Rabu, 02 Agustus 2017

Kampanye Pemilu Serentak Kenya

Semua Papan Iklan Komersial Ditutupi
Wajah Kontestan Pemilu

Masih ingat kan beberapa tahun lalu alm. Gus Dur pernah mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia itu masih sekelas Taman Kanak Kanak ?. Ternyata apa yang dikatakan Alm. Gus Dur tersebut sangat benar sekali. Baru baru ini saya menyaksikan sendiri kampanye, pesta demokrasi di Kenya. Ya benar Kenya, negara di Afrika Timur yang menurut sebagian besar orang termasuk negara unyu unyu, baru berkembang, negara kere atau negara sangat terbelakang. Sebuah pendapat yang jelas salah. Kenya itu demokrasinya bukan Taman Kanak Kanak lagi, tapi sudah SMA.

Calon Gubernur
Iklan Besar Seperti Ini Banyak Dipasang
Di Sepanjangg Jalan Mombasa - Nairobi

Minggu depan, Tanggal 8 Agustus 2017 Kenya akan mengadakan Pemilihan Umum Serentak untuk memilih Presiden, Anggota legislatif/Parlemen dan kepala daerah (Gubernur dan Bupati). Indonesia, Pemilihan Umum Serentak secara nasional untuk pertama kalinya baru akan diadakan tanggal 17 April 2019 nanti. Jadi, jelas kan, dibanding negara unyu unyu Kenya saja Indonesia masih tertinggal. Baru mikir beberapa tahun terakhir ini untuk mengadakan Pemilihan Umum Serentak. Kenya sudah melakukan Pemilihan Umum Serentak tahun 2007 (Pilpres dan Pilkada Serentak), 2013 (Pilpres, Pilkada dan Pileg Serentak) dan 8 Agustus 2017 (Pilpres, Pilkada dan Pileg Serentak).

Penduduk Kenya Banyak Yang Cuek Saja
Nggak Percaya Janji Janji Politisi

Aturan mainnya relatif sama dengan di Indonesia. Contohnya adalah Pilpres, aturan main Pilpres di Kenya menggunakan Modified Two Round System. Maksudnya, seorang capres bisa terpilih jadi presiden apabila berhasil memperoleh suara 50% plus satu. Pemilihan akan lanjut ke ronde kedua bagi dua pasangan capres dengan perolehan suara tertinggi kalau tidak ada satupun kandidat yang bisa mencapai 50% plus satu di ronde pertama. Yang dimaksud 'modified' adalah ketentuan tambahan bahwa capres juga harus memenangkan 25 % suara di 24 dari 47 counties.


Kontestan 2017
Sama Saja, Politisi Dimanapun Suka Ngumbar
Janji Janji Kampanye

Tahun 2017 ini ada 8 calon presiden yang diajukan partai atau koalisi partai. Kandidat terkuat untuk bisa terpilih jadi presiden adalah Uhuru Kenyatta (Pertahana - Partai Jubilee) dan Raila Odinga Partai ODM dan NASA. Suasana desa, kota dan penduduk dimasa masa kampanye seperti saat ini biasa biasa saja. Cuek bebek, sepertinya masyarakat sudah bosan dengan janji janji kampanye.

Politisi Kampanye Selalu Cari Tempat Yang Terkumuh

Secara umum, kelakuan politisi Kenya sama saja dibanding dengan politisi Indonesia saat kampanye. Gayanya seolah olah merakyat dan berusaha dekat dengan rakyat. Tempat kampanye dipilih di lokasi lokasi yang paling miskin dan mengenaskan. Kampanye umumnya dilakukan di tanah kosong tempat masyarakat terpinggirkan berkumpul dan si politisi koar koar ngumbar janji akan meningkatkan pendapatan rakyat miskin, buruh dll.

Suasana Kampanye Di Tanah Kosong
Dekat Perkampungan Buruh Pabrik Semen Di Mombasa

Ada juga politisi yang blusukan ke pasar pasar tradisional, pabrik semen dan kalau menuju ke lokasi kampanye selalu berombongan naik Boda Boda (kalau di Indonesia namanya Ojek), Matatu (Angkot) atau Tuktuk (Bajaj). Bagi bagi kaos juga ada dan paling ditunggu tunggu masyarakat. Yang sedikit berbeda, orang Kenya sepertinya tidak begitu suka ribut atau nyebar hoax lewat medsos. Level demokrasinya sudah lebih tinggi dibanding masyarakat di Indonesia saat ini. Orang Kenya cuek dan santai aja ada politisi koar koar di lapangan.

Janji Kampanye Politisi
Sama Saja Dimanapun

Rombongan Politisi Memasuki Lapangan
Naik Angkot, Boda Boda (Ojek), Matatu (Angkot)
Dan Tuktuk (Bajaj) Biar Kelihatan Merakyat
Golput



Baca :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.