Tampilkan postingan dengan label Liburan-Singapore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liburan-Singapore. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Mei 2014

Rumah, Lain Jakarta Lain Pula Singapura

Rumah Pribadi  Minimalis Singapore
Koruptor Indonesia Yang Lari Ke Singapore
Semuanya Tinggal Di Apartment - Kere Juga

Kalau anda saya tanya, 'Seberapa besar luas darat dan laut Singapura ?'. Jawabnya paling singkat saja 'Kecil'. Kalau saya tanya lagi 'Kecilnya seberapa ?'. Jawaban umum yang sering saya dengar 'Segede Bali'. Jelas ngawur, coba buka wikipedia dan bandingkan luas Singapore yang hanya 716,1 Sq Km dan DKI Jaya yang mencapai 7,641.51 Sq Km. Artinya, luas darat dan laut Singapura hanya 10 % saja dibanding luas darat dan laut DKI Jaya. 

Apartment Di Singapore
Iklannya Nyampai Ke Indonesia

Inilah sebabnya pertumbuhan Singapore menjulang keatas. Penduduknya berjubel tinggal di Apartment. Tidak sembarang orang bisa punya rumah tanah di Singapore, terlalu mahal dan tidak akan terjangkau oleh kebanyakan penduduk Singapore. 

Bangunannya Memang Kuno Dan Ketinggalan
Jaman Tapi jangan Tanya Berapa Harganya

Kalau anda melihat bangunan kecil diantara gedung gedung pencakar langit di Singapore, bisa dipastikan gedung tersebut adalah Tempat Ibadah, Bangunan Cagar Budaya atau Rumah Tinggal Exclusive milik 'orang orang tertentu' yang incomenya jauh diatas rata rata penduduk Singapore. Beda dengan orang Indonesia, biar kelihatan bergengsi dan gaya maka rame rame tinggal di Apartment ditengah kota dengan seribu satu alasan. 

Katanya Ini Rumah Lee Kuan Yew
Apa Bener ?, Kenapa Kecil Dan Sederhana Sekali

Di negara manapun yang pernah saya kunjungi, tinggal di Apartment sama sekali tidak bergengsi dan tidak bisa nambah prestige seseorang. Biasanya kepepet, nggak sanggup beli/sewa rumah tanah maka terpaksa mau tinggal di apartment. Tentu kalau ditanya 'ngeles' juga, misal dekat kantor, fasilitas komplit, keamanan 24 jam, nggak macet, ada mall dan lain lain.

Nggak Ada Satpam 24 Jam Dan Nggak Ada Juga
Pagar Keliling Tinggi - Adanya Cuma CCTV

Karena luas daratan Singapura sangat kecil sekali maka kalau anda berwisata ke Singapura, kira kira sama saja dengan jalan jalan dari Tebet ke Manggarai lalu pindah ke Tanah Abang. Paling jauh ke Sentosa, kira kira sama jaraknya dengan ke Dufan, Ancol. Meskipun semuanya serba kecil dan dekat, tapi iklan dan promosi pariwisata Singapura benar benar mendunia. Dan entah berapa juta orang yang terpikat dan berduyun duyun ke Singapura setiap tahunnya. Iklan property Singapura juga tiap hari marak di berbagai media di negara manapun diseluruh dunia terutama Indonesia.

Rumah Kecil Singapore Ini  Modelnya Kadaluarsa
Di Indonesia Buanyak - Di Singapore Mahal Sekali

Pihak pengembang sering pontang panting mengakali supaya harga jual / sewa bisa tinggi dengan memberi nama apartmentnya dengan berbagai macam istilah biar kelihatan berbeda, bergengsi dan berkelas. Biasanya diberi nama Condominium, Condo, Condotel, Executive Apartment, Five Star Apartment, Executive Residence atau entah apa lagi. Di Jakarta lebih 'mbulet' lagi karena ada juga istilah Rusun  dan Rusunawa,  

Prestige Orang Singapore kalau Punya
Rumah Tanah - Makanya Banyak Yang Beli
Rumah Di Batam Dan Johor

Sebenarnya semua sama saja, apapun namanya, semuanya adalah  Apartment. Rumah bagi Rakyat Jelata yang nggak sanggup beli / sewa rumah tanah. Di Jakarta saja yang agak aneh dan berbeda, punya rumah tanah kecil dianggap kere, tinggal di apartment dianggap bergengsi dan Horang Kaya. Baru akhir akhir ini saja pemerintah Indonesia, khususnya DKI membangun apartment untuk rakyat jelata warga bantaran kali.

