Sabtu, 06 Agustus 2011

Klakson Dan Bang Rofiq


Mobil Pelanggan Bang Rofiq
Parkir Ditengah Jalan
Kalau mau beli mobil di Kuwait, jangan lupa memastikan klakson berfungsi dengan baik. Klakson di Kuwait mempunyai fungsi sangat penting sekali dan jangan sampai anda sepelekan kalau tidak ingin menyesal dikemudian hari. Fungsi klakson bukan untuk dibunyikan ditengah kemacetan jalan karena umumnya penduduk Kuwait cukup santun dan tidak membunyikan klakson kalau jalanan sedang macet. Lalu dimana letak pentingnya kalau tidak dibunyikan ditengah kemacetan dan kenapa harus repot repot memeriksa klakson berfungsi ?


Bang Rofiq
Pelayanan No 1
Nah ini dia, klakson gunanya untuk belanja kebutuhan sehari hari. Tanpa klakson bakalan anda menjadi makhluk paling aneh sendiri (Allien) dilingkungan manusia yang suka membunyikan klakson. Sebenarnya iklim yang menyebabkan penduduk Kuwait suka membunyikan klakson saat belanja di warung / bakala. Iklim di Kuwait seringkali tidak bersahabat dengan kita. Saat musim panas, panasnya bukan main dan bisa mencapai 50 Celcius. Musim Dingin juga keterlaluan dinginnya, bisa mencapai 0 Celcius, katakan saja rata rata sekitar 7 Celcius. Musim peralihan biasanya banyak hujan, baik hujan air maupun hujan debu. Karena keadaan iklim seperti ini, maka kalau anda ingin beli kebutuhan sehari hari, misal minyak goreng, telor atau yang lainnya, cukup bunyikan klakson didepan bakala (kedai kebutuhan sehari hari), nggak perlu repot repot turun.


Nyantai Di Warung Juice
Bang Rofiq
Ada aturan tidak tertulis tetapi mudah dimengerti kalau kita sering didepan warung / bakala di Kuwait. Klakson sekali, maka yang keluar adalah Bengali, dua kali maka yang keluar Mesir, tiga kali berturut turut maka yang keluar adalah Kuwaitis pemilik warung. Cobalah membunyikan klakson 10 kali tanpa henti, maka yang keluar adalah seluruh penghuni apartment. Apa hubungannya ? Ya jelas penghuni apartment akan marah besar kalau ada klakson berbunyi terus menerus.  Umumnya warung / bakala di Kuwait letaknya jadi satu dengan halaman apartment. Saya dulu pernah tinggal di apartment dan dihalaman depan ada apotek, rumah makan Fried Chicken, bakala penjual kebutuhan sehari hari. Rasanya telinga ini sudah kebal dengan bunyi klakson.


Bang Rofiq, Avocado
Juicenya Memang
Enak Sekali
Saya punya langganan bakala penjual es juice di Kuwait. Letaknya disudut Hilal Al Muthairy Street di daerah Salmiya. Saya tak tahu pasti nama bakalanya, tetapi karena pelayannya bernapa Rofiq, asli Bangladesh maka sering saya sebut Warung Juice Bang Rofiq. Cukup populer dan sering saya promosikan ke teman teman Indonesia di Kuwait. Bang Rofiq ini cukup tanggap dan sigap kalau saya datang dan sering membuat saya heran. Jumlah pelayan warung Bang Rofiq ini cukup banyak, tetapi selalu saja bang Rofiq yang keluar dan berlari lari menyambut saya. Saya tanyakan, kenapa yang keluar kok selalu kamu dan bukan yang lain ? Ternyata jawabnya cukup jelas dan tegas, 'Sudah Hapal Bunyi Klakson Mobil Madame Susy'. Hebaaattttt !


