Jumat, 22 Januari 2010

'Away Day' Perusahaan Minyak Cap Manuk

Tenda Raksasa
Apa itu 'Away Day' ?, 'Away Day' adalah istilah dalam British Business untuk suatu pertemuan semua pegawai dan umumnya adalah satu department, project atau team dan mengambil tempat / lokasi jauh diluar kantor atau diluar aktifitas business sehari hari. Di Chevron ada acara semacam ini yang bernama 'Get Together', bedanya 'Away Day' hanya untuk pegawai saja sedangkan Get Together di Indonesia untuk seluruh keluarga.



Adu Penalti
'Away Day' di Perusahaan Minyak Cap Manuk diadakan setahun sekali pada saat musim dingin hampir berakhir, biasanya antara bulan January - Maret.  Lokasi selalu diadakan di 'KOC Spring Camp', suatu lokasi terbuka berjarak sekitar 60 Km dari Kantor Utama Perusahaan Minyak Cap Manuk di Ahmadi. Tempat ini dibuka hanya pada saat udara sejuk seperti sekarang ini saja dan hanya diperuntukkan untuk acara Away Day.



Bersama Hasan
Kawan Dari Lebanon
Tetapi pegawai PMCM dan keluarganya bisa juga memakai fasilitas yang ada ditempat ini seperti tenda tenda dan juga fasilitas olah raganya. Cukup tunjukkan badge saja maka siapapun yang kita ajak (keluarga dan teman) bisa masuk dan menggunakan fasilitas yang ada. Satu badge berhak atas sebuah tenda yang lumayan besar kira kira bisa memuat 10 orang per tenda. Kalau mau mengadakan acara barbeque tinggal mancing atau bawa bahan dari rumah saja.




Mancing
Dalam acara Away Day, olah raga dibagi menjadi dua yaitu outdoor sport dan indoor sport. Yang outdoor misalnya sepak bola, basket ball, volley ball, cricket dan mancing (fishing). Yang menarik, kalau main sepakbola tetap pakai baju tradisional arab yang gedobyah gedobyoh, jadi kalau lari ngejar bola tepuk tangan sangat meriah sekali, apalagi pas adu penalti seperti gambar diatas ini.






Melamun Sambil Mancing
Favorit saya adalah mancing, rasanya mancing ikan di Teluk Persia ini mudah sekali dan gampang dapatnya. Disamping ikannya besar besar kalau mancing tidak sengsara sama sekali seperti mancing di Indonesia, disini mancing bisa bawa kursi dan sofa sampai dibibir pantai dan bisa sambil dengarkan tape compo sekaligus barbeque dipinggir pantai.




Didalam Tenda
Sedangkan yang indoor terdiri dari Pingpong, Amy Foot Ball, Billiard dan Card Game. Kalah atau menang semua dapat hadiah, yang penting hadir saja dapat hadiah. Jangan ditanya apa isi hadiahnya, kira kira sama dengan hadiah get together pada saat kejayaan CPI 30 tahun lalu, made in luar negeri dan ada sponsor. Tahun ini sponsor dari Zain Telecommunication. Waktu pegawai diminta pendapat untuk acara Spring Camp tahun mendatangpun usulannya juga sangat 'international' sekali, yaitu sekali kali diadakan acara spring camp diluar Kuwait. Moga moga saja terlaksana ....siapa tahu bisa ke Damascus dan Beirut gratis.

Minggu, 17 Januari 2010

Pidato Terakhir

Sebelum Berangkat Ke Kuwait
Selamat Tinggal Sahabat Sahabatku Di ASITA
Keluarga Bagiku Adalah Segalanya
Akan Kusambut Hari Depanku Di Kuwait Bersama Keluarga


'Susy, apa yang kamu cari di Kuwait ?', inilah pertanyaan yang pernah disampaikan kawan kawan seperguruan di IWAPI dan ASITA menjelang saya berangkat ke Kuwait dua tahun lalu. Pada saat itu, saya benar benar susah sekali menjawab pertanyaan sederhana tadi, disatu pihak saya sudah bertahun tahun punya ikatan emosional dengan dua organisasi yang ikut membesarkan saya. Belum lagi ikatan emosional dengan beberapa LSM yang pernah saya rintis keberadaannya di Indonesia. Bukan dengan organisasi/institusinya saya merasa rindu, tetapi dengan kebersamaan dan kekeluargaan seluruh anggotanya.


