Rabu, 17 April 2019

Pedagang Kaki Lima Ukraina

Pedagang Kaki Lima Di Lviv Ukraina
Piring Bekas Dengan Motif Tradisional Ukraina

Pedagang Kaki Lima di negara manapun sama saja. Di Netherland, United Kingdom, Kuwait dan negara negara lain pernah saya tuliskan di blog ini karena memang saya paling suka mengunjungi pasar, pasar loak dan lapak lapak pedagang kaki lima di pinggir jalan. Semakin mblusuk pasar loak / pedagang kaki lima maka akan semakin tertarik saya untuk mencarinya. Kali ini saya ajak anda untuk melihat PKL di kota Lviv dan Kiev Ukraina.

Perhatikan Cara Meletakkan Meja Lapaknya
Hampir Separuh Trotoar Dipakai Buat Lapak

Jangan membayangkan bahwa PKL itu hanya ada di Indonesia. Jangan membayangkan juga kalau 'Bule' itu kerjanya selalu kantoran atau berdasi seperti di film film Hollywood. Salah besar kalau anda berpikiran seperti itu.  'Bule'pun banyak yang buka lapak jual barang bekas sembarangan di trotoar dan mengganggu pejalan kaki persis sama dengan PKL Indonesia. PKL di negara manapun kelakuannya juga sama saja. Baca link PKL di negara lain dibagian bawah tulisan ini.

Yang Nggelar Dagangan Beralas Plastik Juga Ada
Tidak Ada Bedanya Dengan Di Indonesia

Lapak PKL butut, kusam dan reot juga bukan milik PKL Indonesia saja. PKL bulepun juga mendorong gerobak untuk memindahkan barang dagangan ke lokasi tempat berjualan. Kalau selesai berdagang semua barang diangkut kembali dengan gerobak dorongnya, ditutupi terpal plastik lalu gerobak tersebut dititipkan disuatu tempat yang tersembunyi. Contoh bule menyembunyikan gerobak dorongnya bisa anda baca  pada link ini : Kemana Lapak PKL Covent Garden ?

Tempat Favorit Buka Lapak Juga Sama Dengan Di Indonesia
Dibawah Pohon Yang Teduh

Di kota Lviv maupun Kiev Ukraina terlihat jelas bahwa PKL itu cara berdagang dan kelakuannya sama persis dengan di Indonesia. Pagi hari dagangannya diangkut dengan gerobak lalu digelar begitu saja di trotoar. Nggak peduli apakah pejalan kaki pengguna trotoar akan terganggu atau tidak, yang penting dagangan digelar dan bisa berdagang.

Becak Keliling Dari Kampung Ke Kampung Juga Ada
Shampoo Sachet, Kopi, Obat Pusing Semua Digantung

Lapak dagangannyapun juga apa adanya. Ada yang kardus ditumpuk tumpuk dijadikan meja, ada yang bikin meja sendiri dari kayu kayu bekas, ada juga yang bawa meja lipat dan ada juga yang hanya menggelar tikar plastik di trotoar atau meletakkan barang dagangannya di tembok pagar gedung perkantoran / sekolah.


Taruhan Lottere, Ramal Nasib Juga Ada
Di Ukraina

Barang yang dijual bermacam macam. Mulai pakaian baru dan bekas, buku, mainan anak, perlengkapan rumah tangga dan ada juga kartu tukang ramal sampai lapak uji keberuntungan seperti lottere. Hanya lapak lottere saja yang susah ditemukan di Indonesia saat ini. Lapak yang lain semuanya mirip dengan lapak di Indonesia.


CD Bajakan, Video Mesum XXX Dan Majalah Porno
Bekas Juga Ada
Jadi, jangan berkecil hati melihat keaneka ragaman Indonesia. Indonesia itu sangat besar dan jauh lebih lengkap dan hebat segalanya dibanding negara lain. Apa yang ada di negara lain, akan ada juga di Indonesia. Jangan menjadi bangsa yang inferior, pesimis dan selalu menganggap bangsa lain lebih hebat, lebih maju dan lebih segalanya. Semua itu omong kosong belaka yang ditanamkan sejak jaman kolonial sampai ke generasi sekarang.  Ditahun politik 2019 ini, para politisi juga menyebar berita bohong agar bangsa Indonesia tetap inferior, pesimis dan ketakutan. Jangan percaya begitu saja.