Ciri Apartment Singapore Adalah Cara
Menjemur Pakaian - Tidak Pernah Saya Jumpai
Cara Menjemur Pakaian Seperti Ini Di Negara Lain

Lucunya, orang Jakarta merasa dirinya hebat kalau tinggal di apartment yang dijaga ratusan Satpam. Satpamnya membawa anjing pula. Masuk halaman kolong mobil diperiksa dengan detector bom, masuk lobby lewat detector logam, tas digeledah dulu dan naik lift menggunakan access card. Semakin ribet semakin merasa hebat dan serasa menjadi Horang Faling Kaya Sedunia. Nggak pernah saya jumpai di negara manapun 'rumah rakyat' dibikin ribet seperti di Jakarta.  Perhatikan saja Singapore dan negara lain, ada tidak 'rumah rakyat' yang sengaja  dibikin ribet oleh pengembang agar terkesan 'exclusive' seperti di Jakarta.

Jemuran Seperti Ini Bukan Di Apartment Murah
Tapi Hampir Di Semua Apartment Ada Pemandangan
Jemuran

Perhatikan gambar gambar rumah tanah di Singapore pada tulisan ini. Bandingkan dengan rumah rumah tetangga disekitar anda di tanah air. Mana lebih bagus dan megah, rumah di Indonesia atau di Singapore ?. Kalau jawaban anda lebih bagus dan megah rumah rumah di tanah air, artinya anda sependapat dengan saya. 'Orang Indonesia kaya raya karena rumahnya di atas tanah'. Tetapi kalau anda tidak setuju dan masih menganggap Apartment lebih bergengsi, maka mulai sekarang ubahlah cara berpikir anda. 


Berpikirlah seolah olah anda orang Singapore. Maka anda akan bisa bersyukur bahwa rumah tanah mungil yang anda huni sekarang adalah rumah mahal yang sehari hari diidam idamkan seluruh penduduk Singapore. Rumah mungil anda nggak beda jauh ukurannya dengan rumah orang paling kaya di Singapore. Sekali lagi yang di Singapore karena rumah tanah mereka yang di Batam atau Johor ternyata besar besar dan mewah juga.


Baca Juga :

Sabtu, 22 September 2012

Orchard Arts Singapore

Orchard July 2012

Patung Masih
Dibungkus Plastik
Orchard Road Singapore sebenarnya tidak ada bedanya dengan Jalan Malioboro Yogya. Selain ramai dengan pejalan kaki, mata kita juga dimanjakan oleh banyaknya karya seni dan pertunjukan gratis. Patung patung yang ada disepanjang jalan selalu berganti ganti entah setiap bulan  atau setiap beberapa bulan berganti saya kurang begitu tahu. Yang jelas, kalau saya transit di Singapore dan melewati Orchard Road, maka karya seni yang dipajang sepanjang jalan selalu saja ada yang baru. Untuk pertunjukan seni, Orchard Road kalah jauh dengan Yogya karena Indonesia kaya akan budaya.





Saya Kira Dagang Sesuatu Barang
Ternyata Pengemis
Di Orchard, paling banter peragaan busana dengan peragawati peragawati cantik yang megal megol di catwalk kecil di trotoar, band dan demo jualan barang tertentu di trotoar. Cuma, Orchard terasa lebih nyaman karena trotoarnya lebih lebar dan AC dari dalam toko cukup terasa sampai di trotoar sehingga tidak begitu berkeringat dibanding Malioboro. Pedagang kaki lima di Orchard sangat  sedikit dan tentu selalu ramai karena nggak ada saingan. Pengemis juga ada, ngamen bermain musik banyak, copet dan jambret saya tidak pernah menyaksikan. Jadi, saya tidak tahu sama sekali kenapa banyak orang Indonesia yang demikian bangganya kalau bercerita tentang Orchard Road.

Selasa, 11 September 2012

Tips Ngibul Ke Hollywood

Ngantri 1 1/2 Jam Sebelum Gerbang Buka


Gerbang Utama
Mau Buang Duit Main Casino ?
Namanya cukup ngetop di Indonesia, yaitu Universal studio Singapore. Semua travel biro di Indonesia mengiklankan besar besar wisata ke tempat ini dan hebohnya bukan main. Bagi saya, tempat hiburan ini sama saja dengan DUFAN dan kalau dibandingkan luasnya, jelas nggak ada apa apanya. DUFAN jauh lebih besar dan jauh lebih komplit. Baik yang di Singapore maupun di Indonesia sama saja, panas dan berkeringat kalau harus keliling wahana jalan kaki. Bedanya, di Singapore ada Casino, tempat untuk menghambur hamburkan duit sedangkan di Dufan ada Kasino dan teman temannya yang suka nyopet kalau anda berdesak desakkan di loket saat liburan sekolah.


