Sabtu, 12 Desember 2015

Sebulan Menjelang Hari Natal Di Kuwait

Nggak Ada Bedanya Dengan Negara Lain Yang Mayoritas
Penduduknya Kristen - Di Arab Toko Dan Rumah Juga
Meriah Penuh Hiasan Natal

Tidak seperti di Indonesia, di Kuwait issue SARA tidak mudah bertebaran dan membuat panas masyarakat. Suasana toleransi keagamaan terasa adem ayem jauh lebih adem dibandingkan di tanah air. Nggak ada sweeping restauran yang masih buka saat bulan puasa, nggak ada sweeping tempat maksiat, nggak ada ribut masalah kolom agama di KTP dan nggak ada pula ormas semacam FPI. Semua jalan saja mengalir seperti air. Pemilik toko yang sudah tentu muslim juga berjualan pernak pernik Natal dimana mana.

Di Kuwait 60 % Sunni Dan 35 % Syiah
Kristen Paling Cuma 3 % Saja, Tapi Kemeriahan
Natal Sudah Terasa Sebulan Sebelumnya

Banyak orang Indonesia di tanah air yang tidak tahu tentang Arab sama sekali. Anggapannya kalau seseorang bangsa Arab berarti agamanya Islam seperti dirinya (Sunni). Padahal belum tentu, di Arab isinya sangat komplit sekali. Berbagai macam agama dan maszab/aliran/sekte semuanya ada. Mending di Kuwait nggak begitu banyak, isinya 60 % Islam Sunni dan 35 % Syiah. Yang lain lain paling cuma 5 % saja.  Di Bahrain sebaliknya, Syiah lebih banyak.


Pernak Pernik Natal Seperti Ini Siapa
Yang Menata ? Muslim, Pemilik
Tokonya Juga Muslim

Di Lebanon dan negara lain disekitarnya berbagai macam aliran/sekte agama ada. Shiah, Sunni, Ismaillite, Allawite, Wahabi, Salafy, Ahmadiya, Nusayri, Druze, Syriac, Assyrian, Baha'i, Yazidi, Judaism, Maronite Catholic, Greek Orthodox, Coptic, Protestant, Melkite Catholic, Roman Catholic, Chaldean, Armenian Orthodox dll. Persentasenya saja yang berbeda beda setiap negara. Baca : Lebanon Negeri Sejuta Agama atau baca wikipedia dengan keyword 'Religion in Lebanon', 'Religion in Syria', 'Religion in Israel', 'Religion in Palestine' dll. Contohnya : Link Wikipedia Ini.



Pohon Natal Plastik, Lampu Warna Warni Dan
Pernak Pernik Natal Lainnya Semua Mudah
Didapat Di Toko Toko Di Kuwait

Meskipun Kristen/Katolik adalah minoritas di Kuwait, tetapi aktifitas keagamaannya normal normal saja. Tidak terdengar ada gesekan sama sekali dengan Syiah maupun Sunni. Hanya orang orang Indonesia di wall facebook saya saja yang heboh terus menerus 'gosak gesek' Syiah. Mulai membahas Syiah Bukan Islam sampai Kawin Mut'ah. Menjelang hari Natal seperti sekarang ini topik 'gosak gesek'nya berubah. Tiba tiba muncul postingan tentang larangan memakai topi sinterklas, mengucapkan selamat hari natal dan lain lain. Pokoknya heboh sendiri dan rame banget. Baca : Indonesia Lebih Arab Dari Orang Arab



Pohon Natal Lengkap Harganya
KD 78 (Sekitar Rp 3.5 Juta)
Mahal Atau Murah ?

Di Kuwait, rumah saya di kampung, membaur dengan penduduk asli Kuwait. Bulan Desember adalah musim dingin, saatnya menanam pohon bagi orang Kuwait. Sudah merupakan hal yang wajar bagi orang Arab kalau saat musim dingin semua taman didepan/samping/belakang rumahnya dirombak total. Pohon pohon yang kering diganti dengan pohon baru.  Tanah diganti dengan tanah hitam dan rumput plastik diganti dengan rumput beneran. Baca Rumput Plastik Saat Musim Panas Berakhir.



Kamarpun Perlu Dihias Sesuai Thema
Hari Natal, Cantik Kan ?

Karena menjelang hari Natal, maka toko tanamanpun banyak yang menjual pohon cemara. Lagipula, cemara termasuk pohon yang dianggap cukup langka, eksotik dan berkelas karena didatangkan dari luar negeri. Akibatnya,  kebanyakan penduduk membeli dan menanam pohon cemara saat musim dingin. Ada juga yang malas merawat pohon beneran maka yang ditanam di kebunnya pohon cemara plastik. Dimanapun di negara Arab memang banyak sekali pohon dan bunga plastik karena tanaman beneran bakalan mati saat musim panas.


