Selasa, 07 April 2015

Uenak Tenan, Bayar CGT Di Inggris

Lihat Lihat Rumah Di Agen Property
Semua Rumah Kuno Kuno Jaman Victoria
Belum Nemu Rumah Dengan Arsitektur Baru

Uenak tenan memang jadi orang Indonesia dan tinggal di negara sendiri. Tiap hari bisa teriak teriak demo mengatakan polisi, PNS dan pejabat negara 'Makan Uang Rakyat'. Semua bisa ngaku telah bayar pajak ke negara tapi kenyataannya pajak yang dibayarkan  nggak ada artinya sama sekali kalau dibanding pajak yang dibayarkan oleh penduduk Inggris. Tax Revenues di Indonesia hanya 12 % dari GDP, kalah jauh dari Inggris yang mencapai 39 % GDP. Lagipula GDP Indonesia jauh lebih kecil dibanding Inggris. Semakin jelas betapa kecilnya pendapatan pajak Indonesia. Baca lebih lengkap : Bayar City Tax, Police Tax, Fire & Rescue Tax, Listrik Dan Air Di Inggris.

Beda Dengan Orang Indonesia Kalau Bangun
Rumah Dirobohkan Total, Orang Inggris
Paling Cuma Ngecat Tembok Dengan Warna Sama

Rakyat Indonesia nggak ada yang bayar pajak buat Polisi, di Inggris rakyatnya harus bayar Police Tax. Rakyat Indonesia nggak ada yang bayar pajak buat Pemadam Kebakaran, di Inggris ada Fire & Rescue Tax. Apalagi bayar pajak buat kebersihan dan sarana kota. Di Inggris ada City Council Tax dan ada juga tagihan Waste Water Tax. Gimana uenak sekali kan di Indonesia, semuanya serba gratis, air limbah tinggal buang ke selokan dan nggak dikenai pajak sama sekali. 

Nggak Ada Yang Berani Tampil Beda
Dengan Merubah Warna Jadi Hijau, Biru Atau Merah
Paling Cuma Ganti Kusen Dan Perbaikan Ornamen

Masih banyak pajak pajak yang lain dimana Indonesia belum memberlakukannya. Contohnya adalah CGT (Capital Gain Tax). Saya mengetahui semua pajak ini saat keluar masuk ke agent property mencari rumah. Siapa tahu bisa beli rumah sendiri di Inggris daripada nyewa terus menerus selamanya. Dalam pikiran saya, lebih baik beli rumah yang jelek dan tidak terawat tapi dengan harga murah. Toh nanti bisa panggil tukang untuk renovasi sedikit sedikit kalau dapat rejeki. Tapi, si mbak Marketing jawabannya membuat saya terkejut. Untuk renovasi, buang material bongkaran, dan pemakaian air untuk ngaduk semen, belanja material dan lain lain ternyata ada pajaknya. Akhirnya saya diminta untuk datang ke Konsultan Pajak untuk menghitung perkiraan pajak yang harus saya bayar kalau harus melakukan renovasi rumah total. Nggak gratis, ketemu Konsultan Pajak harus bayar juga ternyata. Paling tidak bisa punya gambaran harus milih rumah siap pakai atau rumah butut tidak terawat.

Belum Pernah Saya Melihat Orang Inggris
Mbangun Rumah Dirobohkan Sebagian
Seperti Cara Orang Indonesia

CGT itu singkatan dari Capital Gain Tax, maksudnya kalau anda punya ASSET dan anda rubah bentuknya sehingga harga jualnya jadi lebih mahal, maka selisih harga setelah renovasi dan sebelum renovasi akan dikenakan pajak. 
Contohnya :
Rumah anda sebelumnya berwarna putih kusam, perkiraan harga jualnya Rp 100 Juta, tetapi setelah anda cat warna warni dan anda tambahin kanopi buat garasi, teras menarik dan kios ponsel maka harga jualnya naik menjadi Rp 250 Juta. Nah, selisihnya yang Rp 150 Juta tersebut akan kena pajak. 

Semacam Acara Bedah Rumah Di TV
Bagus Didalam, Bagian Luarnya Tetap Saja Kuno

Plus cat, kuas dan bahan / material yang anda beli juga kena PPN (VAT). Kalau ada material bongkaran, buang limbahnya kena pajak, entah pajak apa namanya. Air minum dari ledeng juga nggak boleh dipakai buat ngaduk semen, harus ngambil air dengan tangki entah darimana dan ada pajaknya juga. Bikin sumur artesis sementara nggak boleh, ada pajak pemakaian air tanah. Bagaimana ? enak di Indonesia kan. Anda punya asset apapun misal mobil bisa anda tambahin assesories sesukanya tanpa bayar pajak apapun.

