Baca Blog Ini Saya Merasa :

Sabtu, 27 Februari 2010

Tuk Wa Ga Pat ....Obral Lagi

Tuk Wa Ga Pat, Tuk Wa Ga Pat ...... tidak seperti biasanya hari ini, Jumat 19 February 2010 aku begitu gembira. Pagi hari sekitar jam 4 pagi sudah terbangun dari tidur padahal waktu sholat subuh masih satu setengah jam lagi. Nggak peduli anak anak dan suami masih tertidur, saya sudah lari ditempat dan senam pagi didalam rumah. Bukan untuk menguruskan badan tetapi alasannya adalah saya baru dapat kabar bahwa jam 8 pagi nanti akan ada obral besar digudang Alghanim Electronic Store di Safat, Kuwait.
Di Kuwait pada bulan Februari kebanyakan toko elektronik mengobral barangnya sampai 80 %, terutama toko toko elektronik besar di Kuwait seperti Alghanim Electronic, Al Dawliah, Al Yousifi dan lain lain. Ritual semacam ini hanya ada seminggu menjelang tanggal 25 dan 26 February. Ini adalah tanggal dan hari bersejarah bagi rakyat Kuwait karena merupakan hari kemrdekan Kuwait yang sering dikenal dengan National Days dan Liberation Days.

Jam 7:30 pagi kita sudah berangkat ke lokasi obral di Service Center Alghanim Electronic di Safat. Gawat...., ternyata sampai tujuan jalanan sudah macet saking banyaknya mobil yang mencari tempat prkir. Keputusan kilat segera diambil, mas Ardi cari tempat parkir dan saya ikut ngantri nunggu pintu gerbang dibuka. Obral semacam ini hanya berlangsung 2 jam saja oleh karena itu pintu masih ditutup rapat meskipun jam sudah menunjukkan 08:15 pagi. Maklum, karena discountnya sampai 80 %, maka jumlah pengunjung banyaknya bukan main mengingatkan saya pada antrian sembako atau antrian Jaring Pengaman Sosial di Indonesia.

Sudah berdiri ditengah tengah kerumunan Arab, India dan Bangladesh lebih dari 10 menit pintu gerbang nggak dibuka buka juga, saya benar benar tidak tahu tata cara obral electronik di Kuwait, pokoknya ada ratusan orang sedang ngantri didepan pintu ngikut saja ditengahnya. Benar saja, begitu pintu gerbang dibuka, semua pengunjung langsung lari berebut masuk dan saya yang kecil sendiri tertinggal dibelakang. Saya nggak tahu apa yang mau dibeli, jadi begitu berebut langsung mendekap 3 buah printer Epson model terbaru seharga KD 3 per buah karena paling mudah saya jangkau. Setelah sadar, baru ingat, untuk apa ndekepin printer sampai 3 buah meskipun harganya murah sekali, dirumah juga sudah punya. Akhirnya karena kelamaan ndekepin printer, barang yang lain nggak tertangkap. Sebenarnya saya baru tersadar waktu melihat orang Arab sudah senyam senyum bawa Nokia dan Blackberry satu tas plastik penuh dan juga saya lihat anak kecil bawa XBox digandeng ibunya, ternyata ditempat lain masih banyak barang elektronik yang diperebutkan.

Cara obral di Alghanim benar benar masih asing bagi saya. Semua barang diletakkan di tempat terbuka tepatnya di tempat parkir dan jalanan diarea gudang penyimpanan Alghanim Electronic. Pada saat pintu gerbang dibuka, semua barang masih tertata rapi dalam kardusnya, tetapi begitu berebut, ada yang kardusnya koyak sehingga pengunjung ada yang dapat isinya dan ada juga yang cuma dapat kardus dan buku manualnya saja. Masih mending dapat kardusnya, saya cuma dapat angin karena kelamaan ndekepin printer.

Saat datang, mas Ardi sempat heran melihat istrinya yang lincah lari kesana kemari berebut dengan Arab, India dan Bengali tapi nggak ada satu barangpun yang benar benar dipegang dan dibayar. "Udahlah dik, bukan tandinganmu berebut dengan Arab, India dan Bengali. Sebagai tanda kecewamu, pilih saja barang yang tersisa saja..... tuh ada lemari besi besar cuma KD 20, atau ambil saja alat olahraga ini. Kalau kamu beli alat olahraga ini, InsyaAllah tahun depan pasti bisa langsing dan menang rebutan dengan Arab, India dan Bangladesh.