Joget Broadway
Di Dufan Juga Ada, Namanya Joget Dangdut

Pengunjungnya Melayu
Siapa Yang Percaya Di Hollywood
Tetapi bagaimanapun juga tidak ada salahnya kalau kita mengunjungi Universal Studio di Singapore ini, paling tidak anda bisa merasakan bagaimana  ‘Study Banding” seperti yang sering dilakukan anggota DPR. Universal Studio Singapore ini adalah theme park kedua di Asia. Yang pertama berada di Jepang, jadi anda tidak perlu jauh jauh ke Jepang hanya untuk Study Banding Ecek Ecek semacam ini, apalagi ke negara aslinya di Amrik. Untuk keliling dan menikmati semua wahana diperlukan waktu sekitar 6 jam. Sangat lama karena setiap wahana ngantrinya panjang, dan rasanya tidak sebanding dengan pegel pegel di kaki saat berdiri ngantri.


Kalau Gua Ngaku Di
Hollywood Percaya Nggak Ya
Pembaca FB
Oleh karena itu, jangan kaget kalau jam 7:30 pagi antrian sudah panjang sekali meskipun pintu gerbang baru dibuka jam 09:00 pagi. Karena promosi Universal Studio ini sangat gencar sekali di Indonesia, maka suasananya nggak ada beda sama sekali dengan Dufan. Dengan mudah anda mendengar pembicaraan berbahasa Jawa, Sunda, Batak dan Minang. Sejak pertama kali dibuka tahun 2010 (Grand Opening 28 May 2011), tempat wisata Singapore ini sudah dikunjungi 2 Juta pengunjung lebih hanya dalam waktu 9 bulan saja sejak beroperasi.



Photo Kayak Begini
Yang Diidam Idamkan
Banyak Orang
Theme Zone yang ada sampai saat ini adalah Hollywood, New York, Sci Fi City, Ancient Egypt, The Lost World, Far Far Away dan Madagascar. Kalau anda senang gaya gayaan dan ngibul di facebook dengan upload photo photo canggih Luar Negeri, silahkan mampir ke Hollywood Theme Zone. Tempat ini merupakan ‘copy paste’ dari Hollywood Boulevard era tahun 1970an.  Photo saja di Hollywood Walk Of Fame dan segera upload ke FB dengan judul ‘My Trip To Hollywood’ maka dalam hitungan detik anda akan kebanjiran ‘Jempol’. Biar lebih meyakinkan ‘friend’ anda di FB, photo juga dengan tokoh film seperti Betty Boop, Marylin Monroe, Charlie Chaplin, Woody Woodpecker, Kungfu Panda atau Frankenstain. Gratis, harga tiket SGD 10 sudah termasuk semuanya dan tidak perlu memberi tip kalau cuma photo dengan Betty Boop atau Marilyn Monroe.


Betty Boop, Cantik Kan ?
Anda juga bisa berhenti dan photo photoan didepan restaurant atau toko yang memang dibuat sangat mirip sekali dengan aslinya di Hollywood. Tapi hati hati saat mengambil photo atau video, harap sabar dan tunggu sampai ada ‘Bule’ lewat baru jepret. Sebagian besar pengunjung pakai baju batik, baju koko dan berbahasa Jawa asli dari Tulungagung. Nggak lucu kalau ngaku di Hollywood tapi latar belakang photo orang kampung sendiri. Siapa yang mau percaya anda di Hollywood kalau photo dan video anda menampilkan gambar orang berbaju batik dan berbahasa Jawa.


Frankenstein, Mau Nyekik Pengunjung. Sereeem

Hollywood Tahun 1970an

Masih mau ngibul lagi, tunggu cerita tentang wahana yang lain Universal Studio Singapore melalui blog ini juga http://ardisfamily.blogspot.com.

