Kamis, 05 November 2009

Antara Kontraktor Kuwait Dan Indonesia

Baik di Kuwait maupun di Indonesia rasanya sama saja. Kita juga banyak bergaul dengan kawan kawan dari perusahaan atau kontraktor pendukung perusahaan Minyak Cap Manuk tempat saya bekerja. Di Chevron Minas atau Duri, kita banyak mengenal kawan kawan dari kontraktor juga dan semuanya baik baik, nggak cuma di lingkungan kantor saja tapi juga diluar kantor. Saya masih ingat teman baik saya pak Emir Syahrir, kalau saya pulang terlambat dan ketinggalan IOT (Inter Office Taxi), dengan senang hati beliau memberi tumpangan pulang. Ada juga kawan lain yang terlalu banyak kalau disebut satu persatu jasanya.

Di Kuwait, saya juga kenal baik dengan seorang expatriate. Dia bekerja di Al Abraj, sebuah kontraktor pendukung Perusahaan Minyak Cap Manuk. Saking baiknya, dengan sukarela saya dipinjami truk box dengan bensin penuh tinggal pakai. Saya memang perlu truk box untuk pindahan rumah dari Mangaf ke Egaila. Truknya sih gratis tetapi saya juga harus mencari tukang angkutnya juga karena barang yang harus saya pindahkan ke rumah baru sangat banyak. Akhirnya dapat juga tenaga bantuan untuk angkut angkut barang, semuanya Bangladeshi. Badannya kecil kecil, tetapi tenaganya sangat kuat, mereka sehari hari adalah tenaga cleaning service dan janitor dari kontraktor yang bekerja di Main Office dan ada juga yang dari Al Abraj.

Jumlah tenaga angkut angkut ada 6 orang plus seorang sopir. Biaya gratis, tapi jelas nggak sampai hati kalau tidak memberi tips sama sekali, lha wong mereka mondar mandir Mangaf ke rumah baru di Egaila sampai 3 kali mulai ngangkut barang naik keatas truk, menurunkan kembali dan menata semua perabot di rumah baru. Makan siang sengaja saya siapkan makanan favorit Bangladeshi, yaitu Mutton Biryani dan Papad, kerupuk tipis dan renyah khas India.

Pindahan dari rumah lama di Mangaf ke rumah baru di Egaila akhirnya bisa terlaksana dengan sukses pada hari Jum'at, 30 October 09 mulai jam 7:30 pagi sampai jam 14:00 siang dengan istirahat sekitar satu jam untuk sholat jumat dan makan siang dengan Mutton Biryani. Pindahnya sih cepet, yang lama adalah menata kembali semua perabot dan hiasan rumah yang berantakan seperti kapal pecah.

Tidak seperti di Chevron Pacific Indonesia dimana rumah perusahaan tersedia dengan jumlah cukup banyak, di Perusahaan Minyak Cap Manuk Kuwait rumah perusahaan sangat terbatas dan kita harus ngantri dulu untuk bisa menempati rumah perusahaan. Dan antrian saya sampai saat ini sudah di urutan 191, setiap bulan urutannya maju 2 lalu mundur 11 jadi nggak pernah dapat dapat rumah perusahaan.

Sebagai orang Indonesia untuk pindahan rumah tentu tidak lupa acara slametan, dan slametan ini diadakan hari Sabtu, 31 October 09 dengan mengundang seluruh engineer Perusahaan Minyak Cap Manuk yang tinggal di apartment Haiza, apartment Noora dan sekitarnya. Nasi tumpeng sebagai menu utama dan pengobat rasa rindu tanah air Indonesia tercinta.

