatikan benar benar nampak jelas memang puing puing ini bekas bangunan gereja. Cukup luas dan terletak ditengah tengah komplek Citadel.



  • Masjid Umayyad.
    Masjid Pacman Umayyad
    Kubah masjid ini mirip sekali dengan Pac Man dengan kedua matanya yang lucu. Kubah masjid sudah tidak asli lagi dan baru saja direnovasi. Disana sini masih berserakan alat alat pertukangan. Dinding masjid bagian dalam banyak terdapat relif relief bagus seperti yang sering kita lihat di candi candi di Indonesia. Terus terang kami cukup terperangah melihat ornamen bagian dalam masjid yang megah ini.
Sejarah mencatat kota ini pernah dikuasai oleh bangsa Babylonia (Abad 6 SM), Ptelemius (Abad 3 SM), Roma (Abad 1 SM) dan dinasti Umayyad (Abad 7)

Setelah menghabiskan waktu kurang lebih satu sengah jam lamanya mengelilingi komplek Citadel, kami melihat Roman theater & Odeon Folklore Museum dan Jordan Museum of Popular Traditions .


Roman Theater
Terletak tidak jauh dari komplek Citadel, masih di kawasan Old City. Theater Romawi besar dan tidak kalah besar dengan yang didekat Colloseum Roma. Di tempat itu masih selalu ditampilkan pertunjukan tari kolosal setiap minggunya. Bentuknya relatif sama dan khas bangunan Romawi. Masih utuh dan terawat cukup baik dan didalamnya difungsikan sebagai Musium Of Jordan. Ngerti banyak bangunan romawi di Jordan, rasanya nggak perlu lagi deh ke Italia hanya untuk melihat bangunan Romawi saja. (Susy)


Baca Juga

Sabtu, 04 Oktober 2008

Ayah Bisa Berenang

Siap Ngambang Setelah
Mandi Lumpur Asin
Waow, baru kali ini saya melihat ayah pandai berenang. Udah bertaon taon kalau Dedek berenang ayah nggak mau ikutan, bisanya cuma gaya batu doang, sekali nyemplung langsung tenggelam. Biasanya ayah paling takut sama air, jangankan air kolam renang, mandi saja jarang jarang. Ussss...ini rahasia dedek. Untuk masuk dan kita bisa berenang bebas harga tiket Jd 12/ orang. Perjalanan dari Amman menuju Dead Sea sekitar 50 Km.

Tapi kali ini ayah mandi di laut, njemplung di Dead Sea dan mengapung nggak bisa tenggelam. Air lautnya asiiin sekali, kalau kena mata pedihnya bukan main. Terkena air garam, kulit jadi licin sekali seperti kulit belut. Tetapi kalau ada luka atau bekas garukan rasanya perih dan gatal sekali, setelah beberapa saat baru hilang sendiri.

Ngambang, Air Laut
Masuk Mata Pedih Bukan Main
Kalau bunda badannya gendut dan gede, nggak heran kalau di air tawar maupun di air asin pasti mengapung, isinya angin. Air asin dan lumpur dari dead sea ini dipercaya bisa mengobati banyak penyakit kulit. Rasanya benar sekali, kulit kasar bisa halus dan licin seketika, jerawat juga bisa mengering meskipun sesaat terasa perih terkena asin air laut. Oh iya, sampai saat ini belum ada kuman atau organisme yang bisa hidup di air atau lumpur yang kandungan garamnya setinggi dead sea.