Baca Juga :

Kamis, 02 Agustus 2012

Kuch Kuch Hota Hai Singapura

Changi Airport
Ngantuk Dan Bosen


MRT Dari Changi Ke Orchard
Transit - Bawa Koper
Mau Transit beberapa jam dan 'Backpacker'an di Singapore ? Bisa dan gampang. Tidak wajib harus cari hotel kalau cuma transit semalam atau beberapa jam saja. Jangan lupa malam hari mengunjungi Mustafa Center kalau pesawat anda terbang keesokan hari. Tidak perlu Visa bagi pemegang passport Indonesia. Ada yang beda jauh antara Indonesia dan Singapore. Kalau di Indonesia, jangan harap anda bisa masuk Mall dengan membawa barang bawaan besar seperti koper. Baru nyampai didepan pintu saja sudah dicurigai, digeledah dan mungkin koper bawaan akan diminta untuk ditinggal di pos security atau tempat penitipan barang. Nasib baik saja kalau petugas Satpam yang memeriksa koper tidak menilpun ke Polisi  karena mencurigai adanya bom didalam koper yang kita bawa.


MRT Station
Stasiun Ini Diatas Tanah
Di Singapore sungguh berbeda, semuanya serba nyaman. Kita bawa koper besar dengan jumlah dan ukuran berapapun dengan bebasnya bisa keluar masuk kedalam Mall tanpa dicurigai sedikitpun oleh petugas keamanan. Jeprat jepret photo photoan didalam Mall juga tidak dilarang. Istirahat di tempat duduk yang ada disepanjang Orchard Road tengah malam juga tidak dilarang. Nongkrong direstaurant dan cafe yang buka semalam suntuk di kawasan Red Light Geylang juga sak karepmu. Tidak perlu minder atau merasa kecil hati sebagai 'Wong Ndeso Kesasar' dan tidak perlu juga malu merasa 'Kere' yang tidak sanggup sewa kamar hotel semalam saja. Banyak orang lain yang 'kere' dan 'ndeso'  juga, kemana mana menarik kopernya baik didalam Mall maupun disepanjang jalan terkenal Orchard Road, Scott Road maupun Red Light District Geylang dan Balestier Road.


Gelap
Dibawah Tanah
Kenapa bisa senyaman itu di Singapore ? Karena stasiun pemberhentian MRT (Mass Rapid Transportation) dan LRT (Light Rapid Transportation) umumnya berada di basement sebuah Mall atau Pertokoan. Kalau kita ingin kepermukaan melihat udara segar, maka mau tidak mau harus melewati Mall atau pertokoan yang berada diatasnya..Turis turis transit dari Changi Airport banyak yang masuk ke kota dan shopping beberapa jam saja sebelum kembali ke airport untuk terbang kembali ke negara tujuan lain. Pada saat masuk kota inilah tampak sekali kopernya yang besar dan sesekali tampak duduk duduk di bangku bangku atau taman kota dan juga cafe atau restaurant.


Istirahat Di MRT Station
Pegel Deh...
Anda juga tidak perlu kuatir harus ngangkat koper anda yang berat karena jalanan tidak rata. Di Singapore, koper tinggal ditarik saja karena semua jalan rata dan memiliki fasilitas trotoar untuk pejalan kaki yang sangat baik. Mau ke Red Light District di Geylang tengah malam ? Sak karepmu, mau main Casino tengah malam di Marina Bay Sand atau Universal Studio Sentosa juga sak karepmu. Tetapi akan lebih bagus kalau belanja murah meriah di Mustafa Center di Little India. Toko ini buka 24 jam. Tapi awas, kalau weekend Sabtu dan Minggu lebih bagus jangan ke kawasan Little India ini. Semua orang India keluar rumah dan ada dimana mana dikawasan ini. Sopir taxi India  saja sebel kalau harus mengantar ketempat ini saat weekend apalagi saya. Tapi nggak ada salahnya kalau anda ingin melihat orang India joget joget di jalanan sambil mendengarkan lagu terkenal Kuch Kuch Hota Hai dari tape compo yang dibawanya. Monggo kalau mau 'backpacker'an.

Baca Juga :

Minggu, 29 Juli 2012

Bebek Singapore

Orchard Road Malam Hari


MRT Station Singapore
Pernah melihat rombongan bebek yang sedang jalan ditepi sawah ? Seekor bebek akan berjalan paling depan sendiri dan sekitar seratusan bahkan lebih akan mengikuti dibelakangnya. Kalau sang pemimpin berhenti maka pengikut yang dibelakangnya juga rame rame berhenti dan suaranya cukup gaduh kwek kwek kwek kwek. Tidak ada satu ekor bebekpun yang berani mendahului sang pemimpin sampai sang pemimpin bergerak kembali maju kedepan. Kweeeek, maju jalan......