Baca Juga :


Rabu, 03 Agustus 2011

Bukber Kuwait

Suasana Bukber Di Ahmadi
Ada yang berbeda antara Indonesia dan Kuwait saat bulan Ramadhan. Di Kuwait saat bulan ramadhan inilah kita bisa melihat penduduk Kuwait yang sangat dermawan dan punya kepedulian sosial yang tinggi. Caranya gampang, lihat saja didepan rumahnya. Kalau didepan rumahnya berdiri tenda tenda, berarti si tuan rumah mengundang siapa saja yang lewat didepan rumahnya untuk buka bersama. Tidak cuma tenda tenda buka bersama pribadi, kantor kantorpun membuat tenda buka bersama yang lumayan besar. Apalagi masjid, sudah jelas mengundang siapapun untuk singgah berbuka bersama.


Masak Kayak Gini Dikatakan
Fakir Miskin
Menjelang adzan maghrib berkumandang, tuan rumah dan keluarganya yang punya tenda mempersilahkan siapa saja untuk berhenti dan menikmati hidangan buka bersama ditendanya. Yang di Masjid tidak terlalu formal, cukup datang dan duduk duduk saja dengan tertib di halaman masjid sambil menunggu adzan maghrib tiba. Soal menu makanan yang disajikan sangat bervariasi, ada yang sudah disiapkan dalam box siap makan dan ada pula yang prasmanan dengan hidangan ala hotel bintang 5. Rajin saja mengunjungi tenda tenda seperti ini, siapa tahu dapat tenda dengan sajian yang berkualitas ala hotel bintang 5.



Masjid Ahmadi Saat Buka
Puasa
Mengenai pengunjung tenda bukber ini tidak semuanya fakir miskin, malah lebih banyak bujangan yang malas masak sendiri dirumah. Definisi fakir miskin di Kuwait sangat kabur dan jelas jauh beda sekali dengan di negara lain. Di Indonesia miskin bisa diartikan tidak punya pekerjaan atau penghasilan yang mencukupi untuk dirinya dan juga keluarganya. Di Kuwait, definisi ini tidak berlaku karena semua orang asing yang datang ke Kuwait harus punya kerjaan atau dipanggil untuk kerja di Kuwait. Meskipun mereka tukang sapu jalanan, mereka adalah karyawan yang digaji oleh perusahaan pemberi kerja. Umumnya mereka secara rutin mengirimkan uang hasil kerjanya di Kuwait ke negara asalnya.


Kalaupun ada yang benar benar miskin, umumnya adalah 'pelanggar ijin tinggal' atau mereka yang tidak punya 'ijin kerja dan tidak mau pulang ke negaranya karena bisa mendapatkan penghasilan dengan caranya sendiri di Kuwait. Saat ramadhan seperti ini, tenda tenda seperti ini terbuka penuh untuk siapa saja. Jadi jangan kaget kalau disamping tenda bukber di Kuwait terparkir banyak sekali mobil mulai dari yang biasa saja sampai mobil sekelas Audi atau Hummer. Susah sekali mencari fakir miskin yang benar benar fakir miskin seperti yang biasa kita temui di India, Pakistan, Bangladesh, Philipine, negara negara Afrika dan juga Indonesia.


Baca Juga :

Senin, 18 Juli 2011

Tawa Kecil Tengah Malam


Souk Mubarakeeyah
Jam 23:00 Malam
Kalau anda sedang jalan jalan tengah malam dan mendengar suara lengkingan anak kecil sedang tertawa, kira kira apa yang anda rasakan saat itu. Mungkin anda merasa heran, janggal atau bahkan merasa takut karena tidak umum ada anak anak masih melek tengah malam. Di Indonesia, memang hampir semua anak kecil sudah tertidur lelap dipelukan ibunya saat tengah malam. Di Timur Tengah, khususnya Kuwait jauh sangat berbeda dengan di Indonesia.



Jam 22:00 Malam, Mandi
Di Air Mancur
Bulan June sampai September adalah musim panas di Kuwait, temperatur tertinggi biasanya sekitar akhir July sampai awal Agustus dimana udara sangat kering dengan temperatur bisa mencapai 50 C pada siang hari. Dengan temperatur setinggi itu, otomatis aktifitas penduduk beralih ke malam hari. Aktifitas olah raga, jalan jalan, perdagangan, rekreasi ditempat terbuka yang biasanya cukup ramai saat siang hari langsung sepi.