Mandi Lumpur
Kulit Jadi Halus
Selain main main di laut sambil mengapung, main lumpur dead sea juga menyenangkan. Seluruh badan hitam tetapi kulit jadi halus dan mulus. Lumpur bisa nyari sendiri, tetapi kalau nggak mau susah juga banyak yang nawarin lumpur dead sea, harganya JD 3 satu ember. Kalau yang dalam kemasan kosmetik bagus juga ada dan katanya diekspor juga ke seluruh dunia termasuk ke Indonesia. Enak juga bisa ekspor lumpur. Lihat tuh, jadi tambah cantik nggak aku sekarang ?. (Dedek Dinda)

Baca Juga

Lebaran Di Jordan

Airport Kecil
Ngantri VOA Panjang
Seperti biasa, selalu saja ada hari libur ekstra di Kuwait, kali ini adalah libur lebaran 2008, nggak tanggung tanggung 5 hari !, mulai 30 Sep - 4 Oct 08. Mau pulang mudik ke Indonesia jelas terlalu singkat, jauh dan mahal. Dua bulan sebelum lebaran sudah dirancang mau ke Jordan saja karena kabarnya visa bisa diurus di bandara tempat tujuan (On Arrival Visa), jadi nggak ribet harus ke kedutaan segala. Untuk negara GCC (Bahrain, Oman, Qatar, UAE,dll) memang kita sudah lama mengetahui tidak diminta visa bagi seluruh penduduk Kuwait termasuk pendatang. Tetapi untuk ke Jordan, terpaksa harus searching informasi di internet dulu agar yakin memang negara tersebut memberlakukan visa on arrival.

Dengan informasi terbatas, akhirnya mantap kami mencoba booking pesawat Al Jazeera secara online dua bulan sebelum berangkat, dan ternyata sudah fully booked. Tidak putus asa, kami datangi beberapa travel agent dan dapat. Ternyata dua bulan sebelum hari raya idul fitri semua seat pesawat sudah di block travel agent, akibatnya kami harus bayar harga seat jauh lebih mahal. Akhirnya berangkat tanggal 1 Oktober dan pulang tanggal 5 Oktober. 4 hari/3 malam Cukup untuk berpetualang ke Jordan.

Di Jordan, kami sudah mantap mau rental mobil saja dan ada banyak sekali rental mobil di Jordan yang bisa di book secara online melalui websitenya. Cukup searching melalui google. Karena berangkatnya masih lama, maka booking rental mobil kami tunda dulu, celakanya setelah itu kami lupa dan baru booking kembali dua hari sebelum lebaran, akibatnya fully booked.

Sewa Mobil
Lengkap Dengan GPS
Di bandara Queen Alia Amman Jordan, visa bisa On Arrival, ngantrinya lamaaa sekali . Biaya Visa untuk 1 paspor JD 10. Waktu yang kita butuhkan untuk ngantri antara 1/2 hingga 1 jam. Yah, terlalu lama ngantri urusan Visa sehingga koper dan barang bawaan dari Kuwait sudah diamankan petugas , setelah kita selesai ngurus Visa On Arrival, dan mengambil koper koper bawaan, kita mencari tempat Rent car . Rental mobil di bandara banyak. Yang cukup besar ada dua tempat. Europcar dan Avis Rent Car. Kita memutuskan untuk rental mobil di Hotel. Sehingga dari Bandara menuju Hotel Al Danah menggunakan taxi bandara, Cukup membayar ongkos taxi JD 21. Biasanya kalau tidak menggunakan uang pas, sopir taxi minta uang tip bagi wisatawan. Rata rata tip yang diberikan untuk sopir JD 5 sampai 10.

Nyampai di Hotel, Kita menggunakan rental mobil 'Samsung' lengkap dengan sopirnya hanya JD 90 - JD 120 per hari. Bebas kesasar karena sudah dengan sopir merangkap sebagai tour guide juga. Hari hari penuh dengan wisata.

Hari 1 : City Tour Amman
Hari 2 : Jerash, Madaba, Mount Nebo dan Dead Sea
Hari 3 : Karak dan Petra

Secara umum lebaran di Jordan sepi, nggak ada acara mudik atau halal bihalal seperti di Indonesia. Aktifitas penduduk berjalan normal seperti biasa dan banyak toko yang tutup, tempat wisata penuh oleh turis dari luar Jordan. (Susy /Foto: Dinda)

Baca Juga :