Jumat, 17 Januari 2014

Gara Gara Hidung Pesek

Tour Guide Exclusive

Hidung saya pesek, semua orang juga tahu. Memang rata rata orang Indonesia hidungnya pesek semua. Saya sadar punya hidung pesek sejak tinggal di Kuwait 6 tahun lalu. Dibanding hidung tetangga tetangga saya memang terasa sekali hidung ane nggak ada apa apanya.


Baru Lihat Lihat Cara Buat Batik
Saya Masih Dicuekin

Tapi di Kuwait saya nggak pernah dapat masalah apapun dengan hidung saya ini, malah seringkali hidung 'hemat oksigen' ini menjadi kebanggaan saya satu satunya. Bagaimana nggak bangga, baru ketemu tetangga Arab Kuwait saja langsung disapa dengan ramah "Indonesie.... Are You Indonesie ?". "Come...come...".


Tahu Cara Buatnya
Langsung Mborong Tenun

Di Indonesia lain lagi ceritanya. Beberapa minggu lalu saya membawa rombongan remaja Kuwait, UK dan US ke Indonesia. Jelas hidung ane terlalu ambles kalau dibanding mereka. Saat ngantri passport di Soekarno Hatta, hidung saya yang dilihat petugas imigrasi pertama kali. Rombongan Arab yang saya bawa dipersilahkan ngantri di jalur khusus 'Other Nationalities' dan selesai dalam waktu 3 menit saja. Sedangkan saya diusir ke jalur antrian 'Indonesia' yang panjangnya bukan main hanya gara gara hidung saya beda dengan mereka. 

Di Ruang Sopir
Nggak Boleh Nambah


Berbagai cara pernah saya lakukan untuk memperbaiki penampilan dan nasib kalau saya pulang ke tanah air. Pakai perhiasan warna emas, kiri kanan nenteng tas Louis Vuitton, kaca mata hitam dinaikin ke jidat, rambut disemir pirang biar dikira bule, sewa mobil Toyota Alphard mewah biar dibukain pintu saat turun di Mall/Hotel dan lain lain. Tapi tetap saja selalu gagal meyakinkan bangsa sendiri dan tetap saja hidung saya dulu yang diperhatikan.

Sebelum Diusir Ke Ruang Makan
Khusus Sopir Dan Tour Guide


Apalagi seperti saat ini saat saya mengajak Arab yang hidungnya lebih mancung dari saya. Ada saja kejadian kejadian aneh yang bersumber dari hidung. Celakanya, suami saya sendiri mengatakan "Dik, kamu lama lama kok kayak Londo Celup ?" saat saya tunjukin warna pirang rambut baru saya. Artinya, suami sendiri memperhatikan korelasi warna rambut pirang dengan hidung saya.


Arab Sukanya Grill
Kali Ini Biar Ngrasain Kecap

Di Bali, saya mengajak makan rombongan Arab, UK dan US ini untuk makan siang di sebuah restaurant di Kintamani. Karena tamu tamu saya ini tidak tahu sama sekali menu makanan Indonesia maka saya bantu untuk mondar mandir memesan makanan dan minuman. Begitu semua makanan dihidangkan diatas meja, si pelayan restaurant melihat hidung saya sekilas, mencolek dan berbisik ke saya :

"Mbak, makanan untuk mbak sudah siap juga diruang bawah"

Karena tidak tahu maka saya ikuti saja pelayan tersebut. Ternyata saya harus makan di ruang makan khusus untuk Sopir dan Tour Guide.


Gue Paksa Arab Makan
Durian Ternyata Mau Juga

Di sebuah toko kerajinan di Ubud, rombongan Arab yang saya bawa memborong batik dan berbagai souvenir khas Bali. Tentu saya juga ikut menjelaskan semua pernak pernik Bali yang ditanyakan. Setelah rombongan Arab membayar di Kasir dan satu persatu masuk kedalam mobil, tiba tiba saya dipanggil oleh seorang wanita berseragam yang ternyata karyawan toko tersebut.


Pegel Saya Nungguin Arab
Belanja Di Toko Ini
Nggak Ada Yang Ngasih Tip Pula

Dia mengucapkan terima kasih telah mengunjungi tokonya, terima kasih juga tourist yang saya bawa telah berbelanja cukup banyak dan sebuah amplop diselipkan ke tangan saya. Ketika saya buka di mobil ternyata isinya uang Rp 50.000. Lumayan, kali ini hidung pesek saya membawa berkah.