Selesai Berdagang Meja Lapak
Akan Disembunyikan Dimana Saja

Lapak Dagangan Terbuat Dari Kayu Bekas Ala Kadarnya
Apabila Kena Tibum Nggak Rugi Besar

Kardus Dijadikan Lapak Dagangan Juga Ada

Tanda Larangan Berdagang Di Trotoar Juga Banyak
Tapi PKL Tetap Saja Berdagang Di Tempat Terlarang

Nggak Punya Lapak Ada Juga Yang
Meletakkan Dagangan Di Tembok

Lapaknya Ringkas Dan Portabel
Lokasinya Di Pusat Kota Yang Sering Ada Tibum


Habis Sudah Trotoar Ketutup Pedagang Kaki Lima


Kwalitas Barang Dagangan Sama Saja Dengan
Baeang PKL Indonesia - Murah Meriah

Baca Juga :

Jumat, 05 April 2019

Blusukan Lihat Rumah Mediterania

Bulan April
Banyak Burung Merpati Terbang Di Mana Mana

Bulan April udara sangat sejuk di Timur Tengah karena merupakan peralihan antara musim dingin ke musim panas. Banyak burung burung merpati yang tiba tiba muncul entah darimana datangnya. Saat udara sejuk seperti inilah mari saya ajak anda untuk jalan jalan blusukan melihat bentuk bentuk rumah di negara sekitar Laut Mediterania, Laut Merah dan Teluk Persia.

Rumah Mediterania Itu Nggak Ada Atap
Trapesium Dan Genteng

Saya ambil contoh photo photo disini adalah rumah di Manama, Bahrain sebagai ilustrasi saja. Secara umum bentuk rumah di Bahrain sama saja dengan di Algeria, Tunisia, Lybia, Mesir, Lebanon, Syria, Irak, Kuwait, Saudi dan negara lain di sekitarnya. Developer property Indonesia salah kaprah mencontek design rumah rumah Mediterania ini dan membawanya ke Indonesia.

Meskipun Jendela Kelihatan Banyak
Umumnya Tidak Pernah Dibuka

Jangan membayangkan rumah rumah di sekitar Laut Mediterania, Laut Merah dan Teluk Persia bentuknya sama seperti rumah rumah di Cluster Mediterania Sentul, Cibubur, Batam atau di kota manapun di Indonesia. Developer dan Arsitek Indonesia yang merancang rumah rumah di Cluster Mediterania di tanah air tidak pernah melihat sendiri seperti apa bentuk rumah disekitar Laut Mediterania, Laut Merah sampai Teluk Persia.

Fungsi Jendela Untuk Pencahayaan Saja
Tidak Bisa Dibuka Atau Jarang Dibuka

Genteng
Perbedaan mencolok antara rumah Cluster Mediterania di Indonesia dengan di Timur Tengah adalah 'Genteng'. Nggak ada genteng dipakai di rumah rumah di negara sekitar Laut Mediterania, Laut Merah maupun Teluk Persia. Genteng dengan plafon atap rumah berbentuk trapesium itu ciri khas rumah didaerah tropis yang banyak hujan. Di Arab mah hujan sangat jarang dan nggak selebat di Indonesia. Jadi rumah Arab itu nggak ada gentengnya. 

Rumah Dengan Atap Genteng
Simbol Banyak Duit Bisa Import Dari Indonesia
Taman Didepan Rumah
Perbedaan lain rumah Cluster Mediterania yang bikin ngakak orang Arab adalah Taman Hijau di halaman depan rumah. Rumah Cluster Mediterania di Indonesia ada tamannya didepan rumah. Di Arab, tanaman apapun bakalan mati dan kering kerontang apabila musim panas. Yang kuat hidup cuma pohon kurma dan pohon pohon perdu khas Arab. Rumput pun akan berubah jadi coklat kekeringan saat musim panas. Jadi rumah Arab itu nggak ada tamannya.