Universal Studio Singapore
Di Singapore, kejadian yang sama terjadi setiap hari. Ratusan bahkan ribuan orang berjalan cepat sekali dan begitu lampu 'Bangjo' tanda larangan menyeberang menyala merah maka seketika mereka menghentikan langkahnya. Dan segera suara kwak kwek ramai sekali sampai tanda lampu menyala hijau kembali. Bedanya, di Singapore si pemimpin yang semula berada didepan bisa saja didahului oleh yang lain saat lampu hijau menyala kembali. Si pemimpin kalah start dari pengikutnya dan kita terpaksa harus mengikuti pemimpin baru menuju tempat penyeberangan berikutnya.


Nyeberang Jalan
Di Singapore
Kalau anda ingin merasakan bagaimana rasanya jadi bebek, datang saja ke Singapore. Hampir semua trotoar dan tempat penyeberangan selalu ramai dan semuanya sangat patuh dengan tanda larangan berhenti. Meskipun jalannya kebut kebutan dan saling salib menyalib, tetapi begitu tanda lampu menyala merah langsung berhenti semuanya dan acara ngobrol kwak kwek kwak kwek dimulai. Ada yang ngomong bahasa Jepang, Jawa, Sunda, Hindi sampai bahasa luar angkasa yang tidak saya ketahui sama sekali. Turis dari berbagai macam negara memang banyak yang transit di Singapore. Kwak.... kwek.... kwak....kwek ....., mirip suara peternakan bebek.


Siapa Mau Naik Bebek Singapore
Lelah berjalan, bisa juga naik Bebek Singapore. Pesan saja tiket Ducktour di Suntec Mall - Tropics Tower 5, Animal Farm Orchard, Visitor Center - Singapore Flyer, atau River Kiosk di Clarke Quay, Esplanade, Marina Bay Sands dan Boat Quay. Kalau anda lapar, cobalah Bebek Panggang Singapore. Kebanyakan food court di Singapore menyediakan menu Bebek Panggang. Dan umumnya food court di Singapore terletak di basement mall atau disudut perempatan jalan. Soal rasa, hmmmm jangan ditanya, saya tidak suka bebek dan lagipula sedang puasa, jadi baunya saja yang mengundang selera.


Singapore Roast Duck
Baunya Bikin Ngiler

Singapore Duck Tour

Baca Juga :

Jumat, 27 Juli 2012

Aku Bukan Pelarian Politik

Loket Imigrasi
Aku Bukan Pelarian Politik
Pemegang passport Indonesia bisa keluar masuk ke negara Asean tanpa Visa sama sekali mungkin semua orang sudah tahu. Tetapi tunggu dulu ....., kalau pasport anda diterbitkan di tanah air memang benar anda bebas masuk ke Brunei, Cambodia, Singapore, Malaysia, Philipine, Vietnam, Laos dan Thailand. Gratis, inilah yang namanya Free Visa. Tidak perlu proses yang rumit, langsung saja ngantri di loket imigrasi, stamp dan selesai. Tidak ditanya apapun dan malah lebih sering tidak diminta menunjukkan bukti booking hotel atau tiket kembali ke Indonesia.



Diterbitkan Di KBRI Kuwait
Masalah akan sedikit ribet kalau passport kita diterbitkan diluar negeri. Begitu diperiksa petugas imigrasi dan ketahuan passport diterbitkan diluar Indonesia, maka kita langsung digiring ke tempat khusus untuk diteliti lebih detil terlebih dulu. Kenapa ? karena pelarian politik, koruptor atau orang orang yang di'cekal' ditanah air dan dicari interpol umumnya memperpanjang atau memperbarui Passportnya di luar negeri. Mereka tidak bisa pulang ke tanah air untuk memperpanjang atau memperbarui passport kalau masa berlaku passportnya kadaluarsa. Entah bagaimana cara kerjanya, yang jelas begitu passport kita dimasukkan dan digesek ke suatu alat, maka langsung bunyi alarm, tuing ... tuing.... tuing ......

Sukses
Siap Menuju Amsterdam
Pemeriksaa sebenarnya tidak lama, cukup dicek ada atau tidak nama kita dalam database DPO (Daftar Pencarian Orang) setelah itu distamp dan diparaf khusus. Kira kira maksudnya 'Bukan Nazaruddin', 'Bukan Gayus' atau 'Bukan Neneng'. Sampai satu jam setelah pemeriksaan, rasa deg degan diinterogasi tidak bisa hilang begitu saja meskipun petugas imigrasi sebelumnya meminta maaf dengan sopan sekali atas ketidak nyamanan perjalanan kita. Yo wis, saya jadi mengerti bagaimana rasa 'was was' para pelarian politik dan koruptor di luar negeri seperti yang sebelumnya dialami oleh Nazaruddin, Gayus dan Neneng.

