Sabtu, 09 Februari 2008

Selera Arab

Ketika baru pertama kali menginjakkan kaki di Kuwait, semua perlengkapan untuk survive disediakan oleh KOC (baca dibelikan oleh orang Arab). Mulai dari selimut tebal (musim dingin pada saat kami tiba bulan Nov 07), bantal, korden, seprei dan perlengkapan kecil lainnya. Disamping itu service yang diberikan KOC cukup bagus dimana kami disediakan officer yang bertugas sebagai guide dan juga sopir untuk shopping, cari apartement, cari makanan untuk survive dan tour keliling kota untuk menghapalkan jalan dan jalur angkutan umum, termasuk sampai Kuwait City. Yang namanya Arab ya tetap saja Arab, kami dibelikan seprei dan sarung bantal dengan warna orange menyala dengan hiasan berbentuk hati dan bunga bunga menonjol bulat. "Ini kalau di Indonesia hanya cocok untuk pengantin baru", saya mencoba protes minta ganti. Eh dengan tenang si Arab njawab, "kamu lihat hiasan seprei dan sarung bantal ini, setengah bulat dan pas satu genggaman tanganmu, coba genggam, nah kamu nggak perlu pulang ke Indonesia kalau hanya cuma pingin pegang payudara". Akhirnya sekarang seprei tersebut saya jadikan korden Apartment. (Ardi)Indonesian KOC Engineer

Selasa, 05 Februari 2008

Mutton Briyani

Mughal Mahal Restaurant

Memang negeri ini namanya Kuwait, di Timur Tengah, tetapi soal Makanan sepertinya kita sedang berada di India. Dimana mana dengan mudah kita jumpai rumah makan India. Umumnya nama restaurant selalu diawali dengan Mughal, katanya sih nama daerah di India. Mungkin kalau di Indonesia bisa disamakan dengan Kapau atau Padang. 





Fried Biryani
Kalau pas tanggal gajian, apalagi yang kita cari kalau bukan makan enak. Akhirnya, ketemu rumah makan Mughal Mahal di Fahaheel, rumah makannya cukup unik di lantai 2 dimana untuk mencari pintu dan tangga masuk saja sudah termasuk hiburan tersendiri. Memang uenaak dan tidak terlalu mahal seperti namanya. Karena nggak ngerti masakan apa di menu yang disajikan, pilihan cukup yang mudah dimengerti saja yaitu Mutton Briyani, nasi Briyani dengan daging domba goreng ditimbun didalamnya. (by: Ardi)

Berangkat Kerja

Pagi hari jam 5 pagi jalan yang semula senyap dengan cepat menjadi ramai. Apalagi kalau bukan kesibukan berangkat kerja. Baik yang kerja kantoran, lapangan maupun toko semua pada ngantri nunggu bus jemputan atau tumpangan kawan. Biasanya sambil menunggu bus jemputan atau tumpangan kawan, kita ngobrol kesana kemari sambil jogging kecil kecilan untuk mengatasi udara dingin. Brrr 3 derajat celcius. Kita bisa ngobrol dengan Lebanese, Egypt, Philipino, India, Bangladeshi. Obrolan macam macam, bisa politik, ekonomi sampai kerinduan terhadap kampung halaman. Kadang kita tersenyum getir kalau sudah membicarakan kampung halaman masing masing. (by:Ardi )

Aturan Naik Baba

Selain bus dan taxi, angkutan umum yang lain adalah baba. Entah kenapa disebut baba tidak begitu jelas, yang saya ketahui adalah murah, itu saja. Angkutan baba ini sebenarnya semacam taxi juga, tetapi bisa menaikkan atau menurunkan penumpang ditengah jalan. Untuk wanita sangat tidak dianjurkan untuk naik baba ini, anda bisa terkejut kalau tiba tiba si sopir berhenti menaikkan India atau Bangladeshi. Tanyakan dulu berapa tarip sebelum naik, dan lakukan tawar menawar untuk tujuan tertentu yang cukup jauh.

Angkutan Baba ini punya kelebihan dibandingkan taxi, yaitu punya bak belakang terbuka untuk memuat barang barang besar. Jadi kalau anda mau belanja kursi, meja kecil, karpet dlsb angkutan baba inilah solusinya. Biasanya mobil yang dipakai adalah Nissan Double Cabin. Murah ...., mangaf - fahaheel cuma 150 fils. Pasar Jumat - Mangaf juga murah sekitar KD 3 apabila muatan penuh, nggak ada muatan bisa ditawar lebih murah lagi. IKEA mangaf juga sekitar itu tetapi karena lokasinya di mall besar biasanya agak sulit untuk mendapat tarif murah.

Aturan Naik Bus

Naik bus di Kuwait punya aturan tersendiri dan tentu tidak sama dengan di Indonesia. Penumpang masuk dari pintu depan dan yang menarik adalah si sopir berfungsi juga sebagai kondektur, Jadi siapkan saja uang kecil secukupnya dan jangan langsung duduk tetapi bayar dulu ke sopir. Kalau anda langsung duduk biasanya langsung diteriaki. Kalau anda laki laki langsung saja ke bangku belakang daripada nanti diusir sebab kursi bagian depan khusus untuk wanita. Kalau kosong boleh saja duduk di bagian depan, tetapi kalau ada wanita naik, langsung saja pindah kebelakang dan jangan sakit hati kalau diusir karena memang kursi bagian depan untuk wanita. Ongkos bus cukup murah 100 fils, 150 fils atau yang paling jauh ke Kuwait City 250 fils. Sekali lagi jangan lupa bayarnya langsung ke sopir dan minta tiketnya. Awas tiket ini harap disimpan karena sewaktu waktu ada pemeriksaan dan dianjurkan untuk dibawa sendiri sendiri. Pernah terjadi, tiketnya ketlingsut, entah ditaruh disaku yang mana tidak dapat dilacak dengan cepat pada saat ada pemeriksaan, akibatnya semua mata penumpang memandang ke kita seolah olah kita penumpang gelap yang sudah seringkali dan berpengalaman ngemplang sopir. Kalau anda ingin berhenti cukup tekan tombol bel warna merah yang ada disetiap tiang bus. Kalau nggak berhenti juga, jangan tergesa gesa neriakin sopir karena bus hanya mau berhenti di tempat pemberhentian bus saja.