Jumat, 19 Februari 2010

Ngantri... Ladies First

Meskipun Yang Ngantri ATM
Laki Laki Semua Tapi
Kalau Ada Cewek Datang
Langsung Didepan
Satu hal yang benar benar saya rasakan perbedaan yang luar biasa antara di Indonesia dan di Kuwait adalah kebiasaan orang orang di Kuwait dan rasa hormat dan menghargai wanita yang tinggi sekali. Di Kuwait, kalau kita naik bus kota maka tempat duduk paling depan adalah untuk wanita. Meskipun tidak ada tulisan atau aturan tertulis didalam bus kota, begitu ada seorang wanita naik bus maka otomatis para pria yang duduk di kursi depan akan pindah kebelakang dan mempersilahkan wanita duduk paling depan sendiri. Kalau di Indonesia, jangankan diberi tempat duduk, baru mau naik bus saja bokong kita didorong sama kondektur dari bawah sambil teriak ‘Tariiiiiiik……’


Wuuz, Langsung Depan
Sendiri
Antri beli tiket bioskop atau antri ATM umumnya dilakukan laki laki saja, tetapi kalau kita mau ikutan ngantri, nggak perlu berdiri dibelakang para lelaki arab tadi ber jam jam, langsung saja maju paling depan sendiri nggak usah kuatir diteriaki ‘Hoee Antri Doong !!! ….’ yang dibelakang. Maka otomatis pria yang paling depan akan mempersilahkan kita untuk mengambil uang duluan dan mereka akan menjauh dulu beberapa langkah dari kita. Setelah memberi tempat ke saya, langsung saya pura pura mengaduk aduk tas seolah olah ada masalah dan suami saya panggil untuk nyelusup paling depan sendiri, langsung beres..... Karena kebiasaan orang Arab seperti ini, maka berakibat buruk bagi saya, yaitu saya selalu kebagian tugas beli tiket atau ngambil uang di ATM sedangkan mas Ardi dan anak anak tinggal tunggu di mobil sambil baca koran atau majalah.

Di jalanan yang macetpun wanita sangat dihargai sekali. Nggak perlu kita harus bunyikan klakson keras keras. Tahu kita mau minta jalan saja mereka dengan cepat mempersilahkan kita lewat dan bahkan sambil tersenyum yang bikin jantung kita deg degan. Kalau perlu, cukup beri kode dengan tangan caranya kuncupkan kelima jari kita dan tunjukkan ke sopir sambil menggerakkan tangan kita sekali atau dua kali. Kalau kita sudah mengeluarkan jurus sakti dengan kode jari tangan yang menguncup seperti ini, mobil yang lain otomatis berhenti tidak mau bergerak sama sekali sebelum mobil kita lewat.

Nyeberang jalan juga nikmat sekali, cukup kita berdiri dipinggir trotoar maka secara otomatis berpuluh puluh mobil langsung berhenti. Kalau pingin cepat nyeberang jalan, tinggal minta suami untuk menjauh dulu maka pasti puluhan mobil mobil akan berhenti mempersilahkan kita lewat. Suatu hal sederhana yang sulit sekali saya alami di Jakarta. Tapi saya yakin, mereka dengan cepat berhenti karena ingin melihat 3 bidadari cantik mau nyeberang jalan ehe ehe.

Kalau belanja, wanita Arab juga nyaman sekali. Sekali belanja biasanya sekaligus banyaknya bukan main dan tas belanjaan bukan cuma satu atau dua tas saja tetapi bisa puluhan. Tas belanjaan yang banyak tadi tidak ada satupun yang dibawanya sendiri, semua urusan suami. Jadi si suami yang bertanggung jawab bawa barang belanjaan yang buanyak sekali dan sibuk mondar mandir beberapa kali menaikkan barang ke mobil sedangkan si wanita cukup lenggang kangkung dibelakang si suami yang sempoyongan bawa tas belanjaan.

Sekali sekali saya dan anak anak juga ngiri dan ingin sekali dimanja suami seperti layaknya wanita Arab diatas. Ketika serumah belanja kebutuhan sehari hari, kita bertiga sepakat memberikan semua barang ke suami agar dimasukkan kedalam mobil. Apa jawaban suami, ‘Enak saja …. Kalau hidungmu mancung kayak Arab tadi nggak usah dimintapun akan aku bawakan semua barangmu ke mobil’. Alamaaak, mau manja sedikit saja kok hidung yang dijadikan alasan …..

