Tampilkan postingan dengan label Liburan-Mudik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liburan-Mudik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Agustus 2012

Cathedral Dan Masjid KW-1

Yang KW-1
Masjid An Nurumi

Yang 'Ori'
St Basil Cathedral
Yang 'Ori' terletak jauh di belahan bumi bagian utara, yaitu di Moscow, Rusia. Siapa yang tidak tahu St Basil Cathedral di Moscow, Rusia. Cathedral mungil di Red Square ini adalah simbol kota Moscow yang selalu muncul di brosur brosur pariwisata dan juga televisi. Rasanya tidak ada satupun wisatawan yang datang ke Moscow tanpa mengunjungi cathedral unik warna warni kebanggaan Rusia ini, termasuk saya sendiri. Tetapi, saya cukup terkejut saat jalan jalan ke Yogya beberapa waktu lalu. Harap maklum, sejak saya tinggal di Kuwait saya jarang sekali ke Yogya dan sekitarnya. Rupanya orang Indonesia cukup kreatif dengan membuat bangunan sejenis dengan kwalitas 'KW-1' dan dijiplak bulat bulat sejak tahun 2005.



RM Mbok Berek
Di Depan Masjid An Nurumi
Di Kalasan, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di desa Candisari,  dipinggir jalan Yogya - Solo juga terdapat bangunan sejenis dengan kwalitas 'KW-1' yang juga sama uniknya dan juga membuat turis berhenti dan berphoto photoan. Bangunan mirip St Basil Cathedral ini sama mungilnya, bedanya yang di Yogya ini ternyata sebuah Masjid dan bernama An Nurumi. Turis turis asing yang sebenarnya dalam perjalanan dari Yogya menuju Prambanan semuanya tersenyum lebar saat berphoto ria didepan masjid. Saya sempat nguping penjelasan tour guide yang mendampingi para turis tersebut. "Di Indonesia semuanya ada, mulai St Basil sampai Eiffel Tower ada", sambil tangannya menunjuk tiang listrik tegangan tinggi di kejauhan.

100 % ORI
Dingin Sekali Moscow, Beda Dengan Di Yogya


Masjid KW-1
Dari Belakang
Para turis asing tersebut juga gaduhnya bukan main dan tertawa lebar saat berphoto dengan latar belakang masjid An Nurumi. Tersenyum tambah lebar saat seorang penduduk menyebut nama masjid tersebut dengan istilah 'Candy Mosque' atau 'Masjid Permen', mengingatkan mereka dengan nama yang hampir sama diucapkan oleh penduduk Moscow yaitu 'Lollypop Cathedral'. Tertawa lebih lebar lagi saat seorang penduduk menyebut masjid An Nurumi dengan nama 'Masjid Kremlin' padahal letaknya di Red Square, sekitar 300 meter dari Kremlin. Hiburan dan canda segar para turis langsung senyap saat mereka menikmati 'Ayam Goreng Mbok Berek' yang persis berada disamping Masjid. Inilah salah satu bentuk Islamisasi versi Indonesia yang bisa menghibur dan membuat tawa siapapun yang melewati desa Candisari Yogyakarta.


Baca Juga :

Rabu, 26 Agustus 2009

Mbah Wongso Naik Podium Lagi


'Mbah Wongso', VW Kodok Merah Putih kesayangan mas Ardi akhirnya naik podium lagi. Tepatnya tanggal 8-9 Agustus 2009 di Pantai Kartini Rembang pada ajang 'Merdeka Bersama VeWe'. Dan karena temanya Hari Kemerdekaan maka sudah jelas mbah Wongso yang paling menarik karena warnanya Merah Putih. Acara di Rembang ini sebenarnya adalah Pemecahan Rekor MURI untuk VW Terpanjang dan Terpendek.