Baca Juga :

Kamis, 16 Januari 2014

Nonton Liga Indonesia Dan Bayern Muenchen Di Arab

Photo Dulu Sebelum Sarapan

Spanduk Liga Sepak Bola
Indonesia Di Kuwait
Nonton sepak bola di Kuwait memang sangat seru. Saat musim dingin seperti sekarang ini memang aktifitas luar ruangan semakin semarak. Contohnya  acara tahunan Liga Sepak Bola Indonesia di Kuwait. Saat belum ada satupun pemain bola yang datang, penonton sudah penuh sesak ngantri makan. Ajang Liga Sepak Bola Indonesia memang sangat menarik dan lain daripada yang lain karena anda bisa beli dan makan lontong sayur, gudeg dan berbagai masakan khas Indonesia dipinggir lapangan. Banyak ibu ibu yang memanfaatkan untuk berdagang saat ada acara semacam ini. Di Liga Sepak Bola inilah kita bisa  menonton pemain sepak bola yang kekenyangan.

Nonton Bola Atau Cari Sarapan ?
Yang Penting Ngantri Sarapan

Bawa Karpet Dan Tikar Buat Lesehan
Berapa Score ? Lho Kok Udah Bubar ?

Penonton Kuwait SC
Lawan Bayern Muenchen
Nonton bersama sepakbola di dalam ruangan juga tidak kalah menariknya. Sulit sekali membedakan apakah kita sedang nonton bola atau sedang pengajian. Silahkan baca : Nonton Bersama Sepak Bola Di Kuwait. Kalau ada pertandingan Piala Dunia atau Piala Eropa juga nggak kalah sibuknya mempersiapkan segala sesuatunya, mulai cari pinjaman TV besar sampai pembagian tugas siapa yang harus pesen lemper. Baca : Nonton Bersama World Cup



Stadion Kaifan - Dekat KBRI


Score Board Dimatikan
Mulai Score 0 - 2
Di stadion Kaifan juga sedang ada pertandingan akbar antara Kuwait SC dan Bayern Muenchen. Saya beli tiket Kelas Kambing, yang termurah seharga KD 5 dan dapat tempat duduk di tribune belakang gawang. Begitu duduk, langsung terdengar suara gemuruh stadion yang lain daripada yang lain, yaitu suara rebana yang ditabuh supporter Kuwait. Bukan suara genderang atau drum seperti yang sering kita dengar, tapi rasanya sedang menyaksikan konser musik irama Gambus atau kalau di Gresik namanya kesenian Hadrah. Tentu dengan teriakan teriakan penyemangat dalam bahasa Arab yang menurut saya nggak ada bedanya dengan orang yang sedang Shalawat atau dzikir.

Score Board Hidup Lagi Satu Menit
Saat Score 5 - 0

Bonek Pendukung Bayern Muenchen

BONEK
Babak pertama cukup seimbang karena pemain inti Bayern Muenchen belum turun.Tetapi begitu satu persatu pemain inti turun ke lapangan, permainan jadi seperempat lapangan saja. Saat kedudukan 0 - 2 untuk Bayern Muenchen, mendadak Score Board TV langsung dimatikan. Semakin banyak kebobolan, score board semakin nggak hidup hidup. Sempat hidup sebentar, tapi terlambat kedudukan sudah 0 - 5 untuk Bayern Muenchen setelah itu dimatikan kembali. Sampai bubaran, score board tetap saja mati dan kedudukan berakhir dengan 0 - 8 untuk Bayern Muenchen. Nggak ada berita besar di koran, cukup seuplik saja disudut bawah halaman olah raga. Tidak ada juga siaran ulang di TV, padahal acara olah raga besar seperti ini biasanya selalu disiarkan TV. Hilang sudah kesempatan  tertangkap camera dan masuk TV Kuwait seperti tahun tahun lalu. Ini hanya gara gara kesebelasan Kuwait kalah telak 0 - 8.