Rabu, 10 Februari 2010

Kalau Mudik di Musim Dingin

Pulang Mudik…, tampaknya hal sederhana yang tidak perlu dijadikan 'Headline News' dalam blog Ardi's Family. Tetapi ternyata tidak sesederhana yang kita bayangkan kalau mudiknya pas Musim Dingin Di Kuwait. Akhir Desember sampai  January 2010 yang lalu, kita serumah pulang mudik ke Jakarta, sudah tentu persiapan pulang mudik sangat matang dan canggih dan dipersiapkan benar benar jauh hari sebelum berangkat.






Ndangdut Kali Kan ?
Karena pesawat Emirates yang akan membawa kami terbang berangkat jam 11 tengah malam tentu udara di Kuwait saat itu sedang dingin dinginnya, kalau nggak salah sudah dekat dengan 5 Deg C. Seperti penduduk Kuwait yang lain, kita berangkat ke bandara dengan jaket tebal, topi penghangat kepala dan sepatu boot tinggi. Celana panjang yang kita pakai dimasukkan dalam sepatu boot biar kaki terasa hangat selama menunggu pesawat berangkat di bandara Kuwait. Dandanan menor seperti ini sangat lumrah di Kuwait kalau sedang musim dingin.




Sepatu Ndangdutku
Perjalanan 10 jam yang seharusnya melelahkan terasa sangat nyaman dan menyenangkan karena sepanjang perjalanan sudah terbayang tahu campur Pak Min didekat rumah, Rawon Menteng Pulo di pasar belakang rumah. Tetapi, begitu mendarat di Cengkareng semua bayangan tahu campur dan rawon hangat menjadi bubar berantakan. Pasalnya, begitu turun dari pesawat Emirates semua mata memandang kita. Rombongan penumpang Emirates dari Kuwait terasa seperti orang aneh yang baru turun dari planet Mars, tepatnya seperti rombongan penyanyi dangdut yang baru saja dapat tanggapan di luar negeri.


Di Airport
Jaket tebal dan topi penghangat kepala memang dengan cepat bisa segera dilipat dan masuk koper, tetapi sepatu boot tinggi benar benar nggak mungkin dilepas karena nggak bawa sepatu pengganti. Semua mata memandang karena hampir semua penumpang memakai sepatu boot ala rocker dangdut, dan mungkin ada juga yang mengira saya Uut Permatasari. Seorang lelaki malah ada yang mendekati saya dan saya kira minta tanda tangan saya ternyata kuli angkut yang mau membawakan koper.


Lapak Tukang Sepatu
Di Fahaheel
Lebih celaka lagi Jakarta sedang musim hujan pada saat saya turun pesawat, jalan Jalan becek dan berair dan taxi di cengkareng terjebak kemacetan dan tidak bisa mendekat untuk menaikkan penumpang. Hanya ada dua pilihan yang bisa diambil, melepas sepatu boot menuju taxi atau Jaim (Jaga Image) tetap memakai sepatu boot meskipun harus menerjang jalan yang becek dan berair. Akhirnya terpaksa yang terakhir yang saya pilih, saya harus ikut mondar mandir menaikkan koper ke taxi dengan mengorbankan sepatu boot tersayang terendam air. Cerita perjalanan sepatu tersayang belum berakhir, taxi yang membawa saya ternyata terjebak kemacetan  karena beberapa tempat di jalan Casablanca banjir. Daripada harus berjam jam nunggu muter dalam kemacetan, akhirnya karena sudah dekat sekali dengan rumah lebih baik turun dan nyeberang jalan menuju rumah meskipun sepatu boot kesayanganku harus menyelam kembali kedalam air untuk menuju ke rumah.


Ini Dia Yang Njelek Njelekin
Produk China
Perlu 3 hari untuk mengeringkan sepatu boot tersayangku di Jakarta. Sesampai kembali di Kuwait sepatu boot kesayanganku ternyata sakit, mungkin kedinginan dan masuk angin sampai mangap mangap. Sehingga saya harus membawanya ke dokter sepatu di Fahaheel. 'Madame, kenapa sepatu bagus seperti ini bisa kotor dan mangap seperti ini ?'. Tukang sepatu yang tanya adalah expatriate dari India, dan sebagai orang yang pernah ditatar Wawasan Nusantara tentu tidak mungkin saya njawab kebanjiran di Jakarta. Jaim (Jaga Image) harus diterapkan di luar negeri, sehingga saya cukup menjawab 'Oh.. Made In China brother …'. Setelah itu si tukang sepatu nyerocos njelek njelekkan produk China.