Lokasi Kejadian : Changi Airport, Singapore.

Baca Juga :

Selasa, 22 Maret 2011

Nonton Gedung Di Merlion Park Singapore

Keluarga Besar Mbah Wiryo
Di Singapore
Singapore adalah sebuah negara yang kecil sekali apabila dibandingkan dengan Indonesia, tetapi promosi pariwisatanya luar biasa besar dan banyak. Hampir semua negara didunia ini menjadi sasaran promosi pariwisata Singapore, termasuk Kuwait. Yang saya ketahui, biaya promosi pariwisata Singapore menjadi tanggung jawab pemerintah. Pengusaha tidak dipungut biaya apapun, tetapi hanya melaporkan ke Singapore Tourism Board (STB) kalau akan mengadakan acara komersial. Tahu tahu iklan pariwisata sudah muncul dikoran koran seluruh dunia. Lihat saja iklan Great Sale Singapore atau semacamnya dikoran koran Indonesia. Semua tumplek bleg diiklankan seolah olah ada acara luar biasa besar di Singapore.  Padahal acara sale biasa seperti yang banyak juga dilakukan mall, toko atau pengusaha Indonesia.


Cucu cucu Mbah Wiryo
Dan Merlion
Saat pertama kali saya ke Singapore sekitar 15 tahun lalu, saya sempat termakan iklan yang saya peroleh di salah satu lobby hotel di Singapore. Brosurnya sangat bagus dan tampak lux sekali. Yang ditawarkan adalah wisata ke Ming Village dengan biaya yang tidak murah. Bayangan saya saat itu, saya akan diajak ke sebuah desa (Village) untuk melihat aktifitas penduduk desa. Yang tertulis di brosur memang semacam itu, tetapi kenyataan yang saya dapatkan ternyata bukan desa (village) yang saya jumpai, tetapi sebuah Gedung Apartment dan Perkantoran. Benar, Ming Village ternyata menempati beberapa lantai dalam sebuah gedung. Isinya selain showroom barang barang keramik juga ada pengrajinnya yang sedang membuat piring, vas bunga dan lain lain. Kita ditunjukkan cara membuat keramik, mencoba melukis dalam piring atau vas bunga dan membakarnya dalam Oven modern.


Cucu Mbah Wiryo
Di Seberang Esplanade
Karena pengalaman diatas, saya menganjurkan anda tidak memakai jasa Tour Travel kalau ke Singapore. Jalan saja sendiri sesuka anda, untuk masuk Singapore tidak memerlukan Visa bagi pemegang paspport Indonesia. Transportasi darat sangat lancar dan bagus. Anda bisa naik taxi, bus kota atau kereta bawah tanah (MRT) selama di Singapore. Seandainya saja kesasar, anggap saja bagian dari wisata anda. Tapi rasanya jaman sekarang semua orang bisa memiliki GPS yang murah, jadi resiko kesasar rasanya tidak mungkin apalagi di Singapore yang kecil sekali. Anda juga tidak perlu 'terpaksa' harus beli barang yang sebenarnya tidak anda perlukan karena hampir semua tour guide di Singapore akan mengajak anda shopping di toko tertentu yang menjadi relasinya.


Gaya Paling Populer Di
Merlion Park - Minum Air
Kalau anda belum percaya bahwa Singapore itu kecil, cobalah datang ke Merlion Park. Tentu bayangan anda adalah sebuah taman kota yang hijau, besar dan luas. Salah besar, taman ini bukan taman seperti yang ada dalam bayangan orang Indonesia. Ukurannya tidak lebih dari 30 x 30 meter dan terletak dibagian belakang hotel Fullerton. Tidak ada pohon besar kecuali tanaman dalam pot. Tidak ada rumput hijau tempat duduk duduk orang yang sedang pacaran kecuali sebuah lantai keras ditepi sungai Singapore (namanya doang sungai, sebenarnya seukuran selokan kalau di Indonesia). Lalu apa yang menarik dan bisa dilihat di Merlion Park ini ?. Jawabnya singkat, yaitu melihat gedung dan bagian pantat hotel Fullerton.