Masjid Kampung ACnya
Menyala 24 Jam
Jendela
Perbedaan yang juga bikin ngakak orang Arab adalah jendela. Rumah rumah Cluster Mediterania di Indonesia jendelanya sangat besar dan banyak sekali. Hal ini karena orang Indonesia pingin udara didalam rumah selalu sejuk tanpa harus pasang / menyalakan AC sepanjang hari. Ngirit listrik, itulah konsep rancangan arsitek di tanah air untuk rumah rumah di Indonesia. Orang Indonesia senang membuka jendela lebar lebar biar udara masuk kedalam rumah dan sejuk.

Kalau Hujan Deras Air Terjun Bebas
Dari Atap Seperti Air Terjun

Di Timur Tengah, jendela cenderung kecil kecil dan tidak pernah bahkan tidak bisa dibuka sama sekali. AC dinyalakan 24 jam per hari dan 7 hari seminggu nonstop. Debu dan pasir gurun akan masuk kedalam rumah kalau jendela dibuka, apalagi sering ada badai pasir saat pergantian musim. Jadi fungsi jendela pada rumah rumah Arab hanya sebagai pencahayaan saja.

Rumah Ini Ada Garasinya
Biasanya Pembantunya Orang Indonesia
Atau Pemilik Rumah Pernah Diajak Ke Indonesia Oleh Si Pembantu
Garasi Mobil
Yang unik lagi adalah Garasi Mobil. Rumah rumah di Arab hampir semua nggak ada garasinya. Mobil diparkir cukup didepan rumah, ada yang bikin garasi kanopi di luar rumah dan banyak juga yang tanpa kanopi cukup diparkir diatas trotoar depan rumah. Coba perhatikan rumah Cluster Mediterania di Sentul atau Cibubur. Semuanya ada garasi tertutup dan mobil di lap setiap hari di garasi. Orang Arab itu nggak ada yang ngelus ngelus mobil. Mobil semewah apapun parkirnya ya di luar rumah, kepanasan dibiarkan saja. Jadi rumah Arab itu nggak ada garasinya (diluar).

Terminal Bus Juga Kering Kerontang
Nggak Ada Tanaman
Warna Tembok
Yang paling menggelikan adalah warna rumah. Aslinya, warna rumah di negara negara Arab itu semuanya coklat seperti warna gurun disekitarnya. Tapi di Cluster Mediterania di Sentul atau Cibubur warnanya kebanyakan putih, abu abu dan bahkan ada yang warna warni  cukup meriah. Teman saya Arab sambil senyam senyum mengatakan 'This is Indonesian Imagination Of My House'

Ini Rumah Di Indonesia - Cluster Mediterania
Katanya Mengadopsi Gaya Rumah Di Negara Sekitar Laut Mediterania
Empret, Nggak Ada Rumah Warna Putih Di Arab
Jendela Rumah Arab Kecil Kecil Karena Diluar Panas Sekali

Jadi kesimpulannya, banyak orang Indonesia yang dibodohi arsitek dan developer perumahan. Mereka bikin nama cluster perumahan sesuka sukanya sendiri supaya laku terjual saja. Ada Cluster Mediterania, Cluster Nebraska, Cluster Salzburg, Cluster Tokyo, Cluster Vancouver, Cluster Barcelona dan lain lain. Saya jamin, nggak akan ada satupun yang mirip dengan bentuk rumah aslinya. Nama hanyalah nama, apapun nama cluster perumahannya tetap saja rumah tersebut adalah rumah dengan design dan ciri khas Indonesia. 

Garasi Cukup Canopy Terbuka
Di Indonesia Mobil Bisa Hilang Kalau Diparkir Diluar

Pemulung Di Arab Tidak Mencuri
Di Indonesia Pemulung Dicurigai Mencuri

Mobil Parkirnya Diluar Rumah
Cukup Dinaikkan Ke Trotoar

Mobil Ditinggal Begitu Saja
Nggak Ada Maling Di Arab

Semua Rumah Warnanya Coklat
Di Indonesia Rumah Mediterania Warnanya Putih

Semua Rumah Warnanya Coklat
Seperti Warna Pasir Gurun
Baca Juga :

Jumat, 29 Maret 2019

Bab Al Bahrain Souq Manama

Bab Al Bahrain - Governorate Avenue
Bentuknya Seperti Kantor Ministry

Saya baru saja keluar dari hotel untuk jalan jalan sore di Manama, Bahrain. Kebetulan hari ini udara tidak terlalu dingin karena musim dingin sudah berakhir dan juga tidak terlalu panas karena belum masuk musim panas. Kebetulan Hotel tempat saya menginap lokasinya dekat dengan berbagai macam perkantoran pemerintah. Lokasinya di Government Avenue, benar benar di pusat perkantoran pemerintah Bahrain dan ditengah kota Manama.