Sekarang saya sudah bisa tegar menjawab, hanya satu jawaban saya 'Keluarga'. Meskipun terkadang suami begitu menyebalkan, meskipun terkadang anak anakku Ayu dan Dinda begitu menjengkelkan, aku benar benar cinta mereka. Usaha usaha yang pernah saya rintis dari kecil biarlah berjalan apa adanya tanpa saya harus menungguinya. Saya percaya benar dengan profesionalism anda semua, saya yakin dan percaya bahwa rejeki tak perlu dicari, kalau memang milik kita akan datang dengan sendirinya. Dan atas bantuan tehnis dan moral yang teman teman berikan, saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas pencapaian dan kerjasama yang telah kita lakukan selama ini.


Dan pidato terakhir saya ini bukan untuk memutus tali silaturahmi kita, saya masih ingin datang kembali pada tutup buku tahun - tahun mendatang. Harapan saya masih pada anda semua.

Sabtu, 16 Januari 2010

Hari Ini 16 Tahun Yang Lalu

Alkisah pada jaman dulu kala ketika Blackberry belum ditemukan dan Facebook belum ada, tinggallah seorang perempuan muda dengan suaminya yang tampan disebuah desa terpencil bernama Minas, Kabupaten Bengkalis, Propinsi  Riau. Desa ini terletak ditengah tengah hutan yang lebat dan jauh dari mana mana. Pada saat itu keluarga ini tampak manis dan bersahaja dan sekali kali tersirat wajah bahagia menanti kelahiran anak pertamanya. Pada saat suami bekerja mencari minyak di hutan, si istri dengan setia menunggu suami tercinta pulang bekerja.

Hari berganti, saatnya perut mules mules pertanda si jabang bayi ingin segera lahir. Di desa terpencil tadi hanya ada sebuah klinik kecil saja dan saat itu hanya ditunggui perawat piket saja yang menyarankan untuk dibawa ke Rumbai Hospital karena semua dokter adanya di Rumbai. Karena tidak ada pilihan lain, maka si ibu yang mau melahirkan tadi bersedia untuk melakukan perjalanan selama satu jam menuju desa lain Rumbai. Perjalanan terasa sangat lama sekali karena jalan Minas Rumbai terkenal sangat licin sekali terutama kalau hujan. Jalan raya Minas Rumbai ini masih berupa tanah yang disiram minyak mentah.

Pada saat saat kelahiran anak pertama, pasangan suami istri tadi benar benar jauh dari sanak dan saudaranya sehingga semua persiapan harus dilakukan berdua saja. Hampir 2 malam di Rumbai si Jabang Bayi belum mau lahir juga, sehingga disamping menunggu, si suami juga mondar mandir Minas Rumbai melalui jalan minyak yang licin tadi hanya untuk mengambil barang barang yang tertinggal atau diperlukan saja.

Akhirnya, si suami kelelahan dan tertidur di Minas sedangkan si istri masih berjuang melahirkan di Rumbai. Tepat hari ini 16 tahun lalu jam 17:30, lahirlah bayi mungil perempuan dengan berat 3.65 kg pada saat si bapak masih tertidur pulas di Minas. Bayi kecil ini sekarang sudah tumbuh menjadi gadis remaja dan bernama  Ayu Putri Pertiwi, dia pun sudah malu kalau jalan jalan dengan orang tuanya maunya dengan teman teman sebayanya, sudah bisa menolak apa yang dikatakan orang tuanya.