Boneka Sinterklas Sampai Sinterklas Betulan
Juga Ada Di Kuwait.  Bagi Bagi Hadiah Buat Anak Anak
Agamanya Apa ? Campur, Pokok Ngantri Dapat Hadiah

Praktis dan nggak perlu perawatan, nggak perlu tanah hitam dan nggak perlu juga menyiram air setiap hari. Nah, pada bulan penuh berkah Desember seperti sekarang inilah terlihat sekali tetangga  tetanggaku yang muslim Sunni ataupun Syiah ikut ikutan 'merayakan' hari Natal sekeluarga dengan cara bercocok tanam di kebun. Anak anak  juga sibuk menghias pohon cemara barunya. Lampu lampu diatap rumah juga dipasang dan berkerlap kerlip warna warni. Semula saya kira hanya yang merayakan Natal saja yang menghiasi rumah dengan lampu warna warni, tetapi ternyata memang umumnya orang Arab suka sekali rumahnya dihiasi dengan berbagai macam lampu hias, Baca kerlap kerlip lampu di rumah Arab : Seminggu Menjelang Hari Natal Di Kuwait


Sekantor Dapat Permen. Yang Memberi Kristen ?
Jelas Bukan, Asli Muslim Kuwait
Orang Indonesianya Masih Ribut Di Facebook
Tulisannya Cukup Happy Holidays
Christmast And New Year 2016


Bola Bola Kaca Hiasan Pohon Natal Ini Kalau Di
Kampung Saya Di Kuwait Dibagikan Oleh Anak Anak
Ke Tetangga, Pokoknya Ketok Pintu Langsung Diberi Satu


Toko Ini Pemiliknya Muslim
Tapi Hari Natal Pasang Juga Pohon Natal



Pohon Natal Juga Jadi Hiasan Utama
Di Toko Toko Avenue Mall


Anak Anak Selalu Memborong Bola
Bola Kaca Untuk Dibagikan Ke Tetangga



Kios Tanaman Di Pasar Jumat Juga Sibuk
Menjelang Hari Natal. Bunga Dan Pohon Cemara
Larisnya Bukan Main



Baca Juga :

8 komentar:

  1. tulisanmu bagus2 mba...i like that....emang lucuuu org indonesia ...lbh arab ya dr org arab hihihi...

    BalasHapus
  2. Iya ya Mas . Kalo di indonesia cemara banyak dan gampang hidup malh beli yg plastik. year end di kuwait Mas?

    BalasHapus
  3. Gila...pohon natalnya mueah banget... harga pn super cilik tanpa pernak pernik berharga hampir 5 jeti disini

    BalasHapus
  4. Adem bener ya..padahal mayoritas muslim juga..kenapa dgn Indonesiaku ini? Natal diributin mulu..ga mau cape ah������

    BalasHapus
  5. soal shiah sunni di Indonesia beritanya marak krn mmg beda situasinya.

    BalasHapus
  6. Sbnrnya di Indonesia jg sama. Dimana-mana saat umat Kristen merayakan Natal maka mall2pun akan menghias tokonya dg ornamen2 Natal. Lagu2 rohani jg berkumandang. Gak ada masalah ya. Minoritas dpt merayakan Natal ataupun perayaan lainnya krn pengertian yang luar biasa dr mayoritas. Keributan terjadi ketika agama jadi alat politik, dipolitisir. Dl mana ada sih keributan2 spt skrg. It's all about Politik yg bikin kisrih aja mnrt sy.

    BalasHapus
  7. Mmg aneh,ilmu gak seberapa tp sudah sok pinter dan merasa paling benar aja,,dan smua diributkan,, indonesia mmg unik tp bikin geli,maklum kebanyakan org pinter daripada orang yang paham dan mengerti,, carut marut gak karuan,kata bapakku dulu negara ini akan perang dgn bangsa kita sendiri dgn saudara dan agama kita sendiri,, miris ya,, semuga orang yg mbaca blogspot dr bapak ardisfamily ini jadi terbuka fikiranya,, biar gak picik,, ora ribut dewe wae,, wong baru bisa pake kerudung aja udah bilang ini itu dilarang,sampe musikpun diharamkan,, oalahhh jagat jagat nusantara,, makin tua makin pada gila sendiri,,
    Salam damai dr saya

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.