Seperti Kantor Pemerintahan Tapi
Mobil Yang Parkir Kok Taxi Semua

Saat jalan jalan inilah saya menemukan bangunan besar berwarna putih mirip dengan Istana Negara. Lengkap dengan bendera Bahrain dan lambang negara di dinding depan. Tapi saya heran, kendaraan yang parkir kok Taxi semua, bukan mobil sedan warna hitam seperti yang dipakai pejabat negara. 

Ternyata Pasar Tradisional Doang

Kebetulan didepan gedung megah putih ini ada bundaran dengan taman kecil yang enak untuk duduk duduk. Saya ragu, gedung megah tersebut perkantoran pemerintah dari kementerian apa kok orang yang keluar masuk semuanya bawa tas kresek dan naik taxi. Cukup lama saya duduk duduk di taman kecil di bundaran untuk mengamati orang yang keluar masuk,

Segala Macam Barang Dagangan Ada
Di Bab Al Bahrain Souq

Setelah pengamatan yang cukup lama dan melelahkan dari kejauhan, akhirnya saya berani mendekat dan masuk. Ternyata gedung putih tersebut bukan perkantoran pemerintah tapi pintu gerbang masuk ke pasar. Dibelakang gedung isinya cuma pasar tradisional dengan kios kios berbagai macam dagangan.


Enak Buat Jalan Jalan Saat Musim Dingin

Nama bangunan tersebut Bab Al Bahrain, artinya Pintu Gerbang Bahrain.  Pasarnya bernama Souq Manama tapi banyak penduduk yang salah kaprah dan menamakan pasar tersebut dengan nama Bab Al Bahrain Souq. Nggak ada kantor pemerintah sama sekali di Bab Al Bahrain kecuali Tourist Information Service dan Polisi yang mondar mandir menjaga pintu gerbang ke arah pasar.

Pasar Tradisional Di Bahrain Relatif Sama
Dengan Di Negara Arab Lain

Bab Al Bahrain didesign Sir Charles Belgrave. Pembangunan selesai dan beroperasi tahun 1949.  Pada tahun 1986 direnovasi untuk mempertegas design supaya lebih mendekati arsitektur Islam. Di belakang Bab Al Bahrain ini banyak toko toko emas. Toko souvenir juga banyak apalagi toko pakaian dan toko toko tradisional yang lain.

Ini Pintu Gerbang Bab Al Bahrain
Kalau Dilihat Dari Belakang - Kosong

Toko Penjual Pakaiam Wanita


Semakin Malam Semakin Ramai

Penjualnya Ramah Dari India

Pasar Relatif Bersih

Semakin Jauh Dari Bab Al Bahrain
Namanya Berubah Menjadi Souq Manama

Banyak Orang India Dibanding
Penduduk Asli Bahrain

Blaik..... Orang India Semua

Mobil Naik Trotoar, Kelakuan Seperti Ini
Juga Terjadi Di Kuwait, Saudi, UAE, Oman, Qatar

Sedanpun Dipakai Untuk Naik Trotoar

Baca Juga :

Senin, 18 Maret 2019

Milyuner Jalan Jalan Ke Banana Island Qatar

Banana Island Resort Qatar
Operated By Anantara Hotel And Resort
Saya sedang jalan jalan pagi disepanjang Corniche Promenade Doha, Qatar. Mobil sewaan saya parkir di Parking Area MIA (Museum Of Islamic Art). Sambil jalan jalan memandang laut Arabian Gulf yang tenang nyaris tanpa ombak, akhirnya saya nyampai juga di Pearl Monumen. Lumayan, pagi ini saya bisa olah raga jalan kaki sekitar 1 Km dari MIA Parking Area ke Pearl Monument. Ditempat ini pandangan saya langsung tertarik ke sebuah booth di dermaga. Ternyata booth tersebut adalah tempat penjualan ticket speed boat menuju ke Banana Island.