Acara Bedah Rumah Di TV Inggris
Cuma Ganti Perabot Dan Lantai Kayu Aja Masuk TV

Pajak pajak lain sehubungan dengan jual beli, balik nama, biaya notaris relatif sama saja dengan di Indonesia. Kalau ada yang beda, paling karena saya salah dengar saja, maklum si konsultan pajak bibirnya agak sumbing jadi kurang jelas terdengar. Tidak semua pajak yang diterangkan si konsultan bisa saya ingat, yang jelas banyak miripnya dengan di Indonesia. Persentase dan cara menghitungnya saja yang sedikit berbeda. Susah memang nangkap bule sumbing ngomong bahasa Inggris.

Semua Rumah Kadaluarsa
Kenapa Nggak Ada Yang Berani Ngecat Hijau


Karena ada CGT yang cukup mahal tersebut, maka nggak ada yang berani bikin garasi canopy didepan rumah. Akibatnya rumah rumah di Inggris nggak ada sentuhan modern sama sekali kecuali memang komplek perumahan baru. Rata rata rumah di Inggris tampak kadaluarsa peninggalan  Ratu Victoria. Nggak ada yang mau merobohkan rumah dan bangunan meskipun rumah tersebut sudah jadi hak miliknya. Paling banter orang Inggris kalau merenovasi rumah yang dirubah total hanya interiornya saja. Ganti mebel, tambah dekorasi, ganti lampu dll. Dan ini terlihat dari larisnya acara acara di TV semacam acara Bedah Rumah kalau di Indonesia.

Rumah Rumah Kadaluarsa Di Inggris
Sampai Kapanpun Nggak Akan Berubah
Kecuali Kena Gempa Bumi


Seorang pembaca blog ini pernah mengomentari tulisan saya tentang pajak sebelumnya. Bukan di Inggris, tetapi di Italy. Katanya dia baru saja pasang canopy agar air hujan tidak terkena langsung ke jendela dan pintu. Petugas pajak lalu datang lantas melihat lihat sebentar, diukur panjang lebar bayangannya di tanah lalu bim salabim muncul tagihan pajak. Kena dia 'Pajak Bayangan' katanya. Nah ini sebenarnya CGT, asumsinya kalau assesoris yang dipasang bisa menimbulkan bayangan maka berarti menambah nilai jual rumah. Enakan di Indonesia kan semua serba gratis. Udah nggak ada City Tax, Police Tax, Fire Rescue Tax dan Capital Gain Tax (CGT) tapi bisa teriak teriak nuduh pejabat makan duit rakyat pula.

Nah, mumpung di Indonesia belum ada CGT, bikin saja warung ponsel dan warung Soto di halaman depan atau majukan saja kamar dan ruang tamu sampai mepet trotoar. Silahkan.... gratis nggak ada yang nglarang. Uenak tenan ....

Baca Juga :

7 komentar:

  1. pasang kanopi bayar pajak?
    *semaput*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi positifnya kan banyak. Pernah anda lihat rumah di Eropa bagian depannya ada warung ponsel, garasi macem macem bentuk, teras rumah ditutup kaca dll. Lihat saja rumah di perumnas, di komplek perumahan saat ini, barang apapun ditempelkan sehingga bentuknya nggak ada indahnya sama sekali krn tidak sesuai dgn rumah disekitarnya. Di Europe rumah kelihatan rapi

      Hapus
  2. Ada lagi fakta penting. Petani Inggris harus bayar air irigasi. Di Indonesia, air irigasi gratis.

    BalasHapus
  3. Ngomong2 sdh mbayar pajak belum mbak?
    Di US tanggal 15 April terakhir harus sdh beres filling TAX nya ke IRS

    BalasHapus
  4. Siiip...cari rmh di Inggris ?..brsn aku ke Abudhabi..

    BalasHapus
  5. Pantes ibu saya sll blg tiap nton film..rmh org bule dr luar jelek2 tp dlm ny mewah2..kini saya tau alesan ny jd bs crita k ibu saya..thx pak ardi bu susy info ny :)
    ~CIP~

    BalasHapus
  6. ternyata itu alasan kenapa rumah di Inggris itu klasik ya. Pajak untuk renovasinya cukup tinggi. Tapi karena klasiknya itu jadi terlihat historis. Luar biasa peraturan dan kebijakan disana. Teratur dan rapi

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.