Dari pengalaman beberpa kali keluar masuk perumahan dan apartment di Kuwait, saya bisa mengatakan bahwa harga sewa rumah/villa atau apartment di Kuwait jauh lebih mahal dibanding dengan di Indonesia. Dibawah ini adalah harga sewa bulanan rata rata villa/rumah dan apartment di Kuwait dari hasil pengamatan yang saya lakukan selama bulan September dan October 2009. Semuanya lengkap dengan Ruang Keluarga, Dapur dan Kamar mandi dengan luas yang sesuai dengan harganya.
  • Furnished 4/5 bedroom house/villa in good area KWD 650/month
  • Unfurnished 4/5 bedroom house/villa in good area KWD 500/month
  • Furnished 5 Luxury bedroom apartment sea view KWD 900/month
  • Furnished 2 bedroom house in good area KWD 500/month
  • Unfurnished 2 bedroom house in good area KWD 350/month
  • Furnished 2 bedroom apartment in good area KWD 300/month
  • Unfurnished 2 bedroom apartment in good area KWD 230/month
  • Room in shared apartment in good area KWD 115.00/month 

Sabtu, 31 Oktober 2009

Ihwal TKW Bermasalah

Dikutip Dari Kompas, 31 Oktober 2009 - Halaman 7
Ditulis Oleh : Faisal Ismail Dubes RI di Kuwait

Setiap tahun Kedutaan Besar RI Kuwait menampung sekitar 2.000 tenaga kerja wanita bermasalah yang kabur dari rumah majikan. Mengapa?

Sebagian dari mereka tidak betah bekerja karena beda tradisi dan kultur. Mereka mengalami gegar budaya. Sebagian lagi mengaku, upah mereka tidak dibayar majikan atau diperlakukan tidak wajar. Penyebab paling serius, mereka mengalami kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, dan pemerkosaan. Untuk menangani kasus-kasus berat, KBRI menyerahkan masalah ini kepada pengacara yang disewa.

Selingkuh dan kematian
Persoalan lain yang harus dihadapi KBRI adalah perselingkuhan antara sebagian TKW dan lelaki berkebangsaan lain. Diduga perselingkuhan terjadi saat mereka lari dari rumah majikan, lalu menjalin hubungan intim. Ketika hendak melahirkan, mereka datang ke penampungan di KBRI. Petugas KBRI membawanya ke rumah sakit. Kini, ada delapan bayi di penampungan, tanpa diketahui siapa ayah mereka. Bayi-bayi ini tidak dapat dibawa pulang ke Tanah Air bersama ibu mereka karena tidak memiliki akta nikah yang sah. Rumah sakit juga tidak mau memberi surat keterangan lahir. Akta nikah dan surat keterangan lahir diperlukan sebagai dasar memproses dokumen keimigrasian yang memungkinkan para bayi itu pulang ke Tanah Air bersama ibunya. KBRI sedang berkonsultasi dengan penasihat hukum untuk menyelesaikan kasus ini secepat mungkin.

Tidak mudah bagi pekerja wanita—sudah menikah atau belum—bekerja di negara asing.

Dalam tiga tahun terakhir ini, jumlah TKW yang meninggal agak meningkat, rata-rata 20-25 orang per tahun. Keterangan dari rumah sakit menyebutkan, mereka meninggal karena tekanan darah tinggi, darah rendah, jantung, asma, paru-paru, dan lainnya. Melalui Deplu, Depnakertrans, dan BNP2TKI, KBRI selalu mengirim pemberitahuan kasus kematian TKW kepada keluarga, apakah akan dimakamkan di Kuwait atau Tanah Air. Kebanyakan keluarga meminta agar jenazah dimakamkan di Tanah Air. Untuk itu, sistem cek kesehatan di Tanah Air perlu dibenahi sekaligus diperketat guna menghindari banyaknya kematian yang menimpa TKW. Diharapkan, TKW yang dikirim adalah benar-benar sehat, cakap, sudah mendapat pembekalan sekaligus pelatihan keterampilan kerja, serta orientasi tentang tradisi dan kultur masyarakat di negara tujuan.

606 TKW di penampungan
Hingga pertengahan Oktober 2009, KBRI menampung 606 TKW dengan segala kompleksitas masalah. Secara bertahap KBRI telah memulangkan mereka ke Tanah Air. Namun, karena yang datang lebih banyak (sehari rata-rata 10 orang), KBRI merasa kewalahan mengurus mereka. Akibatnya, terjadi penumpukan TKW bermasalah di penampungan. Permasalahan kian ruwet karena daya tampung terbatas, fasilitas kamar mandi dan WC minim. Gedung berlantai dua tempat menampung TKW dikhawatirkan runtuh karena harus menampung banyak manusia dan barangnya. Mereka tidur sekenanya dan amat tidak nyaman. Ketidaknyamanan fisik dan psikis ini bisa mengganggu kesehatan sehingga mereka mudah terkena tekanan mental dan stres. Mereka juga jenuh karena lama tinggal di penampungan.