Jam 21:00, Anak Anak Mulai
Berdatangan Ke Air Mancur
Bukan sesuatu yang aneh di Kuwait saat tengah malam seorang anak kecil tampak mandi dan bercanda dengan teman temannya di taman kota seperti yang sering terlihat disebuah air mancur di pasar Mubarakeeyah. Terkadang, orang tuanya juga ikut bergembira dengan memandikannya meskipun harus ikut berbasah basah. Rupanya, musim panas bukan merupakan sesuatu yang menakutkan dan mereka bisa mensyukuri dan mengakali keadaan alamnya yang kurang bersahabat dengan mengubah aktifitasnya ke malam hari.




Rasanya Ingin Nyemplung
Dan Berenang Di Kolam
Al Kout - Fahaheel
Lalu bagaimana dengan expatriate atau orang asing terutama dari Indonesia yang sama sekali tidak pernah mengalami udara panas sampai 50 C dinegara asalnya ? Gampang saja, bulan Juni, Juli dan Agustus kebanyakan rame rame mudik ke Indonesia. Yang tidak ikutan mudik biasanya nglencer ke negara lain terdekat yang lebih sejuk, contohnya Turki. Yang tidak bisa pergi sama sekali karena sesuatu hal biasanya cukup ngumpul di airport untuk mengantar yang pulang mudik. Hebatnya, yang berangkat satu, yang ngantar bisa sekampung. Guyub, rukun dan merasa senasib seperjuangan di perantauan. Meskipun cuma di bandara, rasanya Indonesia sudah dekeeeet sekali.


Baca Juga :

Rabu, 13 Juli 2011

Pasar Krempyeng Di Pont Neuf

Hanya Beberapa Puluh
Meter Saja Dari Jembatan Pont Neuf
Jadi turis yang suka jalan seenaknya tanpa bantuan tour guide memang mengasyikkan meskipun lebih banyak bingungnya daripada menikmati pemandangan. Waktu saya di Paris, saya menemukan brosur pariwisata di lobby hotel tempat saya menginap. Tour guide yang stand by di hotel juga merayu terus agar kita ikut paket tournya. Tertulis jelas route perjalanan wisata yang ditawarkan melalui Pont Neuf setelah terlebih dahulu diajak mengunjungi Louvre Museum.  Sama sekali saya tidak tahu apa itu Pont Neuf, bayangan saya saat itu lokasinya cukup jauh dari hotel tempat saya menginap dan berada diluar route Hop On Hop Off Bus yang saya naiki beberapa hari ini. Karena kurang suka diikuti tour guide (Baca : mau ngirit) maka saya putuskan jalan sesukanya naik Les Car Rouges.


Sebut Saja Pasar
Pont Neuf
Ternyata, setelah saya tiba kembali di Kuwait dan browsing mbah google beberapa kali, yang namanya Pont Neuf adalah sebuah jembatan yang saya lalui setiap hari baik saat jalan kaki maupun keliling kota naik Hop On Hop Off Bus. Sama sekali saya tidak memperhatikan bahwa Pont Neuf adalah jembatan bersejarah bagi Perancis. Bentuknya relative tidak ada bedanya dengan jembatan lain yang melintasi sungai Seine. Warnanya juga sama saja dengan warna bangunan, jembatan atau apapun dilingkungan sekitarnya, coklat. Tetapi, jembatan ini konon dibuat pada pertengahan abad 16. Konon pada tahun 1578 hanya ada dua jembatan saja untuk menyeberang sungai Seine. Karena hal itu lalu raja Henry III memerintahkan untuk membuat jembatan baru dan baru selesai tahun 1607 dan diresmikan oleh raja Henry IV. Jembatan ini memeiliki panjang 232 meter dan lebar 22 meter dengan 12 busur gorong gorong yang menopangnya.