Tetapi seandainya MURI mau mencatat, pemilik Mbah Wongso seharusnya juga bisa memecahkan rekor sebagai Peserta Terjauh yaitu dari Kuwait. Nggak apa apa, yang penting Mbah Wongso masuk berita lagi, kali ini tampil di Tabloid Otospeed. Sayang photo mbah Wongso di tabloid tersebut kalah besar dengan VW Kombi Orange pemegang rekor MURI terpanjang dan Terpendek. Yang penting mbah Wongso tambah beken di komunitas Volkswagen di tanah air. November 2009 nanti mbah wongso sudah dipesan agar ikut lomba Drag Race diacara Volks Wonder 2 di Semarang, tepatnya di sirkuit Tanah Mas. Semoga mbah Wongso masih tetap perkasa.



Jalan Panjang Menuju Rembang

Sebelum kumpul kumpul dengan komunitas VeWe di Rembang, mbah Wongso diturunkan dulu mesinnya karena sudah hampir setahun tidak pernah jalan. Setelah itu uji coba dulu perjalanan dari Semarang, Sidoarjo,Surabaya, Bangkalan-Madura, dan balik lagi langsung menuju Rembang. Sengaja ke Madura dulu hanya untuk melihat jembatan baru Suromadu yang menghubungkan kota Surabaya dan Madura. Di Madura langsung disodori pedagang asongan suvenir khas madura, yaitu Clurit. Kita beli beberapa buah sebagai souvenir ada yang berupa gantungan kunci ada juga yang berupa replika clurit dengan ukuran sama dengan aslinya, ada tali penggantungnya untuk dikalungkan di leher.





Perjalanan dari Madura ke Rembang tidak ada masalah sama sekali, si mbah Wongso bersaing cepat dengan cucu cucunya yang lebih muda yaitu Kijang. Begitu istirahat di pinggir jalan, Si sopir kijang ikut berhenti dan terheran heran melihat mobil jompo tetapi berperforma lebih perkasa dari Kijangnya. Celakanya kita berhenti terlalu dekat dengan desa/kampung, akibatnya anak anak langsung berdatangan dan pada teriak teriak kodok kodok kodok .....






Buka Lapak Cari Duit

Sesampai di Rembang langsung buka lapak di Pantai Kartini. Barang yang dijual adalah baju dan kaos dengan gambar gambar kartun mobil VW dan identitas VW. Barang barang semacam ini biasanya laris manis kalau ada acara kumpul kumpul komunitas VW. Hasilnya tidak mengecewakan, dagangan laku cukup banyak meskipun tidak habis. Kebiasaan kalau ada acara Vewe ya...juga cari duit dengan berdagang seperti ini. ...





Ini Gaya Ibu-ibu bila sedang bertransaksi dagang , ngobrol juga....duit juga....Lumayan tambah kenalan buanyakk. Biarpun yang demen Vewe Mas Ardi, tapi tidak apalah. Tugas Ibu ikut meramaikan acara dan jualan.

Minggu, 02 Agustus 2009

Mbah Wongso Mau Lomba Drag Race Lagi

Mbah Wongso Jadi Tontonan
Ini bukan cerita tentang Kuwait, tetapi aktifitas kita saat liburan musim panas 2009 di Indonesia. Setelah menang dalam Jambore Nasional Volkswagen di Wonosobo pada bulan July 2008 yang lalu, kali ini 'Mbah Wongso' dipersiapkan kembali untuk ikut lomba lagi. Tahun lalu 'Mbah Wongso' kodok merah putih kita telah menyumbangkan piala untuk kategori Exterior Custom. Disamping itu Mbah Wongso juga menjadi cover di berbagai harian dan tabloid otomotif di tanah air. Sayangnya di Wonosobo tidak ada track untuk balapan, jadi kemampuan mesin si embah tidak dapat diadu saat itu.