Selamat ulang tahun nak, aku mencintaimu.
Semoga tetap menjadi anak yang sholehah,  selalu sehat dan panjang umur.
Semoga kesuksesan menyertaimu. nak.............amin

Ayah Ardi dan Bunda Susy
Egaila - Kuwait, 16 January 2010

Baca Juga :

Jumat, 15 Januari 2010

Pikun International di Kuwait

Pikun, lupa, pura pura lupa atau sengaja nggak mau mengingat ingat bukan sesuatu yang negatif dimanapun juga, termasuk di Kuwait. Jenis 'penyakit' seperti ini belum ada obatnya dan nggak usah berpikiran negatif bahwa penyakit semacam ini hanya ada di Indonesia saja. Penyakit ini juga terjadi di Kuwait dan menimpa hampir semua orang, baik penduduk asli Kuwait sendiri maupun warga negara Canada, Amerika, Mesir, Lebanon dan lain lain yang tinggal di Kuwait. Perkiraan saya jumlah penderitanya jauh melebihi penderita Flu Babi dan Flu Burung.

Penyakit Pikun International ini umumnya terjadi pada saat bayar sekolah. Di Kuwait, biaya sekolah tahunan bisa diangsur 2 sampai 3 kali. Angsuran pertama biasanya tidak ada masalah, tetapi pada saat angsuran kedua atau ketiga jatuh tempo, pihak orang tua serentak pikun semua lupa saatnya bayar sekolah, sehingga pihak sekolah sibuk membagi bagi kertas kesemua murid yang berisi tagihan biaya sekolah. Baik yang dari Canada, Amerika,Mesir, India (dan Indonesia juga he he) tiba tiba kompak semua jadi pelupa dan pikun. Tetapi penyakit ini tidak lama, biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah tagihan kedua diterima murid murid.

Suasana pada saat pembayaran bagi orang orang pikun di sekolah juga sangat meriah sekali, sampai harus duduk ngantri. Semua bercanda tawa mentertawakan dirinya sendiri sendiri. Jadi, jangan pernah minder jadi Indonesia dilingkungan asing, siapapun baik warga negara dari Kuwait, Amerika, Canada atau yang lainnya akan jadi pikun tiba tiba dan lupa atau sengaja lupa kalau urusan bayar membayar semacam ini.

Selasa, 05 Januari 2010

Indonesia Kecil Di Terminal 3 Dubai Airport

Ruang Tunggu Terminal 3 Dubai Airport
Banyak Artis Cadel
Di Terminal 3
Setiap kali saya pulang ke Jakarta, setiap kali itu pula saya memilih penerbangan yang transit dulu ke Dubai. Pasalnya kalau langsung Kuwait-Jakarta tanpa transit aduh capeknya bukan main....10 Jam harus duduk di pesawat. Ada rasa bangga saat kita bisa bertemu dengan banyak sekali orang Indonesia di luar negeri, terutama dengan mbak mbak yang sukses mencari devisa buat Indonesia. Hampir seluruhnya wanita, jadi bisa ditebak betapa gaduhnya Gate Keberangkatan menuju Jakarta di Dubai Airport. Philipine juga banyak mengirim tenaga kerja ke Timur Tengah tetapi perbandingan antara wanita dan pria cukup seimbang. Sedangkan negeri kita Indonesia, tenaga kerja yang ngganteng ngganteng paling banter hanya yang terpampang diphoto photo dibawah/samping ini saja. Perhatikan ekspresinya, sumringah ditengah mbak Sri, mbak Ningsih dan mbak Nur  yang cantik jelita.


Ramai - Semua Penumpang
Indonesia
Di Terminal 3 Dubai Airport, terutama disekitar gate keberangkatan pesawat apapun dengan penerbangan ke Indonesia, kita bisa mendengarkan kisah kisah sukses mereka. Kadang kadang terdengar juga beberapa kisah kisah menyedihkan tetapi seringkali kalah meriah dengan keceriaan cerita sukses dinegeri orang. Terminal 3 Dubai Airport benar benar menjadi milik Indonesia, bagaikan Indonesia kecil tempat mereka bertemu kawan lama dan mencurahkan seluruh isi hati. Yang sukses, kalau bicara entah sengaja atau tidak sengaja dimirip miripkan dengan aktris sinetron Cynthia Laura. Setiap mengucapkan satu kalimat selalu disisipkan satu atau dua kata bahasa Inggris dan lidahnya dibuat sedikit cedal. Kadang kadang lupa,  muncul logat Jawa,Sunda,Madura atau Batak yang sangat medok sekali.