Jumat, 05 Februari 2010

Gaya Artis Mau Pulang Mudik

Cling !!!!, tiba tiba saja kecerdasan saya yang sudah 2 tahun beku saat ini dengan sendirinya mencuat keatas jauh diatas akal sehat  orang. Bagaimana tidak mendadak cerdas, saat ini di Kuwait dan hampir semua toko, mall dan tempat perbelanjaan mengadakan ‘GREAT SALE’ dengan discount sampai 50-80 %. Semua barang dijual murah jauh dibawah harga pasaran sehari hari dan umumnya barang barang yang dijual di Kuwait termasuk dalam kategori ‘High Quality’, maklum rata rata Kuwaitis terkenal banyak duit dan suka belanja barang mewah, baik belanjanya di Kuwait sendiri maupun keluar negeri seperti yang sering saya ketahui adalah ke Dubai dan London.

Ide cemerlang muncul ketika dapat ijin ngutang suami (biasanya sih nggak perlu ngembalikan cukup sedikit rayuan gombal sudah lunas utangnya). Dana segar pinjaman ini digunakan untuk membeli berbagai macam tas wanita ‘branded’ seperti Gucci, dan Prada . Model nggak terlalu lama milih milih toh nanti akan dijual kembali. Ya benar, barang barang ‘branded’ ini akan saya bawa ke Indonesia semua, banyak teman teman saya di Indonesia yang tergila gila barang ‘branded’. Di Indonesia sangat mahal dan jarang sekali barang 'branded' yang diobral. Bahkan di toko BBB (Barang Bekas Bergengsi) yang banyak bertebaran di kota kota besar saja harganya masih sangat mahal sekali.

Di Kuwait obral barang mewah sampai didiscount 80 % hanya terjadi pada saat pergantian musim.  Semua pakaian dan perlengkapan musim dingin dijual habis menjelang berakhirnya musim dingin. Barang barang ‘branded’ seperti Gucci, Louis Vuitton,Guy Laroche laris manis diserbu pembeli. Inilah saatnya kita membeli barang ‘branded’ asli seharga Mangga Dua. Terkadang ada beberapa toko yang cara penjualan obralnya dengan cara buka tutup. Obral hanya satu jam saja jam 13:00 – 14:00 dan barang yang diobral adalah semua yang terpajang di toko. Akibatnya, begitu masuk jam 13:00 langsung semua pengunjung berebut mengambil barang apapun yang terpajang didalam, sangat kacau tetapi benar benar menarik dan sangat memuaskan pembeli.

Mas Ardi dapat sepatu dengan merk terkenal hanya dengan KD 7 saja padahal harga normal di labelnya KD 49. Tetapi sampai saat ini nggak pernah dipakai karena sepatu lamanya belum rusak katanya. Anak anak juga dapat tetapi ternyata ukuran sepatu kiri berbeda dengan yang kanan, jadi nggak dibayar. Celana panjang laki laki juga berhasil saya dapatkan dengan harga KD 1, maksud saya untuk suami tercinta tetapi ternyata nggak dipakai juga karena suami lebih suka pakai celana blue jean butut buatan penjahit Harmonis di Duri.

Ada juga baju baju hasil karya perancang terkenal kalau nggak saat obral harganya minta ampun mahalnya. Entah labelnya keliru atau tidak yang jelas cukup bayar KD 7 saja dan cepat cepat saya bayar dan langsung pergi takut harganya diralat penjualnya. Kita lebih senang kulakan belanja kalau ada discount besar besaran seperti  bulan Januari dan Februari saat ini. Great Sale semacam ini tidak hanya tas dan pakaian saja, furniture dan mobilpun juga didiscount. Sayang nggak mungkin bawa pulang furniture atau mobil.


Langsung terbayang deh, pulang ke Indonesia nanti bawa koper Louis Vuitton, tas tangan Gucci, sepatu Nina Ricci, baju Prada, kacamata hitam Davidoff dan parfume Carolina Herrera. Tidak langsung menuju rumah tetapi di airport Cengkareng mondar mandir dulu bak artis sinetron yang baru turun dari langit. Kalau perlu menuju rumah sewa mobil yang ada sun roofnya biar kepala bisa nongol dan bisa berdiri menunjukkan kaca mata hitam model Britney Spears paling mutakhir. Siapa yang tahu, dandanan seperti artis ini dari hasil rebutan dengan India dan Bangladesh ditempat obralan di Kuwait ..wk wk wk ......

Lokasi : Salmiya,Marina Mall, Souk Sharq, Avenue Mall

Baca Juga :