Kini KBRI sedang bekerja sama dengan kepolisian untuk mempercepat proses sidik jari. Mereka yang tidak mempunyai kasus kriminal segera dipulangkan. Deplu dan instansi terkait sudah menyediakan dana bagi pembelian sekitar 600 tiket.

Kerja sama
Kerja sama perusahaan pengiriman tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) dan agen untuk menangani kasus dan masalah TKW harus sinergis. Butir-butir ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan dan kesepahaman antara PPTKIS dan agen harus dilaksanakan secara benar, adil, serta penuh tanggung jawab. Misalnya, dana Rp 2 miliar per tahun untuk biaya makan TKW bermasalah di penampungan seharusnya menjadi tanggung jawab agen, bukan dari anggaran Depnakertrans (negara).

Amat diharapkan, sistem perekrutan TKW oleh PPTKIS diperketat dan selektif. Mereka yang dikirim harus benar-benar berkualitas, bermotivasi tinggi, dan siap mental untuk bekerja di lingkungan yang bertradisi dan berkultur berbeda. Jangan sampai ada kesan, TKW bak komoditas dagang yang diekspor. TKW adalah manusia yang berperasaan, memiliki harga diri dan hak asasi yang harus dihormati.

FAISAL ISMAIL
Dubes RI di Kuwait

Selasa, 27 Oktober 2009

Awas Benda jatuh ....


Bertetangga dengan masyarakat dari berbagai Negara memang cukup mengasyikkan. Keramahan pada saat kita berjumpa sangat beragam sekali. Ada yang santun sekali pada saat kita berpapasan, ada yang cerewet suka ngajak ngobrol, ada juga yang juteknya minta ampun. Pokoknya komplit bak negeri kita sendiri Indonesia Raya. Yang jelas, nggak ada bedanya dengan di Indonesia, sifat manusia semua sama saja, ada yang baik, ada yang cemberut dan ada yang selalu gembira.




Pot Bunga Raksasa
Diatas Kepala

Di Mangaf, saya menyewa rumah yang cukup besar dimana Ground Floor saya tempati sendiri, 1st Floor disewa oleh orang Amerika dan 3rd Floor disewa oleh seorang Mesir. Yang Amerika ini ramahnya bukan main setiap berpapasan selalu ngajak omong tetapi yang dari Mesir ini luar biasa bandel. Selalu saja dia meletakkan barang yang menurut kita kalau kesenggol akan jatuh menimpa orang yang lewat dibawahnya. Pernah suatu hari dia meletakkan berderet deret pot bunga kecil didepan jendela lantai atas. Dan benar apa yang sudah kita perkirakan, salah satu pot bunga nya jatuh tapi untungnya tidak menimpa orang lewat. Si Amerika ini sangat concern sekali dengan masalah safety sehingga minta agar si Mesir tidak meletakkan pot bunga diatas jendelanya, kalau ada orang kejatuhan bisa terluka dan menderita katanya.


Menjemur Kasur

Apa yang terjadi, ternyata 2 hari setelah dinasehati si Amerika masalah safety, pot bunga kecil diatas berubah menjadi pot bunga raksasa. Kira kira kalau ada orang lewat kejatuhan tidak akan tersiksa dan menderita lagi tapi langsung mati, begitu kira kira pikirannya. Dan yang parah lagi, sekarang kalau njemur kasur cukup dari jendela saja. Hemat tenaga dan nggak perlu ngotong ngotong kasur kebawah

Jumat, 16 Oktober 2009

Halo , Saya Udah Nyampai Kuwait

Saat ini bulan Oktober 09, temperatur udara Kuwait sudah terasa enak, kira kira 30 Deg C, sama dengan temperatur udara sehari hari di Indonesia. Artinya aktifitas outdoor sudah bisa dimulain lagi. Udara nyaman seperti ini tidak akan lama, hanya dua - tiga bulan saja, setelah itu masuk bulan December akan dingin sekali serasa sampai menusuk tulang. Pada bulan December biasanya tempertatur udah bisa diskitar -5 - 10 derajat celcius. Terutama didaerah terbuka, wuih dinginnya sangat tidak enak, kering dan menusuk tulang.