Pulang Nonton Bola
Brrr, Dingin Sekali - 8 C Jam 21:00

Baca Juga :

Jumat, 10 Januari 2014

Kalau Arab Piknik Ke Indonesia


Rombongan Arab Piknik Ke Indonesia

Perahu Kayak Gini
Yang Disukai Arab
Saya terkejut luar biasa saat mengajak 6 orang Kuwait, Satu orang Amerika dan satu orang lagi dari UK ke Indonesia beberapa hari lalu. Apa yang sering kita lihat dan lakukan sehari hari di tanah air,  apa yang biasanya kita anggap biasa dan malah terkadang menganggap remeh ternyata dimata Arab menjadi sesuatu yang luar biasa. Total dua minggu  saja mereka saya ajak keliling Jakarta dan Bali. Inilah hal hal remeh temeh yang perlu dilestarikan di tanah air agar lebih banyak lagi turis Arab datang ke Indonesia.



OJEG PAYUNG
Ngojeg Payung
Keluar Dari Hotel
Saat pertama kali mendarat di Ngurah Rai Airport, hujan rintik rintik. Menuju ke Taxi, langsung disodori payung oleh beberapa anak kecil. Belum ada komentar saat menerima payung pertama kali. Begitu tiba dihotel, disambut payung lagi oleh beberapa anak dan terdengar suara kaget dan heran, 'Kenapa mereka hujan hujanan setelah memberikan payungnya ?'. Setelah saya beri penjelasan sedikit mereka langsung tahu, 'Wow, we like a Queen, this is a real world class services'. Langsung ngasih tip Rp 100.000, mereka nggak tahu tip sebesar itu terlalu banyak atau tidak, kalau hati  seneng, Rp 100 ribu per payung rasanya jadi nggak berarti sama sekali. Setelah itu kemana mana rombongan Arab ini tidak pernah terlihat tanpa membawa Payung Sewaan.


Terkesan Saat Disambut Payung
Di Kuta Bali - Like A Queen, World Class Services


NAIK ANGKOT
Bergelantungan Kayak Gini
Yang Bikin Wisatawan Kangen
Angkot di Bali warna warni dan berwarna cerah. Bukan warna warninya yang jadi keinginan Arab untuk mencoba naik angkot, tetapi ingin merasakan bergelantungan di pintu. Kenek angkot Bali sangat tahu sekali keinginan wisatawan, diberi dua pilihan duduk manis didalam atau bergelantungan bersama kenek. Namanya saja remaja, tentu pilihan terakhir yang dipilih. Pulang kembali ke Hotel, rombongan Arab sudah fasih sekali menirukan apapun yang diucapkan si kenek. 'Denpasar.... Suci......Kuta... Tariiiiikkkk !'. Suatu pengalaman kerja luar biasa, 'Ngenek' yang tidak mungkin bisa didapat dinegara manapun didunia. Suatu bukti nyata betapa cerdas bangsa Indonesia, begitu keneknya berganti Arab, semua penumpang segan meminta uang kembalian.



Warna Warni
Wisatawan Mana Yang Tidak Ingin Mencoba


MONYET DAN KEBUN BINATANG
Ya Ampun, Jauh Jauh
Cuma Cari Monyet
Masih di Kuwait, belum berangkat ke Indonesia, rewelnya sudah terasa. Diajak berunding menentukan tujuan wisata di Indonesia sudah nggak bisa lagi. Nggak bisa ditekuk sedikitpun, pokoknya mau melihat monyet, orang utan, gajah dan harimau. Celaka, dua minggu di Indonesia banyak terbuang di Taman Safari Bogor, Bali Zoo, Monkey Forest Ubud, Sangeh dan Alas Kedaton saja. Di depan Mall Ambasador Jakarta sempat ketemu Topeng Monyet yang beberapa bulan lalu diusir Gubernur DKI Jokowi. Berhenti sebentar lalu 'Jepret', ngambil photo berdua dengan Sarimin. Tiba kembali di Kuwait, bangganya bukan main bisa berphoto dengan harimau jinak, orang utan jinak, naik gajah dan juga bercerita tentang nasib 'Sarimin' di Jakarta. Semua orang diceritain dan ditunjukin photo, cara bicaranya heroik sekali  seolah olah sedang bergulat dengan harimau.