Sang Pahlawan Devisa
Saya senang sekali melihat dan mendengar kisah sukses mereka,  wanita wanita perkasa dan sukses ini memang sangat energik dan gesit mondar mandir di Terminal 3 dan berbicara lebih keras dibanding penumpang pesawat dengan tujuan lain. Kalimat kalimat yang diucapkan cukup mengagumkan saya, 'London', 'Heathrow','Lafayette','Frankfurt' dan lain lain. Rupanya mereka pernah diajak keliling dunia oleh 'majikan'nya.
Saya tidak tahu kenapa kata 'Majikan' begitu populer dan banyak dipakai di Gate Kebarangkatan Terminal 3 Bandara Dubai. Secara pribadi saya kurang senang mendengar istilah 'Majikan' dipakai untuk mengutarakan tuan rumah tempat mereka bekerja. Tetapi, yah seperti itulah mereka dibekali 'kosakata' dari Indonesia.


Mudik
Kisah sukses atau belum berhasil memang dengan mudah bisa kita dengar dan saksikan di Terminal 3 Bandara Dubai. Mereka pulang ke Indonesia dengan membawa barang bawaan dan uang yang tidak sedikit. Bahkan, seringkali membawa barang atau uang titipan dari kawan kawannya yang tidak bisa pulang ke Indonesia saat itu. Satu orang bisa membawa tas kopor atau kardus dengan jumlah yang banyak sekali. Mereka bisa bayar biaya overweight yang mahal. Mereka berjuang di luar negeri untuk dirinya dan keluarganya di Indonesia, dan masih harus berjuang lagi begitu mendarat dan menjejakkan kaki di Bandara Soekarno Hatta – Cengkareng. Calo calo banyak sekali di Bandara International Soekarno Hatta Cengkareng dan tahu benar bahwa para pejuang devisa ini banyak membawa uang tunai ke Indonesia.


Pengumuman Yang
Melecehkan
Keceriaan dan kesuksesan mbak Sri, mbak Ningsih, mbak Nur diatas belum tentu berlanjut dengan cerita menyenangkan begitu tiba di Indonesia. Calo calo dan 'oknum' bandara sudah siap menerkam kalau tampak lugu dan bingung di Cengkareng. Saya lebih senang mengatakan 'Oknum' karena orang orang ini bisa masuk masuk sampai kedalam bandara dan benar benar menunggu ditempat strategis didalam bandara sebelum counter imigrasi, terutama didepan escalator (tangga berjalan) menuju ke counter proses imigrasi. Mungkin juga ‘oknum’ bandara yang nyambi menguruskan proses stamp passport karena yang diteriakkan adalah ‘Passport …. Passport ….Antri-antri.....’. Yang lugu dan tidak tahu proses imigrasi menyerahkan passportnya ke calo atau ‘oknum’ ini. 


Calo Bandara Sedang Beraksi
Beberapa kali saya pulang ke Indonesia, beberapa kali pula saya mengalami sendiri betapa tidak menyenangkannya ulah calo atau ‘oknum’ bandara Soekarno Hatta. Yang pernah saya lihat, ada puluhan orang yang dengan lugu menyerahkan passportnya dan menunjukkan selembar kertas. Ada yang ngeyel dan sempat saya tangkap pembicaraannya sepertinya mereka diminta surat ijin cuti dari 'majikan'nya dan surat lapor diri. Apa pula ini ? Entah...enggak ngerti lah kita ...... Pernah juga saya jalan sendiri tanpa anak-anak, eh..tiba-tiba ditanya .......entah ngomong apa dia, enggak saya perhatikan.


Tampaknya si calo atau oknum bandara tadi ngerti, ketika permintaan ditolak dengan cepat minta maaf dan mempersilahkan jalan terus. Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya ikut dihentikan pada saat menuju ke counter imigrasi. Dugaan saya, mungkin mas Ardi dikira Kuli Bangunan atau Sopir yang kerja di Dubai atau mungkin wajah saya yang syahdu dan melankolis ini dianggap salah satu mbak mbak yang kurang sukses di Timur Tengah. Siapa tahu kan …….