Tanggal 16 October 09 ini seperti ritual tahun lalu kita semua yang tergabung dalam keluarga besar IATMI Kuwait mengadakan acara volley di pantai Fahaheel. Acara semacam ini selalu diadakan pada hari Jumat pagi sekitar jam 6:30 sampai 09:30 dan hanya pada saat pergantian musim panas ke dingin atau dingin ke panas saja. Acara menjadi agak lain karena kedatangan teman baru lulusan Chevron Geothermal bernama Jose yang baru menginjakkan kaki di bumi Kuwait sekitar 4 hari lalu.

Daripada bengong di Guest House KOC, daripada stress kaget dengan birokrasi yang mbulet, ybs mendapat kehormatan khusus dijemput menuju pantai Fahaheel untuk didaulat menjadi photografer blog sekaligus memperkenalkan diri kesemua keluarga besar IATMI Kuwait yang hadir. 'Halo ma, saya udah nyampai Kuwait, 3 bulan lagi saya jemput ya", "Vio dan Niska jangan berantem ya". Celetuk Yose.

Seperti biasanya, dalam acara olahraga dipantai Fahaheel ini juga disediakan sarapan pagi oleh ibu ibu berupa Nasi Uduk lengkap. Ada yang datang bergabung ada juga yang meninggalkan Kuwait, kali ini giliran pak Hani yang kita ucapkan selamat jalan untuk bertugas ditempat baru. Selamat datang Jose dan selamat jalan pak Hani, semoga anda semua sukses ditempat baru.

Selasa, 13 Oktober 2009

Pedagang Kaki Lima Di Kuwait

Egaila Beach Kuwait
Untuk soal pedagang kaki lima, Kuwait boleh dikatakan masih Taman Kanak Kanak (istilah Gus Dur). Kenapa, ya karena baru ada sekitar pertengahan tahun 2008. Ketika pertama kali kita menginjakkan kaki di Kuwait, sama sekali saya tidak melihat adanya pedagang kaki lima. Sampai sekarangpun pedagang kaki lima yang ada cuma jualan air mineral, minuman kotak dan es krim saja. Semua bentuk gerobak sepedanya sama, artinya pengusahanya masih satu orang saja. Perhatikan gambar gerobak sepeda disamping, penjualnya jelas diimport dari luar negeri, entah dari India, Bangladesh, Mesir atau negara lain.




Al Kouts Kuwait
Pedagang kaki lima di Kuwait cara menjajakan dagangannya tidak berkeliling tetapi pasif menunggu pembeli ditempat tempat tertentu seperti di pantai yang banyak orangnya atau ditrotoar pinggir jalan. Karena jumlahnya masih sedikit sekali maka boleh dikatakan tidak mengganggu ketertiban umum tetapi malah sangat bermanfaat bagi umum yang memerlukan minuman pada saat kehausan sehabis berolahraga. Jelas sekali tampak lesu dan tidak bersemangat.



St Petersburg - Rusia
Bandingkan dengan pedagang kaki lima dari negara lain seperti gambar disamping ini. Meskipun jenis dagangannya sama air mineral, minuman kotak dan es krim tetapi penjualnya tampak aktif sekali dan bergairah. Mereka sudah lama mengenal cara berdagang kaki lima dan lebih ulet. Cara menarik konsumen pun sangat profesional dengan gerobak yang lebih berwarna warni dan pedagangnya juga mondar mandir kesana kemari menjajakan dagangannya. Tidak lesu seperti pedagang kaki lima di Kuwait.


Istanbul Turki
Saat ini memang baru ada satu jenis pedagang kaki lima, yaitu penjual air minum saja, tetapi suatu saat nanti pasti akan lebih bervariasi lagi. Saya benar benar mengharapkan suatu saat nanti negeri ini akan lebih banyak warna paling tidak akan sama dengan negara lain disekitarnya dimana dengan mudah kita bisa mencari jajanan dari para pedagang kaki lima yang lezat dan tetap terjaga kebersihannya. InsyaAlllah ....



Baca Juga :