Marina Bay Sands
Dari Merlion Park
Untungnya gratis untuk masuk ke Merlion Park ini, jadi tetap mengasyikkan untuk photo photoan bersama keluarga. Tetapi akan sangat terganggu sekali kalau ada rombongan turis dengan bus yang datang bersamaan ke tempat ini. Disamping penuh sesak dan tidak leluasa berphoto, turis turis yang turun dari bus banyak yang berkeringat karena kelembaban udara di Singapore sama persis dengan di Jakarta. Cukup geser badan beberapa langkah saja maka kita sudah bisa berphoto ria dengan latar belakang :
  • Esplanade Theatre   Gedung ini memiliki arsitektur yang menarik dan merupakan Concert Hall tempat diadakan pertunjukan musik yang sengaja didatangkan dari mana mana. Michael Jackson, Queen, Brian Adams dan lain lain pernah manggung ditempat ini.

  • Marina Bay Sand
    Merlion & Marina Bay Sands
    Esplanade Theater Tidak
    Terlihat Di Depan
      
    Gedung baru dengan arsitektur unik, terdiri dari tiga buah gedung yang disatukan bagian atapnya dengan sebuah kolam renang raksasa. Konon satu satunya kolam renang yang dibangun ditempat ketinggian. Selain Mall, segala macam entertainment ada didalam gedung ini, termsuk musseum dan casino. Grand opening Hotel & resort Marina Bay Sands ini baru dilakukan tanggal 17 February 2011 yang lalu.
  • Patung Merlion   Sebenarnya patung ini bukan lambang Singapore. Tahun 1964, seorang anggota Souvenir Commitee membuat logo untuk Singapore Tourism Board (STB). Tetapi entah kenapa sampai sekarang masih digunakan sebagai souvenir dan trademark Singapore meskipun STB sudah mengubah logonya pada tahun 1997. Patung sejenis yang lebih besar terdapat di Sentosa.
  • Pantat Hotel Fullerton   Jelas dimanapun bagian belakang hotel tidak akan sebagus bagian depan. Tetapi paling tidak kita bisa mengintip tamu tamu hotel yang sedang santai dibagian belakang. Cafe cafe dibagian belakang hotel ini juga menarik untuk diintip. Bokong bokong turis tentu juga ada.
Baca Juga :

Rabu, 17 November 2010

Orchard Road, Ada Apa Di Jalan Ini

Plaza Of Singapore
Orchard Ujung

Tulisan ini saya persembahkan bagi pembaca blog ini yang akan bepergian ke Singapore atau bagi siapa saja yang belum pernah ke Singapore. Paling tidak anda bisa terlebih dahulu membayangkan seperti apa jalan yang sangat terkenal diseluruh dunia ini. Sebenarnya jalan ini tidak terlalu istimewa, sepanjang jalan penuh dengan Mall modern yang relative sama dengan di Jakarta. Kalau anda sering keluar masuk mall di Senayan Mall, Pondok Indah Mall, Plaza Semanggi, Senayan City atau mall besar lain di Indonesia, rasanya tidak akan ada surprise kalau anda datang ke Singapore. Mall di Indonesia jauh lebih besar dan luas karena daratan Indonesia jauh lebih luas dibanding Singapore. Pemerintah Singapore cukup cerdik, kebanyakan Mall di Singapore termasuk Orchard saling dihubungan satu dengan lainnya sehingga saat berada didalam mall di Orchard rasanya seperti berada di Mega Mall yang luar biasa besar, tahu tahu keluarnya sudah di mall yang lain.

Didepan Takashimaya Mall

Orchard Road ini semacam ‘Malioboro’nya Singapore dalam arti lebih panjang, lebih lebar, lebih bersih dan tidak terkontaminasi polusi asap kendaraan bermotor. Kereta api bawah tanah (MRT) tersedia dan cukup lancar dan pemberhentian cukup banyak seperti di Dhoby Gaut, Wisma Atria dan lain lain. Bus Kota segala jurusan juga cukup lancar dan juga Taxi. Antrian untuk naik bus dan taxi sangat tertib dan jangan sekali kali nyerobot karena sopir taxi sangat patuh dan tidak mau sama sekali menaikkan calon penumpang yang nyerobot.