Speed Boat Untuk Nyeberang
Ke Banana Island - Hanya 20 Menit
Tempat penjualan tiket speed boat ke Banana Island ini bernama Banana Island Port. Seandainya  menyelusuri Al Corniche Street dan terlihat ada Pearl Monument, berarti anda sudah nyampai di dermaga penyeberangan Banana Island Port. Untuk menyeberang menuju Banana Island saya harus merogoh dompet QAR 200 per kepala (sekitar Rp 780.000). Sempat kaget saya, mahal amat ?

Interior Speed Boat
Nggak Ada Penumpang, Nyaris Kosong
Ternyata kalau diperinci tidak mahal juga. Harga tersebut sudah termasuk makan makan di restaurant bintang 5, bebas menggunakan seluruh fasilitas kolam renang dan entertainment yang ada di Banana Island. Dan sudah tentu perjalanan pulang pergi menggunakan speed boat mewah. Perlu waktu sekitar 20 menit untuk perjalanan menyeberang dengan speedboat menuju Banana Island.

Dhow Atau Kapal Kapal Kayu Tradional Nelayan
Pemandangan Meninggalkan Banana Island Port
Perjalanan 20 menit sangat menyenangkan. Rasanya seperti jadi Milyuner kaya raya pemilik speed boat mewah. Speed boatnya besar dan mewah tapi cuma dipakai berempat Ardi's Family sendiri. Sebenarnya ada dua penumpang lain yaitu ibu ibu Arab dan anaknya, tapi anggap saja dia 'maid' karena dari awal berangkat kerjanya cuma mondar mandir ngejar, nggendong dan nyuapin makan anaknya yang lari kesana kemari. 


Kota Doha Dilihat Dari Dalam Speed Boat

Kita mah duduk manis sambil nonton TV layar lebar, kadang berdiri di dek depan sambil pakai kaca mata hitam dengan rambut berkibar kibar tertiup angin. Sesekali crew kapal yang cantik cantik dan ngganteng datang menyodorkan minuman atau makanan kecil. Pokoknya keren. tangan kiri pegang gelas wine tapi isinya es jeruk persis seperti Milyuner di film film Hollywood. Kalau nggak salah film Titanic.


Dermaga Di Banana Island
Jam 08:00 - 10:00 Pagi. Sepi Sekali

Akhirnya nyampai juga di Banana Island. Pulau kecil ini ternyata dikelola oleh Anantara Hotel And Resort, pantas speed boatnya bagus dan mewah. Ada banyak restaurant bintang 5, beberapa kolam renang, water boom dan segala macam fasilitas entertainment. Ditempat ini saya juga merasa seperti Milyuner Kaya Raya pemilik Pulau, hotel dan resort. Hanya saya, satu keluarga berempat saja tapi disambut dan dilayani puluhan staff, karyawan dan pelayan restaurant yang cantik cantik dan ngganteng. Jalan beberapa langkah saja selalu disapa 'Good Morning'.

Serasa Jadi Milyuner Pemilik Pulau Pribadi
Banana Island Hotel And Resort

Hampir dua jam saja saya menikmati rasanya jadi Milyuner Kaya Raya, setelah itu satu persatu staff yang cantik dan ngganteng tadi pergi entah kemana. Ternyata saya datangnya terlalu pagi. Semakin siang jumlah pengunjung yang datang semakin banyak. Orang Qatar ternyata baru datang ke Banana Island diatas jam 1 siang, tamu penghuni hotel juga baru bangun dan keluar kamar jam 11 siang. Dan saya tadi datangnya jam 8 pagi. Pantas  speed boat, pulau dan hotel besar dan mewah ini sepi, serasa seperti milik saya sendiri.
Main Sendiri Di Pulau Pribadi

Enaknya Berkhayal Punya Pulau Pribadi
Jauh Dari Keramaian Kota

Dermaga Speed Boat Banana Island
Kalau Nggak Ada Orang Gini Serasa Semua Milik Pribadi

Restaurant Banyak Tinggal Pilih
Pelayan Cantik Dan Ngganteng, Uenaknyaaaa

Baca Juga :