Masha Allah, Baru Lihat Pertama Kali Pohon
Vanilli Dan Kopi Di Indonesia


PEDAGANG KAKI LIMA DAN KULINER

Njajan Di Jimbaran
Umumnya orang Indonesia merasa bergengsi kalau makan di restaurant mewah. Lihat saja photo photoan di Hard Rock Cafe dibawah. Wisatawan yang saya bawa ke Indonesia ini sebaliknya, mereka lebih tertarik Kios Ponsel, Kios Rokok, Warung Makan Kaki Lima dibanding apapun yang ada didalam gedung atau Mall. Saat saya ajak ke Rumah Makan Padang, mereka gembiranya bukan main. Ternyata mereka surprise melihat pelayan restaurant membawa tumpukan piring ditangan.  Sialnya, semua makanan yang tersaji dicoba dan saya harus bayar semua karena semua piring cuma dicicip satu sendok saja.

Wisatawan Indonesia
Mana Mau Berphoto Didepan Pedagang Kaki Lima

Jadi Nasi Yang Kita Makan
Setiap Hari Pohonnya
Seperti Ini ?
Masih banyak lagi yang perlu saya ceritakan ke anda. Dari pengalaman jalan jalan ke Indonesia kali ini saya bisa tahu bahwa tidak benar sama sekali anggapan sebagian besar orang Indonesia selama ini bahwa 'Sorga Berada Di Telapak Kaki Ibu'. Dengarkan saja komentar Arab dibawah ini saat pulang kembali ke Kuwait

'No Mam, Heaven In Indonesia, Heaven in Bali !!!'

Apa iya ? Belum pernah kamu ke Bromo, Borobudur, Prambanan. Ntar gue tunjukin, baru tahu negaramu kecil nggak ada apa apanya. Kamu akan kaget melihat semua tempat di Indonesia hijau dan semua makanan dan minuman yang kamu beli tiap hari berasal dari tanaman di Indonesia.

Aum,,, Senengnya Bukan Main Bisa
Pegang Binatang


Baca Juga :

Selasa, 07 Januari 2014

Kuwait Diwaktu Malam

Scientific Center Kuwait
Di Malam Hari

IMAX Theater
Orang Arab terbiasa melek malam dibanding umumnya orang Indonesia. Hampir semua aktifitas kota terasa hidup begitu gelap mulai datang. Saat musim panas bulan Juni - September memang bisa diterima akal sehat kalau beraktifitas malam hari karena siang hari memang temperatur bisa mencapai 40 Deg C - 52 Deg C. Tapi saat musim dingin November - February, kebiasaan melek malam memang tidak berubah dan masih berlanjut sampai saat ini.



Pedagang Kaki Lima
Juga Ada
Yang Nonton Futsal
Juga Ada
Bedanya, aktifitas di luar ruangan pada saat musim dingin seperti ini semua orang memakai jaket tebal dan wanitanya memakai sepatu boot tinggi berbulu dan hangat. Bah, Arab udah ada musim dingin ?, Masha Allah !!!...kiamat deh ?. Tenang, tenang saudara saudaraku di tanah air. Di  Arab juga ada musim dingin. Puncak musim dingin bisa mencapai 0 Deg C.  Di negara negara Arab yang bergunung gunung tinggi juga bersalju saat musim dingin. Lihat link Tempat Tempat Bersalju Di Arab Dan Sahara ini kalau ingin tahu ski resort di negara negara Arab

Duduk Duduk Sambil Memandang
Liberation Tower

Sedang Nggelar Meja
Kursi Dan Persiapan BBQ
Aktifitas luar ruangan yang dilakukan penduduk Kuwait sangat bermacam macam. Ada yang sekedar jalan jalan bersama keluarga, olah raga futsal, basket ball, tennis atau sekedar duduk duduk melamun sendiri atau ngobrol bersama keluarga, saudara atau teman. Sama halnya dengan orang Indonesia, yang remaja seringkali berkelompok dan mejeng. Kalau ada cewek melintas langsung suat suit iseng. Ceweknya juga pura pura cuek. Bedanya, kalau cowok Arab lebih terkendali, nggak ada yang berani jahil dan langsung salaman ngajak kenalan. 