Ada Komidi Putar Ditengah
Pasar
Saya benar benar tidak memperhatikan jembatan terkenal di Paris ini karena didekat jembatan ini terdapat tempat keramaian yang sangat menarik, pertokoan kecil menjual berbagai macam barang dan juga ada pasar, hiburan anak anak sampai stasiun kereta api. Terus terang, sebagai seorang wanita jangan salahkan saya kalau saya lebih tertarik melihat pasar daripada melihat jembatan. Lokasi pasar Pont Neuf (nama sebenarnya saya tidak tahu) ini juga tidak seberapa jauh dari Louvre Museum. Saat saya jalan semaunya di lorong lorong ditengah pasar ini tahu tahu nongolnya di Louvre Musseum. Barang barang yang dijual dipasar ini juga cukup bervariasi, mulai barang sekwalitas pasar tanah abang sampai barang kelas mnengah dengan kwalitas cukup bagus. Tas, gelas, piring, busana sampai makanan semua ada.


Pont Neuf Di Belakang
Soal harga dipasar ini menurut saya tidak bisa dikatakan murah bahkan cenderung sangat mahal karena umumnya pengujung yang masuk kesini adalah turis kesasar seperti saya. Tetapi, bagaimanapun juga cukup menarik untuk dikunjungi daripada cuma melihat air sungai Seine, museum atau cuma melihat jembatan Pont Neuf yang menurut saya tidak ada yang spesial dengan jembatan ini. Tapi, terserah anda menilai seandainya anda lebih tertarik melihat jembatan batu. Gambar dibawah ini adalah jembatan Pont Neuf yang terkenal tersebut, maukah anda berlama lama memandang jembatan ini ?


Jembatan Pont Neuf
Siapa yang tahu kalau jembatan ini bersejarah

Baca Juga :

Selasa, 12 Juli 2011

Berburu Bakpao Di Kuwait

Hmm... Bakpao Arab
Putih, mulus dan terkesan tembem kalau kita pandang. Itulah bakpao, makanan ringan yang banyak dijual di Indonesia, baik di kampung, pasar atau disepanjang jalan di Jakarta. Mudah memang mencari makanan gemuk tembem ini di Jakarta, dan saya paling suka menikmati saat hujan rintik rintik di kemacetan jalan Sudirman atau jalan protokol lainnya di Jakarta. Kadang kadang saya beli di sekitar Bintaro. Tinggal teriak dari dalam mobil ‘Bang… dua biji yang isi kacang ijo…!’. Beres sudah…, tetapi, perkara sederhana dan sama sekali tidak penting seperti ini layak untuk diulas habis kalau mencarinya di Kuwait.


Al Bahah Bakala - Fahaheel
Bertahun tahun tinggal di Kuwait memang sering membuat kita kangen dengan apapun yang berbau Indonesia. Saya coba kunjungi Warung Bakso Anita di Farwaniya, ternyata sudah tutup. Pindah lagi ke Mama Lala terlalu jauh kalau harus kembali ke Mangaf. Rumah makan China, Philipine dan Thailand hampir diseluruh Kuwait City sempat saya lirik, barangkali ada sesuatu yang menarik untuk kita coba, sampai akhirnya kita putuskan pulang saja dan nggak jadi makan enak. Cukup masak sendiri dirumah, tekad bulat sudah saya putuskan, kalau keinginan kuat makan ini karena sedang ‘ngidam’, biarlah bayi yang lahir nanti ngiler karena nggak keturutan.


Bakpaoku Di
Belakang Kasir
Dalam perjalanan pulang, saya putuskan untuk mampir di Al Bahah – Al Dabbous Street - Fahaheel. Warung atau Bakala ini memang menjadi tempat tujuan kebanyakan orang orang Indonesia dan Philipino karena sebagian besar yang dijual adalah produk produk dari Asia Tenggara. Tahu, Tempe, bumbu jadi dari Philipine dan makanan apapun yang mudah diterima lidah Indonesia. Dan akhirnya…. Saya begitu sumringah menemukan sesuatu yang lain daripada yang lain, yaitu Bakpao. Setumpuk bakpao isi ayam dan kacang hijau hangat terlihat disamping kasir. Rupanya, orang Arabpun ada yang doyan bakpao. Langsung 20 buah bakpao hangat  saya beli. ‘Banyak sekali madame …..’. Bingung juga njawabnya, akhirnya saya jawab sekenanya saja ‘Big Family …. All like me….Eat everything …..’.