Bersama Club Kodok

Di Bogor tanggal 19 July 09 yang lalu pada acara Jambore Volskwagen Regional Jabar sebenarnya ada track balapan juga, sayangnya SMS undangan baru kita terima pada saat kita baru saja mendarat di Cengkareng, jadi tentu saja si embah masih tertidur pulas di garasinya di Semarang. Nyesel juga ada event besar seperti ini VW Kodok Merah Putih ini tidak tampil sama sekali. Tapi, untungnya rekan rekan VW Club masih bisa mengobati kekecewaan kita, undangan Jambore Nasional Volkswagen Di Rembang kita terima saat itu juga di Bogor dan langsung kita sanggupi tantangan nge'drag' Geersama Volkswagen di Rembang tanggal 8 dan 9 Agustus 09.



Mbengkel

Persiapan langsung dimulai begitu kita sampai di Semarang. Dukungan tehnisi dari PVS langsung turun dan mesin mulai dibongkar tanggal 22 July 09. Pak Min, mekanik jempolan dari PVS turun langsung ngecek jerohan mesin, tentu saja aksi gerak cepat mempersiapkan mbah Wongso untuk nge'drag' ini atas dukungan Pak Mus komandan PVS. Dan hasilnya, mbah Wongso jadi binal lagi. Oh ya, selamat buat Pak Mus dan Pak Min atas kemenangannya dalam lomba Drag Race di Bogor.




Dioprek Habis Biar Kenceng
Untuk Lomba di Rembang tanggal 8 dan 9 Agustus nanti, jelas tidak ada target untuk menang dalam kategori Drag Race. Terus terang, kalau ngelawan Juara I Bogor apalagi satu klub jelas nggak elok apalagi yang dilawan ketua PVS sendiri. Nggak lah yaw,  sebagai ganti mbah Wongso akan kita daftarkan untuk masuk MURI sebagai kodok berpenumpang terbanyak. Rekor yang pernah dicapai jumlah penumpang terbanyak kodok ini adalah 71 orang (2 didepan dan '69' di belakang). Tahu kan apa yang dimaksud '69', tidak perlu saya jelaskan detil agar blog ini tidak dituduh sebagai blog XXX.


Wuzzz Kuenceng Pol...
Baca Juga :

Senin, 06 Juli 2009

Mudik Ke Kampung Dulu Ah ......

Musim panas sudah mendekati puncaknya bulan July 09 ini, temperatur udara juga sudah mencapai 46 Derajat Celcius. Disamping itu badai gurun sudah semakin sering terjadi menyebabkan debu beterbangan kemana mana. Kuwait yang biasanya indah sudah tidak terlihat lagi keindahannya, debu dimana mana dan pandangan mata hanya beberapa ratus meter saja. Tidak banyak pilihan lagi kalau sudah begini, harus secepatnya mudik ke Indonesia atau tetap bertahan di Kuwait dengan kemungkinan jadi 'telor setengah mateng'.

Kalau hujan debu sudah mulai sering seperti sekarang ini, maka aktifitas ngepel bisa tiap dua jam sekali. Debu sedemikian halusnya hingga bisa nyelusup dari celah celah jendela, pintu atau lubang blower. Saking kuatnya angin yang bertiup diluar rumah maka suara angin tidak lagi lembut mendayu dayu seperti biasanya, tetapi sudah gedubrak gedubruk karena begitu kuatnya menggoyang atap garasi dan menerbangkan seng atau kaleng kaleng yang terdapat di bangunan belum jadi didepan rumah kami. Untuk proteksi diri, masker sudah mulai saya bawa kemana mana. Malu kalau ngaku terus terang masker tersebut untuk menghindari debu karena kebanyakan orang lokal sini tidak pernah memakai masker meskipun debunya tebal bukan main. Biar agak canggih dan ngikuti trend masa kini, kalau ada yang heran melihat masker saya, maka saya tinggal jawab 'Swine Flu'.