Nunggu BBQ Siap Sambil
Memandang Laut

Nonton Air Mancur
Di Scientific Center
Satu hal yang tidak akan dijumpai di Indonesia, yaitu penduduk Kuwait kalau rekreasi di taman taman kota malam hari, ribetnya bukan main. Meja, kursi, sepeda anak anak, bola, alat pemanggang dan semua bahan bahan makanan dibawa semua dari rumah. Misalnya satu keluarga berisi 8 orang, maka perlu tiga sampai empat mobil dikerahkan untuk mengangkut semua perlengkapan.. Yang tidak mau ribet juga ada, umumnya mereka klesetan diatas rumput sambil bakar bakar ikan, sosis atau daging. Baunya, wuah bisa bikin lapar tujuh hari tujuh malam.


Ahmadi Saat Malam Hari

Baca Juga :


Main Bola Basket
Cari Keringat Biar Makan Banyak


Suit Suit, Remaja Kuwait
Mejeng. Cantik Cantik Juga

Sabtu, 04 Januari 2014

Murah Meriah Di Factory Outlet Kuwait

Tinggal Pilih ..Tinggal Pilih...
Murah.. Murah..!

KD 1 Dapat Satu Bundel
Orang Jakarta setiap akhir pekan selalu berbondong bondong ke Bandung atau Bogor. Semua satu tujuan, wisata belanja mborong semua barang di toko toko yang ada embel embel nama 'Factory Outlet'. Laris manis, dan sudah tak terhitung lagi berapa banyak toko di tanah air yang pakai embel embel nama 'Factory Outlet' di papan nama tokonya. 




Beda Definisi Antara India
Dan Indonesia
Di Kuwait, saya kenal istilah 'Factory Outlet' dari seorang India. Yang namanya 'Factory Outlet' ternyata sangat lain dan bahkan bertolak belakang artinya. Lihat saja gambar gambar pada tulisan ini. Istilah 'Factory Outlet' ini mungkin hanya dimengerti India/Bangladesh saja. Sama sama seru dan murah meriah. Produknya bukan busana siap pakai, busana cacat pabrik atau busana untuk menghabiskan stock yang tak terjual, tapi hanya berupa potongan kain berbagai macam motif dan ukuran saja. Dua atau tiga lembar potongan kain berbagai macam corak dan ukuran, cukup diikat dengan gelang karet menjadi satu bundel dan dihargai KD 1 per bundel. Penjualnya dari India atau Bangladesh. Mereka keukeuh mengatakan dagangannya benar benar 'Factory Outlet'. 

"Yes Mam, believe me, all of this Textiles are factory outlet". 


Tas Jinjingnya Gaya Juga Bro..
Bahasa Inggris "Paris Gallery Textile Co" Kuwait
Factorynya Low Profile, Cukup Tas Kresek

Jadi mikir saya, 'Factory Outlet' kalau versi India dan Bangladesh berarti artinya 'Buangan Pabrik' bukan seperti definisi yang saya pahami di Indonesia saat ini. Setahu saya di tanah air artinya 'Showroomnya Pabrik' atau 'Showroom Barang Afkiran Pabrik'. Sangat bergengsi sekali kalau keluar dari 'Factory Outlet' di Bandung atau Bogor, pintu mobil dibukakan, tas tentengan belanja dari kertas warna coklat 'ecofriendly' dan ada tulisan nama nama kota seluruh dunia : 


"De Senza Bandoeng Factory Outlet
London - Paris - New York"


Dania Al Saada Factory Outlet
Karachi - New Delhi - Kuwait

Factory Outlet India Di Kuwait
Ketika saya tanya penjualnya, saya dapat penjelasan cukup detil. Textile Factorynya memang berada di Bangladesh dan India. Produk produk busana siap pakainya dieksport kemana mana, termasuk yang saat ini dijual di Mall Mall Kuwait. Tapi bagaimanapun juga, tetap ada rasa bangga saat saya keluar dari Factory Outlet di Kuwait ini. Tas yang saya bawa keluar dari Factory Outlet Kuwait juga ada tulisan nama kota diseluruh dunia, bahasa Inggris seperti halnya tas tas dari Factory Outlet Bandung dan Bogor, bahkan ada tulisan bahasa Arab juga disebaliknya.


"Paris Gallery Textile Co, Kuwait 
Open : 10:00 AM - 20:00 PM
Kumar - Phone +965 9787xxx
Exported Quality - Bapu Bazaar 2nd Floor-L17 , Udaipur India"


Tinggal nambahin saja, Singapore - London - New York. Cuma, sayangnya kok berupa tas kresek warna biru. Kurang ecofriendly gitu lho maksud saya ...:)