Tertib - Ngantri Nyebrang
Jalan

Di sepanjang jalan ini penuh dengan hotel, pertokoan atau mall besar dan kecil sampai pedagang kaki lima. Tercatat toko yang tertua adalah Tangs, sudah ada di Orchard sejak 1950 dan sekarang namanya menjadi Tang Plaza. Barang yang diperdagangkan di pertokoan dan mall di sepanjang Orchard umumnya adalah barang ‘branded’ dan mahal. Barang murah juga ada tetapi tetap saja jauh lebih mahal dibandingkan ditempat lain seperti di China Town, Little India atau lainnya. Baca : Belanja Ngirit Di Mustafa Center

Tempat shopping sepanjang Orchard Road ini adalah :
Lucky Plaza

  • Ngee Ann City : Merupakan mall terbesar di Orchard Road. Produk ‘branded’ yang ada disini diantaranya adalah Vacheron Constantin, Louis Vuitton, Hermès, Burberry, Loewe dan Chanel. Ada juga Department Store besar dari Jepang yang bernama Takashimaya dan toko buku Kinokuniya.
The Atrium
  • ION Orchard : Lumayan baru karena dibuka tahun 2009 dan barang ‘branded’ yang buka disini diantaranya adalah Prada, Giorgio Armani, Louis Vuitton, Dior, Dolce & Gabbana, Cartier dan Patek Philippe.

Njajan Kaki Lima
  • The Paragon Gucci, Miu Miu, Prada, Coach, Burberry dan Metro Department Store dan juga Marks & Spencer semua buka di mall ini. Kalau anda punya anak kecil, bisa mampir ke Toys 'R' Us. Kelaparan, restaurant juga banyak di mall ini.


Menuju Istana Negara
  • Lucky Plaza : Merupakan pertokoan elektronik yang sangat ramai sekali terutama pada saat saat jam makan karena dibagian belakang terdapat food court yang sangat sibuk dan sangat tidak nyaman untuk makan. Kios kios elektronik umumnya kecil kecil dengan karyawan berkebangsaan Philipine
Toko Elektronik Jadi Satu
Dengan Sex Shop
  • Wisma Atria : Namanya sangat Indonesia sekali karena memang dulunya adalah gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Food Court dilantai 4 lumayan nyaman dan enak. Bread Talk ada digedung ini dan MRT Station ada dilantai bawah termasuk jalan tembus ke seberang jalan (nyeberang jalan di Orchard harus lewat bawah tanah).

MRT Ada Dibawah Tanah
  • Far East Plaza : Mall ini paling banyak dipenuhi para ABG dan juga banyak terlihat anak anak sekolah yang masih pakai baju seragam. Yang asyik pacaran juga mudah dilihat karena umumnya yang dijual barang fashion anak anak muda. Katanya sih murah dan cocok dengan uang saku anak sekolah, tapi menurut saya tetap saja lebih murah di Indonesia.

    Bubaran Toko
  • Plaza Singapore : Letaknya paling ujung dan dekat dengan Istana (tempat tinggal Presiden Singapore). Careffour, Cineplex, Yamaha Music, Bose dan lain lain ada disini.
House Of Condom
Toko Sex  Banyak
  • Orchard Central, Orchard Towers, The Centerpoint, The Hereen Shop, Forums The Shopping Mall, Shaw House And Centre, Palais Renaissance, Wheelock Place, Liat Towers dan lain lain.

Meskipun umumnya barang barang ‘branded’ yang dijual di Orchard harganya sangat mahal, ada saat tertentu harganya turun sampai lebih dari 50 %, terutama pada saat Singapore Great Sale. Biasanya sekitar bulan July - Agustus dan Desember. Mencari orang Indonesia di jalan ini juga tidak terlalu sulit, hampir setiap 10 meter kita bisa mendegar orang berbicara dalam bahasa Jawa, Sunda  atau bahasa Indonesia. Tetapi kalau kesulitan mencari orang Indonesia, cobalah datang ke toko Sex Shop di lantai dasar Lucky Plaza, kalau nggak salah salah bernama House Of Condom. Turis bule tidak tertarik masuk ke toko seperti ini karena dinegaranya sangat banyak, tetapi bagi turis Indonesia menjadi daya tarik tersendiri. Saya perhatikan, turis Indonesia yang mengunjungi toko ini selalu berombongan antara 2 sampai 4 orang, baik rombongan bapak bapak atau ibu ibu semuanya cekikikan. Suasana didalam benar benar penuh canda tawa, kadang terdengar bisik bisik lalu diikuti tawa cekikikan dan terkadang nyeletuk sekenanya membuat semua orang tertawa. "Hwalah hwalah.... gebuk maling saja kok dijual di Orchard Road......".


Baca Juga :