Arus mudik bukan lewat udara saja, yang lewat darat juga banyaknya bukan main terutama para expatriate dari negara tetangga. Berita di harian Arab Times tanggal  5 July 09 yang lalu menyebutkan jumlah pelintas batas di Al Salmi Border sudah mencapai 10.500 pada hari Kamis dan meningkat kembali menjadi 13.147 pada hari Jumat. Jumlah yang tidak bisa dianggap kecil untuk negeri sekecil Kuwait. Nah kita yang berasal dari Indonesia sudah tentu tidak bisa jalan darat, karena perjalanan sangat jauh dan hanya beberapa kali saja dalam setahun bisa pulang maka barang barang yang dibawa pulang juga banyaknya luar biasa. Mau tahu barang bawaan kita ?
  • Air Zam Zam Satu Jerigen untuk bukti bahwa kita sudah nyampai ke Makkah
  • Kurma setengah koper untuk bukti bahwa kita memang expatriate middle east
  • Parfum Arab seharga 1 KD per botol kecil untuk nunjukin 'ini lho bau Kaabah' dan yang ini bau Emir.
  • Dan berbagai macam mainan onta untuk keponakan dan tetangga.
Tas dan koper sengaja bawa yang besar dan nanti kalau kembali ke Kuwait akan kita isi penuh segala macam barang yang tidak ada di Kuwait, seperti sambel pecel, bumbu rawon (kluwek) dan tentu saja buah nasional Indonesia Pete dan Jengkol.

Senin, 01 September 2008

Pulang ke Indonesia

Rasanya baru kemarin sore masih makan tahu campur lamongan di warung jl. Saharjo Tebet Jakarta. Ee.. sekarang sudah sampai lagi ke negari gurun pasir Kuwait. Tanpa disadari kedua anak saya telah masuk sekolah kembali setelah hampir dua bulan lebih kita menghabiskan liburan Summer 2008 di Jakarta. Kami berangkat ke Jakarta tanggal 1 Juli diantar Mas Ardi, dan balik ke Kuwait akhir Agustus hanya bertiga saja, saya, Ayu dan Dinda.

Nah, disinilah serunya pulang bertiga. Barang bawaan super duper banyaknya. Biasa perempuan prentelan prentelannya yang banyak. Untuk Bagasi yang diperbolehkan SQ sekarang hanya 25 kg/orang. Pemberitahuan itu diberlakukan mulai tanggal 22 Agustus 08. ''Memang biasanya 30 kg/ orang'', kata petugas di bandara Soekarno Hatta Jakarta. Untungnya ternyata kelebihan bagasinya masih bisa ditoleransi oleh SQ. Jadinya Aman nggak perlu mbayar tambahan bagasi.


Saya akan berbagi pengalaman pulang ke Jakarta. Pesawat yang kami pergunakan adalah SQ (Singapore Airline), baik untuk penerbangan dari Kuwait ke Jakarta maupun dari Jakarta ke Kuwait. Semua rute dan transit yang mengatur dari pihak SQ di Kuwait yang berkantor di Al Rayes Services Dawliah Commercial Complex Safat. Saya sempat berpikir, karena penerbangan di Kuwait tidak ada SQ yang ada hanya dari Dubai. Sekarang saya baru tahu ternyata SQ bekerja sama dengan Kuwait Airways untuk tujuan kemana saja. Dari Tiket penerbangan sampai bagasi semuanya diatur oleh SQ. Biarpun dari Kuwait ke Dubai menggunakan Kuwait Airways, semua bagasi ternyata aman dan kita tidak ribet urusan bagasi, semua sudah diurus pihak SQ.
Bagasi dan tiket yang jelas satu paket sampai ke Jakarta. Dari Kuwait ke Dubai kita pakai Kuwait Airways, dan Dari Dubai menuju Jakarta menggunakan SQ. Mau tidak mau harus transit dulu di Singapore, karena pesawat itu rumahnya di Singapore. Pasti semua tau fasilitas dan kondisi SQ memang serba Ok. Mulai kita naik Kuwait Airways menuju Dubai, dan pindah pesawat SQ di Dubai, transit lagi di Singapore dan menuju Jakarta bagasi sudah kita serahkan di Kuwait. Tidak perlu repot repot mencari barang kita untuk dipindahkan ke penerbangan selanjutnya. Barang langsung bertemu di Bandara International Soekarno Hatta Jakarta. Dan begitu pula untuk pulangnya ke Kuwait prosedurnya juga sama seperti berangkat. Untuk masalah harga tergantung kapan kita booking tiket. Kalau semakin lama ya pastilah murah. Kalau waktu mendesak sudah tidak ada lagi harga yang murah. (Susy)

