Sabtu, 28 Agustus 2010

Guede Tenan First World Hotel Genting Highland

Saya pernah 3 jam kesasar atau tersesat nggak bisa keluar, tetapi kejadian ini di subway, stasiun kereta api bawah tanah di Moscow. Baca : Kesasar Di Russia, Ah Biasaaaa. Kebiasaan kesasar seperti ini sudah menjadi 'trade mark' Ardi's Family. Kalau nggak kesasar rasanya nggak seru, dan nggak ada yang bisa diceritakan dalam blog ini. Kita memang paling suka jalan jalan sendiri tanpa bantuan siapapun, kemana kaki melangkah, selalu saja ada yang bisa ditulis dalam blog ini.

Kali ini kita sengaja nyasar didalam First World Hotel di Genting. Sebuah hotel terbesar nomor 3 didunia (sebelumnya pernah menjadi nomor 1 didunia sebelum dikalahkan oleh The Palazzo Hotel Las Vegas tahun 2008). Tahun 2006 tercatat dalam Guiness World Of Record sebagai hotel dengan jumlah room terbanyak di dunia, yaitu 6118 kamar. Gedung hanya terdiri dari dua tower saja dan masing masing hanya sampai tingkat 28. Tetapi lobby dan desk resepsionisnya buesar dan buanyaknya bukan main. Untuk check in saja harus mengambil nomor urut dari mesin yang banyak tersedia dan perlu waktu satu jam nunggu nomor kita dipanggil. Suasna lobby tidak ada bedanya dengan suasana menunggu nomor kita dipanggil di sebuah bank atau rumah sakit di Jakarta.

Jumlah lift juga ratusan dan dari resepsionis sudah ditentukan kita harus masuk ke kamar menggunakan lift nomor berapa. Tapi bukan Ardi's Family kalau kita harus nuruti saran dari resepsionis, kita mencoba naik ke kamar menggunakan lift yang terdekat dan paling kosong dan sepi. Maklum di hotel ini semuanya serba self service, tidak ada bell boy yang membawakan koper koper kita. Tetapi hal ini malah menggembirakan kita karena kita bisa bebas tanpa dikawal untuk melihat lihat semua sudut hotel yang luasnya bukan main ini..

Ternyata pilihan lift paling kosong dan sepi adalah lift menuju Casino. Baru tahu setelah lift terbuka, tampaklah sebuah Casino besar dengan gate pemeriksaan layaknya sebuah bandara. Sambutan petugas begitu ramah sekali, koper kita langsung dibawakan dan diperiksa dengan mesin X Ray, passport diperiksa untuk memastikan kita bukan warga negara Malaysia karena warga negara Malaysia dilarang masuk ke Casino ini.

Bukan Ardi's Family kalau kita tidak berani blusak blusuk meskipun harus mengucapkan bismillah dan astaghfirullah berkali kali. Orang tua dan anak anak dipisah masing masing dikawal oleh Casino Guide yang 100 % orang Indonesia. Saya perhatikan, pengunjung kesasar berpassport India akan dikawal oleh Casino guide dari India, pasportnya 'Jepang' maka casino guidenya Jepang pula dan passportnya China maka akan dipanggil Casino Guide berbahasa ibu China. Sayang nggak bisa diphoto. Si guide ngerti bahwa kita bukan penjudi, maka yang dijelaskan hanya nama nama permainan dan sesekali merayu agar kita mencoba salah satu permainan. Anak anak jauh dari pantauan saya, ternyata mereka diberi coin gratis untuk mencoba permainan permainan. Akibatnya fatal, begitu sampai dikamar merengek rengek minta ke Casino. 'Hush !!! Haram ....., Nanti Ke Theme Park saja...'

Keluar dari casino, perjalanan tidak langsung masuk ke kamar, tetapi melihat pemandangan diluar dari dalam hotel, ada tempat khusus untuk memandang panorama sekitar dihotel ini. Ternyata diluar berkabut tebal meskipun baru jam 2 siang. Theme Park dan pemandangan pegunungan dengan kabutnya yang tebal diluar tidak membuat kita surprise karena sudah sering melihat hal semacam di Indonesia.

Salam, Tunggu cerita  selanjutnya tentang Genting Theme Park Malaysia.


Baca Juga :


1 komentar:

  1. tq, senang baca petualangan anda ke Genting, jadi menambah bekal saya buat ke sana nanti akhir tahun, saya baru tau kalo untuk chek ini bisa memakan waktu hingga satu jam-an, apa nanti anak kita perlu di sangui HP masing² yah supaya g khawatir kalo hilang ?

    BTW tanya dong kalo keamanan di sana gimana ? copet dll ? aman ? bila berkenan pls email ke leangliem@yahoo.com

    Tq

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.