Minggu, 20 Juli 2008

Kodok Hardcore

Cuti Summer 2008 sudah selesai, saatnya kembali ke Kuwait dan masuk kerja meskipun summernya sendiri belum selesai. Diluar rumah atau kantor masih saja 46 Deg C. Panas memang, daripada kluyuran diluar lebih baik ngingat ingat hal hal menyenangkan waktu liburan ke Indonesia yang lalu. Apalagi kalau nggak membicarakan Jamnas Volkswagen di Wonosobo tanggal 5 dan 6 July 2008 yang lalu.

Menurut saya penggemar VW itu orangnya aneh aneh, kocak dan selalu guyon dengan siapa saja yang dijumpai, entah sudah kenal lama, baru kenal di Jamnas Wonosobo saja atau nggak kenal tetapi nyambung karena sama sama penggemar VW. Nggak ada perbedaan strata sosial sama sekali, mau sopir, direktur, manager, mekanik, pengangguran atau jabatan apapun semuanya sama saja dan satu identitas 'penggemar VW'. Pokoknya bisa tertawa geer saja dan sedikit mengenal VW sudah layak jadi penggemar VW atau simpatisan saja.

Pak Udin dari Sidoarjo, begitu turun dari kombinya langsung pamer bahwa kombinya dipakai untuk bisnis jualan soto. Meja, bangku, pecah belah, kompor dan sotonya sendiri semua muat masuk kedalam kombinya. Pak Jajang langsung nggak mau kalah, VW Kombinya sengaja dimodifikasi seperti pickup karena dipakai untuk memuat pasir dan tanah pada saat mbangun tambak udang. Pak Rudi juga menimpali, VW kombinya dipakai untuk kulakan kaos dari bandung jadi muat berkarung karung kaos. Tetapi dalam hal muat memuat, semua diatas masih kalah jauh dengan kodok merah putih saya, meskipun kecil tetapi sudah terbukti bisa memuat 71 orang sekaligus. Caranya gampang saja, jok depan diisi 2 orang (sopir dan satu penumpang) sedangkan yang dijok belakang bisa ‘69’. Mau sewa ?, ntar tak beri petunjuk caranya uyel uyelan ber’69’ dijok belakang. Maaf ini bukan blog xxx hardcore, jadi gambar penumpang yang sedang ber'69' nggak boleh ditampilkan (By Ardi).

Selasa, 15 Juli 2008

Pulang Mudik dan Piknik

Tiket pesawat pulang ke Indonesia cukup bervariasi (KD 120 - KD 275 pulang pergi) tergantung dari airline yang kita pilih, musim liburan atau tidak, transit di negara tertentu atau tidak dan ada special offer tidak dari airline. Kuwait Airways biasanya lebih mahal tetapi bisa langsung ke Jakarta tanpa harus transit dulu di negara tertentu. Etihad menjadi favorit para TKI karena lebih murah dibanding pesawat yang lain, tetapi transit dulu di Abu Dhabi. Emirate juga cukup kompetitif tetapi transit juga di Dubai. Mau lebih murah lagi kalau transitnya sampai dua kali yaitu ditambah transit di Sri Lanka. Pesawat lain ke Indonesia cukup banyak seperti Singapore Airline, Malaysia Airline, Qatar Airways,Vietnam Airline, Thai Airways dan lain lain, semuanya harus transit di negara asal dulu, sebelum pesawat terbang menuju Jakarta. Siap saja 'kleleran' di bandara kalau terlalu banyak transit. Seperti Mas Ardi, saat pesawat Singapore Airline yang kita gunakan menuju Jakarta transit di Dubai hanya 2 jam saja. Kita semua capek.

Untuk booking tiket sebaiknya dilakukan sendiri online disamping bisa memilih tiket yang paling murah juga bisa memilih sendiri tempat duduk yang kita inginkan. Ingat, sebaiknya booking dilakukan minimum satu bulan sebelum keberangkatan, disamping bisa mendapat harga murah juga bisa milih tempat duduk depan sendiri. Kalau pas peak session dianjurkan booking 3 bulan sebelum keberangkatan karena hampir seluruh penduduk Kuwait pergi keluar negeri. Dan jangan lupa booking juga return ticketnya juga jangan sampai bisa pulang tetapi nggak bisa balik lagi ke Kuwait.

Kalau tidak mau booking online bisa juga dilakukan di travel travel biro yang banyak tersebar dimana mana. Di Fahaheel banyak sekali travel biro tetapi hanya bisa booking untuk Etihad, Emirate dan Kuwait Airways saja. Pesawat yang lain tidak dilayani. Saya anjurkan untuk datang saja ke Dawliah Commercial Center di Safat - Kuwait City. Gedung ini terletak dibelakang kantor Kuwait Airways di Safat atau sekitar Al Muthana Mall (JW Marriot). Satu Mall hanya berisi kantor travel biro saja, anda bebas memilih pesawat apa saja dan juga paket tour kalau perlu. Masing masing Travel Biro memiliki special offer yang menarik kalau anda mau transit beberapa hari di negara asal pesawat. Kelebihan lain kalau booking pesawat disini adalah kemudahannya, anda tidak perlu memikirkan bagaimana cara menuju Dubai, Abu Dhabi atau tempat lain dimana pesawat nanti akan berangkat, semua sudah diuruskan. Pengalaman saya pada saat peak session yang lalu saya kesulitan mendapatkan pesawat dari Kuwait ke Dubai karena semua full book, tetapi begitu booking Singapore Airline ternyata saya dapat seat Kuwait Airways dan transit di Dubai beberapa saat saja sebelum terbang dengan Singapore Airlines. Hotel juga bisa dibooking dari Dawliah Commercial Center ini, pokoknya ratusan travel biro tumplek bleg di gedung ini.

Link Dibawah Ini sangat bermanfaat bagi para TKI Kuwait, baik yang mau mudik ke Indonesia maupun yang mau piknik ke negara sekitar, saya anjurkan untuk membandingkan dulu harga tiket melalui Cheap Ticket Canada, setelah itu baru booking langsung ke airline pilihan anda dibawah atau datang langsung ke Dawliah Commercial Center di Safat:
  • Kuwait Airways (Langsung, transit Kuala Lumpur sebentar tanpa turun dari pesawat)
  • Etihad Airways (Transit di Abu Dhabi)
  • Emirate Airways (Transit di Dubai)
  • Singapore Airways (Transit Dubai, Kuwait - Dubai diengan Kuwait Airways, Perwakilan di Dawliah Commercial Center)
  • Malaysia Airline (Transit Kuala Lumpur)
  • Qatar Airways (Transit di Doha)
  • Thai Airways (Transit di Bangkok, Perwakilan di Dawliah Commercial Center)
  • Vietnam Airways (Office dipojokan dekat Ambassador Supermarket atau kira kira 0.5 Km dari Dawliah Commercial Center, kurang begitu jelas berangkat dari Dubai, Abu Dhabi atau Umm Al Quwain, websitenya tidak ada route ke Middle East tapi punya kantor di Kuwait)
  • Royal Brunei Airlines (Kuwait-Dubai dengan Kuwait Airways, Transit di Brunei Darussalam, Perwakilan di Dawliah Commercial Center)
Kalau mau piknik ke negara sekitar Kuwait dibawah ini adalah link cheap airline yang menurut saya cukup baik dan rasanya lebih baik dari cheap airline yang terbang di Indonesia. Sayang juga kalau sudah nyampai di Kuwait tetapi tidak pernah piknik ke negara sekitarnya.
Saya dengar, TKI yang bekerja di sektor pemerintahan atau sektor tertentu harus memiliki exit permit sebelum meninggalkan Kuwait, tetapi saya rasa ini hanyalah formalitas saja karena staff KOC tidak memerlukan exit permit ini (By Susy).
Baca Juga :

Senin, 07 Juli 2008

Nge'Band' Lagi

Nge'band', nyanyi, joget termasuk salah satu acara yang paling banyak menyedot peserta 'Pesta Volkswagen' di Alun Alun Wonosobo 5 - 6 Jul 08. Nggak usah disetarakan dengan group band profesional yang penting 'happy', dan personil band ala kadarnya dan asal comot. Pendengarnya semua sudah terbiasa dengan berisiknya suara mesin VW, jadi kalau antara pemain band dan penyanyi nggak sinkron nggak jadi masalah.

Hebatnya setelah membawakan satu lagu yang jauh lebih berisik dari mesin VW dan ditanya satu persatu ternyata pemain Guitar membawakan lagu Rock kesukaannya, pemain Keyboard membawakan lagu Pop, pemain bass membawakan lagu Funk dan sibuk pamerkemampuan main slap bass dan Drummernya sedang belajar gebukan dangdut, penyanyinya teriak teriak membawakan lagu baru anak anak remaja berjudul 'Racun' dari Changcuters Band. Pantasan berisik, yang penting tujuannya sama nge'band' dan menghibur penonton. Boro boro ngerti lagu tersebut, setahun di Kuwait menyebabkan buta terhadap lagu lagu baru di tanah air. Hanya penyanyinya saja yang bener bener hapal syairnya, suaranya saja yang keras dan bikin ketawa penonton. Dan penontonnya sendiri asal goyang berolah raga karena sudah berhari hari perjalanan diatas mobil volkswagennya. Memang meriah ... (Ard).

Undangan Jamnas

Horeee Horeee Veweeee
Kalau ada undangan yang paling susah nolaknya tentu adalah undangan dari rekan rekan VW di Indonesia. Yang saya herankan, kok bisa bisanya mereka menemukan alamat saya dengan detail di Kuwait dan undangan saya terima baik melalui e-mail maupun DHL. Terima kasih rekan rekan VW Club di Indonesia semuanya.


Adikku Diwawancara OTOMOTIF

Jambore Nasional Volkswagen diselenggarakan di Alun Alun Wonosobo tanggal 5 dan 6 July 2008. Sengaja dengan susah payah saya usahakan untuk datang meskipun dengan modal tabungan yang tidak sedikit. 'Mbah Wongso' kodok kesayanganku yang sudah lama tidur di Garasi langsung dibangunkan dan digeber ke Wonosobo. Perjalanan dari Semarang ke Wonosobo melalui tanjakan tajam Parakan dan si kodok dengan lancar dan lucunya sampai juga ke Wonosobo dengan waktu 3 jam saja.



Wawancara Lagi Dengan Media

Hasilnya cukup menggembirakan juga, 'Mbah Wongso' kodok merah putih saya menang untuk kategori Type 1 : Custom'. Otomatis photo dan wawancara dengan wartawan wartawan otomotif langsung gencar dan si 'Mbah Wongso' mejeng di beberapa majalah otomotif daerah maupun nasional. Bagi bagi tugas langsung dilakukan saat itu juga, Adik saya Pungki kebagian tugas diwawancara dengan wartawan dan saya sendiri menangani urusan kontrak dengan sebuah biro entertainment dan partai politik. Rencana mobil kesayanganku 'Mbah Wongso' akan dipakai main sinetron remaja di salah satu Televisi dan juga dipakai kampanye partai politik untuk 17 Agustusan dan mungkin juga kampanye pemilu 2009. ( Ardi)